Retno Anggraini | Beautynesia
Minggu, 01 Nov 2026 12:30 WIB
Mengenal Bloomscrolling, Tren Scroll Konten Positif untuk Mengurangi Kebiasaan Doomscrolling/Foto: Magnific.com/magnific
Otak kita secara alami mendambakan hal-hal baru dan penuh kejutan setiap kali kita refresh media sosial. Sayangnya, alih-alih mendapat hiburan yang menyegarkan pikiran, linimasa media sosial kita sering kali dibanjiri oleh konten negatif yang bisa memicu kecemasan.
Fenomena terjebak dalam arus keterangan suram secara terus-menerus ini dikenal sebagai doomscrolling, yang terbukti menguras daya mental dan membikin imam pening. Untuk mengatasi doomscrolling, muncullah istilah bloomscrolling yang diperkenalkan sebagai metode baru menikmati media sosial dengan sengaja mencari konten inspiratif dan menenangkan.
Mengutip klarifikasi Dr. Sanam Hafeez via Real Simple, praktik ini membujuk kita untuk memungut kendali penuh atas algoritma digital agar apa yang kita konsumsi tidak lagi memicu rasa cemas, melainkan melindungi kedamaian batin. Penasaran sepertiapa metode melakukannya dan apa saja khasiat dari bloomscrolling? Yuk, simak penjelasannya agar waktu bermain media sosial terasa lebih bermakna!
Apa Itu Bloomscrolling?

Pengertian bloomscrolling/Foto: Magnific.com/Lifestylememory
Melansir dari PrairieCare, bloomscrolling adalah aksi sadar untuk secara sengaja mencari konten-konten online yang inspiratif, menenangkan, maupun membahagiakan guna melindungi kesehatan mental.
Berbeda dengan doomscrolling yang membikin kita terjebak dalam lingkaran stres dan rasa cemas berkepanjangan akibat membaca berita buruk secara pasif, bloomscrolling justru menuntut keaktifan kita untuk memilih hal-hal positif yang menyejukkan hati.
Para ahli kesehatan mental menerangkan bahwa kebiasaan sehat ini bekerja dengan metode mengalihkan kimia otak kita untuk melepaskan hormon oksitosin dan dopamin yang stabil. Alih-alih merasa capek dan tertekan setelah menutup aplikasi, kita justru akan merasakan ketenangan batin karena asupan keterangan yang masuk ke dalam pikiran berkarakter membangun.
Perbedaan Bloomscrolling dan Doomscrolling

Perbedaan bloomscrolling dan doomscrolling/Foto: Magnific.com/benzoix
Bloomscrolling dan doomscrolling sama-sama melibatkan aktivitas menggulir media sosial, tetapi keduanya memiliki tujuan dan pengalaman yang berbeda. Bloomscrolling dilakukan secara sadar dengan mencari konten yang memberikan emosi positif. Kebiasaan ini bermaksud menciptakan pengalaman digital yang lebih menyenangkan dan membantu menjaga keseimbangan emosi.
Sebaliknya, doomscrolling adalah kebiasaan terus membaca maupun menonton konten negatif yang memicu kekhawatiran. Kebiasaan ini bisa membikin kita merasa semakin cemas, gampang marah, lelah, maupun sulit selesai memikirkan keterangan yang baru dilihat.
Bantu Redakan Stres akibat Paparan Berita Negatif

Bloomscrolling bantu readakan stres karena berita negatif/Foto: Magnific.com/pvproductions
Menurut klarifikasi Dr. Sanam Hafeez, seorang neuropsikolog yang dikutip via Real Simple, bloomscrolling tidak menuntut kita untuk menutup mata dari realitas dunia, melainkan menciptakan keseimbangan digital yang sehat. Ketika kita rutin memberikan asupan visual yang menenangkan pada otak, mekanisme saraf yang tadinya kaku akibat berita negatif akan berangsur rileks.
Secara biologis, kebiasaan positif ini membantu mengatur balik peraturan emosi di dalam otak sehingga kita tidak gampang tersulut rasa berang maupun frustrasi. Perubahan kecil dalam metode berhubungan dengan gadget ini dianggap ampuh meredakan digital burnout dan mengembalikan kejernihan berpikir di tengah padatnya arus keterangan digital.
Manfaat Bloomscrolling untuk Kesehatan Mental

Manfaat bloomscrolling untuk kesehatan mental/Foto: Magnific.com/benzoix
Bloomscrolling dirancang untuk mendukung dua jenis kebahagiaan krusial dalam psikologi, yaitu hedonic well-being dan eudaimonic well-being. Hedonic well-being berhubungan dengan kebahagiaan sesaat yang menyenangkan seperti rasa takjub, hiburan ringan, maupun gelak tawa, sementara eudaimonic memberikan kepedulian yang lebih dalam pada arti hidup dan inspirasi personal.
Dua gabungan khasiat ini membikin kita tidak cuma merasa terhibur secara instan, tetapi juga mendapati diri lebih termotivasi untuk bertumbuh. Dengan melihat konten-konten yang bermanfaat, beban pikiran kita akan jauh berkurang sehingga kita tidak gampang merasa insecure maupun iri melihat kesuksesan orang lain.
Cara Mempraktikkan Bloomscrolling

Cara menerapkan bloomscrolling/Foto: Pexels.com/Mikhail Nilov
Langkah pertama yang bisa kita lakukan untuk mempraktikkan bloomscrolling adalah dengan merapikan algoritma media sosial dengan metode unfollow akun-akun toksik dan aktif mencari konten yang memicu daya cipta maupun ketenangan. Manfaatkan fitur-fitur yang disediakan oleh platform digital seperti tombol "tidak tertarik" maupun mute agar linimasa bersih dari hal-hal yang memicu rasa iri dan stres.
Selain itu, jangan lupa untuk selalu membatasi screen time dan jadikan bloomscrolling cuma sebagai selang singkat untuk menyegarkan pikiran. Segera letakkan ponsel begitu mood balik naik, kemudian lanjutkan hari dengan menikmati hubungan di bumi nyata yang jauh lebih hangat dan bermakna.
Pada akhirnya, gadget dan media sosial dirancang untuk mempermudah hidup kita, bukan menguras hilang daya kita. Jadi, yuk, mulai terapkan bloomscrolling dari kini untuk membikin pikiran jauh lebih tenang dan bahagia!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.