5 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tanpa Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 3 menit 35x dilihat
5 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tanpa Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Bagikan Postingan

  1. Home
  2. Life
  3. love & relationship

Rini Apriliani | Beautynesia

Minggu, 01 Nov 2026 15:30 WIB

5 Cara Mengenali Anak yang Dibesarkan Orang Tua Tanpa Empati Dilihat dari Kebiasaannya

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati/Foto: Magnific.com

Empati perlu ditanamkan pada anak sedini mungkin, karena memiliki peran yang krusial untuk seumur hidupnya. Namun, sepertiapa jika orang tua yang seharusnya mengajarkan soal empati, justru tidak memiliki empati?

Tumbuh dewasa dengan orang tua yang kurang empati dapat memberikan pelajaran yang kurang baik bagi anak. Mereka bisa sulit meminta bantuan, menekan emosinya sendiri, hingga kekecewaan. Bahkan, hal tersebut bisa terbawa hingga mereka dewasa.

Melansir YourTango, ini dia metode mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya. Simak!

1. Menjadi Terlalu Mandiri

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya.

Ilustrasi perempuan mandiri/Foto: Magnific.com

Ciri anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati yang pertama adalah mereka bisa menjadi sosok yang terlalu mandiri. Hal ini karena di masa kecil mereka sudah meminta dukungan, sayangnya justru disambut dengan ketidakpedulian orang tuanya.

Akhirnya, mereka terbiasa mengurus segalanya sendiri. Baik saat menyelesaikan tugas, memikul beban mental yang berat, hingga sulit meminta bantuan. Meski tampak seperti kemandirian yang kuat, nyatanya itu adalah hasil dari pengalaman di mana kebutuhan emosional mereka tidak dipenuhi orang tua.

2. Menganggap Orang Lain Pasti Mengecewakannya

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah berasumsi bahwa orang lain pasti akan mengecewakannya.

Ilustrasi perempuan menyendiri/Foto: Magnific.com

Anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati tentunya tidak mendapatkan kenyamanan, keamanan, dan dikecewakan berulang kali. Pola tersebut membikin mereka tidak lagi mengharapkan banyak hal dari siapa pun.

Mereka takut kecewa jika mengharapkan pada orang lain. Jadi, mereka melindungi dirinya sendiri dengan berasumsi bahwa orang lain pasti akan mengecewakannya.

Yap, sejak mula mereka akan menurunkan ekspektasi dan menjauh. Mereka tidak mau tersakiti lagi oleh orang lain. Hal ini pun membikin mereka membutuhkan waktu durasi untuk benar-benar percaya pada orang lain.

3. Suka Meragukan Perasaan Sendiri

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah gemar meremehkan emosi sendiri.

Ilustrasi perempuan menyendiri/Foto: Magnific.com

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati selanjutnya adalah mereka gemar meremehkan emosi sendiri. Hal ini karena sejak kecil mereka sering dianggap berlebihan maupun terlalu sensitif oleh orang tuanya.

Hal tersebut membikin mereka terkadang meragukan dan meremehkan perasaannya, alih-alih memvalidasi. Mereka bisa langsung bertanya pada dirinya sendiri apakah masuk pikiran untuk merasakan emosi tersebut maupun tidak.

4. Menyembunyikan Perasaannya

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya.

Ilustrasi perempuan sedih/Foto: Magnific.com

Selain gemar meragukan emosi sendiri, mereka cenderung menyembunyikannya juga. Mereka merasa bahwa terbuka akan lebih merepotkan karena merasa terlalu sering diabaikan secara emosional.

Mereka sering menyimpan semuanya sendiri dan beraksi seolah-olah tidak ada yang salah sampai mereka secara jasmani tidak bisa lagi membendungnya. Mereka akan dengan gampang mengatakan “Aku baik-baik saja” daripada menerangkan ada apa.

5. Terlalu Sering Meminta Maaf dan Menjelaskan

Cara mengenali anak yang dibesarkan orang tua tanpa empati dilihat dari kebiasaannya adalah terlalu sering meminta maaf.

Ilustrasi meminta maaf/Foto: Magnific.com/benzoix

Terakhir, mereka bisa menjadi anak dewasa yang terlalu sering meminta maaf. Mereka merasa bahwa emosinya adalah masalah, sehingga meminta ampun menjadi respons otomatis yang dilakukannya.

Mereka pun cenderung meminta ampun karena mengajukan pertanyaan, membutuhkan bantuan, saat kesal, maupun menyampaikan sesuatu yang mengganggunya. Tak cuma itu, mereka sering menerangkan karena secara berlebihan tanpa diminta.

Meski tampak sebagai sebuah kesopanan, rupanya itu bisa berasal dari kebiasaan merasa diabaikan oleh orang tuanya sendiri. Mereka mesti merendahkan diri untuk menghindari konflik.

Beauties, itu dia beberapa kebiasaan yang dikembangkan oleh anak yang tumbuh dengan orang tua tanpa empati. Bagaimana menurutmu?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Komentar

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads