5 Figur Publik Hollywood Ini Hampir Meninggal Saat Melahirkan, Kisahnya Menggugah Hati

Jun 07, 2026 05:50 PM - 8 jam yang lalu 343

Jakarta -

Persalinan sering menjadi momen yang membahagiakan keluarga. Namun, di kembali kelahiran bayi ke dunia, ada akibat komplikasi yang dapat menakut-nakuti nyawa ibu. Sejumlah figur publik Hollywood apalagi pernah mengungkap pengalamannya nyaris meninggal saat melahirkan.

Kisah para mereka ini tidak hanya menggugah hati, tetapi juga membuka mata publik tentang pentingnya kesehatan ibu selama kehamilan dan persalinan.

5 Figur publik Hollywood yang nyaris meninggal saat melahirkan

Berikut deretan publik figur Hollywood yang pernah mengaku nyaris kehilangan nyawa saat melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


1. Serena Williams

Serena Williams mengungkapkan mengalami serangkaian komplikasi serius setelah melahirkan putrinya, Olympia, pada 2017 melalui operasi caesar.

Dalam esainya untuk Elle, Serena menceritakan pengalamannya menghadapi banyak komplikasi kesehatan setelah melahirkan. Legenda tenis itu mengalami pembekuan darah di paru-paru setelah persalinan. Kondisinya membikin dia kudu menjalani tiga operasi hanya dalam waktu satu minggu setelah melahirkan.

Serena apalagi mengaku sempat berpikir bahwa dirinya bakal meninggal bumi saat menjalani masa pemulihan tersebut.

Dalam sebuah esai untuk CNN pada Februari 2018, Williams berbagi bahwa meskipun ujian itu menakutkan, dia tetap menganggap dirinya 'beruntung' lantaran mempunyai akses ke master yang baik, yang tidak dimiliki banyak wanita dalam situasi seperti dirinya. 

2. Hayden Panettiere

Hayden Panettiere menceritakan pengalaman traumatis saat melahirkan putrinya, Kaya, pada 2014.

Dalam kitab memoarnya yang terbit pada 2026, This Is Me: A Reckoning, Panettiere mengungkap bahwa dia kudu menjalani operasi caesar setelah persalinan berjalan selama 14 jam.

Ia kemudian mengalami perdarahan serius lantaran darahnya tidak membeku dengan baik. Kondisi tersebut membuatnya kudu menerima tujuh kali transfusi darah dan menjalani operasi tambahan.

3. Christy Turlington

Christy Turlington mengalami perdarahan pasca persalinan alias postpartum hemorrhage setelah melahirkan putrinya pada 2003. Ia mengungkap bahwa situasi yang awalnya penuh kebahagiaan berubah menjadi keadaan darurat medis hanya dalam waktu singkat.

Berbicara kepada National Geographic pada Oktober 2017, bintang "Catwalk" ini menyadari bahwa banyak wanita dalam posisinya tidak mempunyai kewenangan spesial yang sama dan meninggal lantaran komplikasi pasca persalinan.

Pengalaman tersebut kemudian mendorong Turlington menjadi aktivis kesehatan ibu dan mendirikan organisasi Every Mother Counts yang berfokus pada keselamatan ibu mengandung dan melahirkan.

4. Tori Spelling

Tori Spelling menghadapi komplikasi serius saat mengandung anak ketiganya akibat plasenta previa, ialah kondisi ketika plasenta menutupi sebagian alias seluruh jalan lahir. Ia mengalami perdarahan dahsyat saat usia kehamilan sekitar 20 minggu dan kudu menjalani perawatan intensif selama berminggu-minggu.

Setelah melahirkan, Spelling juga sempat menjalani operasi darurat akibat komplikasi dari operasi caesar yang dijalaninya.

5. Rachel Griffiths

Rachel Griffiths mengungkap bahwa dirinya sempat mengalami ruptur uterus alias robekan rahim saat melahirkan putrinya pada 2009. Komplikasi tersebut menyebabkan perdarahan dahsyat dan membuatnya kudu menjalani operasi berkepanjangan.

Dalam beberapa wawancara, Griffiths mengatakan pengalaman tersebut mengubah langkah pandangnya terhadap kehidupan dan membuatnya semakin menghargai waktu berbareng keluarga.

Pentingnya mengenali tanda ancaman saat mengandung dan melahirkan

Pemeriksaan kehamilan rutin sangat krusial untuk membantu mendeteksi aspek akibat sejak dini. Selain itu, ibu mengandung perlu segera mencari pertolongan medis jika mengalami tanda ancaman seperti perdarahan, nyeri hebat, sesak napas, tekanan darah tinggi, alias penurunan mobilitas janin.

Kisah di atas ini mengingatkan bahwa komplikasi persalinan bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status alias latar belakang. Karena itu, pemeriksaan kehamilan rutin, akses terhadap jasa kesehatan yang berkualitas, serta penanganan sigap saat terjadi keadaan darurat menjadi aspek krusial untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya