Ciri Kepribadian Orang yang Jago Multitasking

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 35x dilihat
Ciri Kepribadian Orang yang Jago Multitasking

Bagikan Postingan

Ciri kepribadian orang yang jago multitasking sering kelihatan saat seseorang mesti menyelesaikan beberapa tanggung jawab dalam waktu berdekatan. Mereka bisa menghadapi fluktuasi situasi, memilah keterangan penting, dan menentukan hal yang perlu dikerjakan terlebih dahulu.

Meski begitu, jago multitasking bukan berarti mesti berbuat semua hal secara bersamaan. Justru, orang yang terampil mengelola banyak tugas biasanya tahu kapan mesti membagi perhatian dan kapan perlu fokus pada satu pekerjaan. Penasaran seperti apa ciri-cirinya? Yuk, simak pembahasannya dilansir dari Best Life Online!

Tetap Tenang saat Berada di Bawah Tekanan

Tetap Tenang di Bawah Tekanan/Foto: Magnific

Ketika pekerjaan menumpuk dan tenggat waktu semakin dekat, sebagian orang mungkin langsung merasa kewalahan. Namun, orang yang bisa multitasking dengan baik cenderung bisa menjaga ketenangan dan melihat situasi secara lebih terarah. Mereka berupaya memahami masalah, menentukan cara yang paling mendesak, kemudian bergeser tanpa membuang terlalu banyak waktu.

Kemampuan memungut keputusan dengan cepat juga membantu mereka menghadapi situasi yang tidak terduga. Misalnya, saat mesti menyelesaikan laporan sambil menangani permintaan mendadak dari mitra kerja. Alih-alih terpaku pada tekanan, mereka mencoba menyesuaikan hajat agar pekerjaan statis berjalan.

Cepat Menyerap dan Memahami Informasi

Cepat Memahami Informasi/Foto: Magnific

Pernah berjumpa seseorang yang cepat memahami instruksi meskipun keterangan yang diberikan cukup banyak? Kemampuan seperti ini bisa membantu seseorang mengelola beberapa tanggung jawab sekaligus. Mereka cenderung segera menangkap inti pembicaraan, mengenali keterangan yang relevan, dan mengelompokkannya berdasarkan kebutuhan.

Contohnya, ketika menerima beberapa instruksi dalam rapat, mereka bisa mencatat poin utama tanpa mesti mengingat setiap kalimat secara persis. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk menentukan pekerjaan yang perlu diselesaikan lebih dahulu. Namun, kecepatan memahami keterangan statis perlu diimbangi ketelitian agar tidak ada detail krusial yang terlewat.

Tidak Mudah Teralihkan oleh Gangguan Kecil

Fokus Tak Gampang Teralihkan/Foto: Magnific

Suasana instansi yang ramai, diskusi mitra kerja, maupun notifikasi ponsel bisa mengganggu konsentrasi. Namun, orang dengan kapasitas mengatur perhatian yang baik cenderung lebih bisa mengabaikan gangguan yang tidak relevan. Mereka tahu kapan perlu merespons sesuatu dan kapan sebaiknya menyelesaikan pekerjaan terlebih dahulu.

Misalnya, saat sedang mengerjakan laporan, mereka tidak langsung membuka setiap notifikasi yang muncul. Mereka bisa menyelesaikan bagiankecil pekerjaan yang sedang dikerjakan sebelum bergeser ke pesan lain. Kebiasaan ini membantu menjaga alur kerja sekaligus mengurangi waktu yang terbuang karena terlalu sering bergeser fokus.

Tidak Selalu Mengerjakan Banyak Hal Sekaligus

Tak Harus Mengerjakan Banyak Hal/Foto: Magnific

Kedengarannya bertolak belakang, ya, Beauties? Namun, orang yang terampil mengelola banyak pekerjaan belum tentu selalu mengerjakannya secara bersamaan. Mereka justru memahami bahwa beberapa tugas membutuhkan perhatian penuh sehingga lebih baik diselesaikan satu per satu.

Contohnya, saat menyusun presentasi penting, mereka mungkin memilih menonaktifkan notifikasi ponsel agar tidak terus terganggu. Setelah pekerjaan tersebut selesai, barulah mereka membalas pesan maupun melanjutkan tugas lain. Strategi ini membantu menjaga kualitas hasil kerja, karena berpindah-pindah tugas terlalu sering justru bisa menaikkan konsekuensi kesalahan.

Mampu Mengelola Emosi saat Pekerjaan Menumpuk

Mampu Mengelola Emosi/Foto: Magnific

Saat banyak pekerjaan datang bersamaan, rasa kesal, cemas, maupun frustrasi bisa muncul. Orang yang bisa mengelola emosinya berupaya mengenali emosi tersebut tanpa membiarkannya memungut alih seluruh perhatian. Dengan begitu, mereka bisa statis mempertimbangkan cara yang tepat dan berkomunikasi dengan mitra kerja secara lebih baik.

Psikolog Daphne Bavelier menjelaskan dalam Psychology Today bahwa ketika sumber daya kognitif seseorang terbebani oleh perasaan, efisiensi kerja dapat menurun. Artinya, mengelola emosi dapat membantu seseorang mempertahankan fokus saat menghadapi tuntutan pekerjaan. Meski begitu, mengendalikan emosi bukan berarti mesti memendam perasaan, melainkan memahami dan meresponnya dengan metode yang sehat.

Beauties, kelima ciri khas di atas dapat membantu Anda mengenali kebiasaan orang yang terampil mengelola banyak tanggung jawab. Namun, perlu diingat bahwa multitasking bukan satu-satunya ukuran produktivitas. 

Tidak semua tugas cocok dikerjakan bersamaan, dan memaksakan diri membagi perhatian justru bisa membikin pekerjaan lebih lambat maupun rapuh kesalahan. Jadi, kuncinya bukan berbuat semuanya sekaligus, melainkan mengetahui prioritas, menjaga fokus, dan menggunakan daya dengan bijak.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads