5 Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 506x dilihat
5 Bahaya Abu Vulkanik Bagi Kesehatan yang Harus Kamu Ketahui

Bagikan Postingan

Erupsi  Gunung Anak Krakatau  kembali menjadi perhatian nih, Beauties. Sejak erupsi yang berjalan pada Jumat, (4/9/2026), abu vulkaniknya terbawa angin dan menyebar ke sejumlah wilayah. Terpantau abu vulkanik tersebut sudah mencapai daerah Sumatra, Banten, DKI Jakarta, hingga Jawa Barat. 

BMKG juga mencatat adanya sebaran abu yang ketinggiannya hingga sekitar 50.000 kaki. Kalau dilihat sekilas, abu vulkanik memang hanya seperti debu biasa yang bikin lingkungan kotor. Padahal, partikel-partikel lembut di dalamnya bisa mengganggu kesehatan, lho! 

Lantas, sebenarnya apa saja ancaman abu vulkanik bagi kesehatan? Simak selengkapnya, yuk! 

1. Mengganggu Saluran Penapasan

Ilustrasi gangguan saluran pernapasan/ Foto: Freepik.com

Salah satu akibat yang paling perlu diwaspadai adalah gangguan pada saluran pernapasan. Partikel abu vulkanik yang sangat mini bisa terhirup ketika kita berada di luar ruangan dan kemudian masuk ke hidung, tenggorokan, hingga saluran pernapasan. 

Paparannya dapat membikin tenggorokan terasa gatal alias perih, memicu batuk, pilek, sesak, serta membikin napas terasa kurang nyaman. Apalagi untuk orang yang mempunyai masalah pernapasan, paparan abu bisa terasa lebih mengganggu hingga menyebabkan penyakit pernapasan akut alias kronis. 

Karena itu, ketika abu vulkanik sedang menyebar, sebaiknya kurangi kegiatan di luar ruangan dan gunakan masker yang sesuai jika memang kudu keluar. Kementrian Kesehatan juga mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin berada di dalam rumah dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan abu. 

2. Menyebabkan Iritasi Mata

Ilustrasi iritasi mata/ Foto: Freepik.com

Mata juga menjadi salah satu bagian tubuh yang cukup rentan terkena abu vulkanik. Partikel abu yang bertebaran bisa masuk ke mata dan menyebabkan rasa perih, gatal, kemerahan, berair alias sensasi seperti ada barang asing yang mengganjal. 

WHO juga memasukkan iritasi mata dan konjungtivitis sebagai salah satu akibat kesehatan yang dapat terjadi akibat kegiatan vulkanik. Makanya, jika kondisi di luar sedang berdebu akibat abu vulkanik, sebaiknya memakai kacamata sebagai pelindung tambahan. 

Hindari mengucek mata ketika terasa gatal alias seperti kemasukan debu lantaran justru bakal membikin iritasi semakin parah. Kalau keluhan mata terasa berat alias tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan ke tenaga medis ya, Beauties. 

3. Mengiritasi Kulit

Ilustrasi iritasi kulit/ Foto: Freepik.com

Bukan hanya mata dan pernapasan, kulit juga bisa ikut terkena dampaknya. Abu vulkanik yang menempel pada kulit dapat menyebabkan rasa gatal, kering, kemerahan, hingga iritasi, terutama pada orang yang kulitnya sensitif. Kementerian Kesehatan menyebut abu vulkanik memang berpotensi menyebabkan iritasi pada kulit. 

Oleh lantaran itu, setelah beraktivitas di area yang terkenal abu, sebaiknya segera membersihkan tubuh dan mengganti busana yang sudah terkena debu ya, Beauties. Hindari membiarkan abu menempel terlalu lama di kulit. 

4. Silikosis

Ilustrasi silikosis/ Foto: Freepik.com/8photo

Silikosis merupakan ancaman jangka panjang jika Anda terpapar abu vulkanik. Paparan berulang alias berkepanjangan terhadap partikel abu vulkanik tertentu juga dapat meningkatkan akibat gangguan pada sistem pernapasan pada paru-paru. 

Hal ini dikarenakan abu vulkanik mengandung silika ialah unsur kimia yang jika terpapar terlalu lama bakal mengganggu pernapasan. Adapun indikasi silikosis yang kudu Anda waspadai adalah batuk berlendir alias kering, sesak napas, terasa nyeri pada dada, demam, napas bersuara nyaring, hingga penurunan berat badan. 

Maka dari itu, jangan menganggap remeh abu hanya lantaran setelah beberapa jam tubuh terasa baik-baik saja. Selama sebaran abu tetap terjadi, usahakan mengurangi paparan sebanyak mungkin, terutama dengan membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan perlindungan yang tepat. 

5. Mempengaruhi Pencernaan

Ilustrasi gangguan pencernaan/ Foto: Freepik.com/stockking

Abu vulkanik yang jatuh ke lingkungan juga berpotensi mencemari sumber makanan dan air. WHO menyebut abu dan bahan kimia dari kegiatan erupsi dapat menimbulkan akibat kontaminasi Makanan serta air. Hal ini tentunya bakal berpengaruh pada sistem pencernaan. 

Zat berbisa dan partikel tajam yang tertelan, bakal menyebabkan iritasi pada tembok lambung dan usus. Maka dari itu, krusial untuk Anda menutup rapat makanan dan minuman Anda ya, Beauties. Dengan begitu, akibat abu ikut masuk ke tubuh melalui makanan alias minuman bisa diminimalkan. 

Selama penyebaran abu vulkanik tetap berlangsung, patut untuk selalu berhati-hati dan tetap mengikuti saran dari Kemenkes ya, Beauties! 

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads