Jakarta -
Para mahir ekonomi umumnya menjadikan tingkat pengeluaran sebagai salah satu parameter untuk mengidentifikasi masyarakat yang berada dalam golongan ekonomi bawah alias miskin.
Badan Pusat Statistik (BPS) mendefinisikan masyarakat miskin sebagai mereka yang mempunyai rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Di DKI Jakarta, garis kemiskinan rumah tangga tercatat sebesar Rp4.238.886.
Meski begitu, kondisi ekonomi seseorang tidak hanya dapat dilihat dari besarnya pengeluaran saja. Ada sejumlah aspek lain yang juga kerap digunakan untuk menggambarkan posisi ekonomi suatu rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip dari GoBankingRates, terdapat beberapa karakter yang umum ditemukan pada golongan masyarakat kelas menengah bawah dan kelas bawah. Berikut lima karakter yang sering menjadi indikatornya.
5 Ciri umum masyarakat kelas bawah
Melansir dari laman CNBC Indonesia, terdapat beberapa karakter yang sering dikaitkan dengan golongan masyarakat kelas bawah.
1. Tempat tinggal
Kondisi tempat tinggal menjadi salah satu gambaran dari tingkat ekonomi sebuah keluarga. Ketika seseorang mengalami kesulitan untuk mempunyai alias menempati kediaman yang nyaman, aman, serta berada di lingkungan yang memadai, perihal tersebut dapat menjadi parameter bahwa mereka berada dalam golongan ekonomi menengah bawah alias bawah.
2. Pekerjaan
Beberapa pekerjaan dikaitkan dengan kategori pekerjaan kerah putih maupun kerah biru yang dapat mencerminkan posisi sosial dan ekonomi seseorang. Pekerjaan seperti pelayan restoran, pengemudi truk, tenaga kerja toko ritel, pekerja pabrik, hingga petugas kebersihan lebih sering ditemui pada golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi yang relatif lebih rendah.
"Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial alias pekerjaan spesialis," ujar CEO Salarship, Nathan Brunner.
Sebaliknya, pekerjaan yang hanya memerlukan keahlian dasar, berkarakter sementara, serta menawarkan bayaran dan tunjangan yang terbatas umumnya lebih sering dikaitkan dengan golongan masyarakat kelas bawah dari sisi sosial maupun ekonomi.
Namun, pekerjaan seperti guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT dapat berada di antara golongan kelas pekerja dan kelas menengah, berjuntai pada tingkat senioritas serta sertifikasi yang dimiliki. Bahkan pekerjaan kerah putih yang kerap dianggap bergengsi pun bisa saja menawarkan penghasilan dalam kategori menengah, sehingga menempatkan pekerjanya pada tingkat kehidupan kelas menengah.
3. Tabungan dan investasi
Menabung dan berinvestasi merupakan penopang finansial yang krusial sekaligus memberikan kesempatan untuk membangun kekayaan dalam jangka panjang. Namun, mempunyai persediaan biaya seperti itu menjadi perihal yang tidak mudah dijangkau oleh masyarakat kelas bawah.
TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·