5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menerima Diri

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 515x dilihat
5 Hal yang Bisa Dilakukan untuk Menerima Diri

Bagikan Postingan

Sering bertanya “Apakah aku cukup baik?” bisa membikin kita terus mencari pengesahan dari orang lain. Menurut ahli dan penelitian, menerima diri dan menjadi autentik justru dapat membantu menaikkan rasa bermutu dan kesejahteraan./ Foto: magnific.com

“Apakah aku cukup baik?” Pertanyaan sederhana ini rupanya bisa menghantui banyak orang. Kita mungkin terus mempertanyakan apakah sudah cukup pintar, menarik, sukses, menyenangkan, maupun layak dicintai oleh orang lain.

Namun, sebenarnya untuk siapa kita berupaya membuktikan semua itu? Apakah untuk lingkungan sekitar, orang tua, pasangan, maupun justru standar yang kita buat sendiri?

Menurut Marisa G. Franco, seorang psikolog, pembicara, sekaligus penulis yang telah bertahun-tahun meneliti self-worth, salah satu kunci untuk benar-benar merasa bermutu adalah selesai mengukur diri berdasarkan standar eksternal. Bahkan, kita tidak perlu terus-menerus mengukur diri sama sekali.

Autentisitas maupun menjadi diri sendiri berhubungan dengan kesejahteraan. Dalam meta-analisis terhadap puluhan penelitian, peneliti terlebihlagi menggambarkan autentisitas sebagai salah satu inti dari well-being.

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk mulai menerima diri dan merasa lebih berharga? Yuk, simak selengkapnya, Beauties!

1. Berterima Kasih pada Rasa Takut Ditolak

Menekan rasa takut ditolak justru bisa membikin emosi tersebut semakin kuat. Menurut teori psikologi, menerima rasa takut dengan lebih penuh perhatian dapat membantu kita agar tidak terlalu dikendalikan olehnya./ Foto: magnific.com

Menekan rasa takut ditolak justru bisa membikin emosi tersebut semakin kuat. Menurut teori psikologi, menerima rasa takut dengan lebih penuh perhatian dapat membantu kita agar tidak terlalu dikendalikan olehnya./ Foto: magnific.com

Takut ditolak adalah hal yang manusiawi, terutama ketika kita mau merasa diterima oleh orang-orang yang krusial bagi kita. Namun, berupaya menghilangkan maupun menekan rasa takut tersebut justru dapat membuatnya semakin kuat.

Dalam psikologi, gejala ini dikenal sebagai ironic process theory. Cobalah melihat rasa takut bukan sebagai musuh, tetapi sebagai sinyal yang meminta perhatian dan kasih sayang.

Alih-alih melawannya, Anda bisa berkata dalam hati, “Terima kasih sudah berupaya melindungiku.” Dengan begitu, rasa takut statis ada tanpa mesti menentukan setiap aksi yang Anda ambil.

2. Lihat Dirimu dari Sudut Pandang Teman

Kesalahan maupun kekurangan sering kelihatan jauh lebih buruk ketika kita menilainya sendiri. Menurut penelitian, melihat diri dari perspektif pandang orang lain dan memberikan rasa kasih sayang dapat membantu seseorang menjadi lebih autentik./ Foto: magnific.com/jcomp

Kesalahan maupun kekurangan sering kelihatan jauh lebih buruk ketika kita menilainya sendiri. Menurut penelitian, melihat diri dari perspektif pandang orang lain dan memberikan rasa kasih sayang dapat membantu seseorang menjadi lebih autentik./ Foto: magnific.com/jcomp

Pernah nggak Anda menganggap satu kesalahan sebagai bukti bahwa dirimu tidak cukup baik? Padahal, jika temanmu berbuat kesalahan yang sama, mungkin Anda justru mengatakan bahwa itu hal yang wajar.

Menurut sebuah penelitian, semakin seseorang bisa memberitahu self-compassion terhadap bagiankecil dirinya yang dianggap kurang sempurna, semakin autentik pula dirinya.

Cobalah membayangkan sahabat terbaikmu sedang berbicara kepadamu setelah Anda berbuat kesalahan. Kemungkinan besar, dia tidak akan mengatakan bahwa satu kesalahan menentukan harga dirimu sebagai manusia.

3. Tulis Apa yang Bisa Kamu Dapatkan dari Penolakan

Penolakan memang terasa menyakitkan, tetapi bukan berarti Anda tidak akan baik-baik saja setelah mengalaminya. Menuliskan kemungkinan khasiat dari penolakan dapat membantu mengurangi kecemasan dan membikin kita lebih bisa menerima diri./ Foto: magnific.com

Penolakan memang terasa menyakitkan, tetapi bukan berarti Anda tidak akan baik-baik saja setelah mengalaminya. Menuliskan kemungkinan khasiat dari penolakan dapat membantu mengurangi kecemasan dan membikin kita lebih bisa menerima diri./ Foto: magnific.com

Rasa takut tidak cukup baik sering bertetap karena kita membayangkan penolakan sebagai sesuatu yang tidak akan sanggup kita hadapi. Padahal, jika seseorang tidak menyukaimu, bukan berarti hidupmu berakhir.

Menurut pendekatan ilmu jiwa dalam sumber tersebut, menyadari bahwa kita statis bisa baik-baik saja setelah ditolak dapat membantu kecemasan perlahan berkurang. Bahkan, pengalaman itu bisa mengajarkan kita untuk menerima kehilangan, bangkit, dan lebih mengutamakan penerimaan terhadap diri sendiri.

Cobalah menuliskan apa saja yang mungkin Anda pelajari maupun dapatkan jika suatu hari mengalami penolakan. Menulis juga dapat membantu seseorang mencapai pemaknaan yang lebih dalam dan mendukung kesehatan mental.

4. Buat Daftar Kelebihan Diri

Ketika terlalu sibuk mencari validasi, kita sering lupa bahwa diri sendiri memiliki banyak kualitas positif. Menuliskan kekuatan diri dapat membantu membangun kepercayaan bahwa kita tidak perlu berupaya terlalu keras agar disukai orang lain./ Foto: magnific.com

Ketika terlalu sibuk mencari validasi, kita sering lupa bahwa diri sendiri memiliki banyak kualitas positif. Menuliskan kekuatan diri dapat membantu membangun kepercayaan bahwa kita tidak perlu berupaya terlalu keras agar disukai orang lain./ Foto: magnific.com

Apakah Anda tahu apa saja hal yang Anda sukai dari dirimu sendiri? Jika belum, kini adalah waktu yang tepat untuk membikin daftarnya.

Tuliskan kekuatan yang Anda punya, mulai dari selera humor, kecerdasan, kepedulian, kreativitas, hingga kapasitas mendengarkan orang lain. Daftar ini bukan untuk membuatmu merasa lebih unggul, melainkan mengingatkan bahwa harga dirimu tidak bersandar pada seberapa banyak orang menyukaimu.

Penelitian dalam sumber tersebut juga memberitahu bahwa terlalu berupaya membikin orang lain menyukai kita justru dapat menjadi bumerang.

5. Buat dan Ulangi Mantra untuk Diri Sendiri

Mantra sederhana dapat membantu mengalihkan fokus dari penilaian orang lain balik kepada diri sendiri. Menurut ahli, mantra akan lebih berarti jika tidak sekadar diucapkan, tetapi benar-benar dihayati dan dirasakan./ Foto: magnific.com/benzoix

Mantra sederhana dapat membantu mengalihkan fokus dari penilaian orang lain balik kepada diri sendiri. Menurut ahli, mantra akan lebih berarti jika tidak sekadar diucapkan, tetapi benar-benar dihayati dan dirasakan./ Foto: magnific.com/benzoix

Ketika pikiran terlalu sibuk memikirkan gagasan orang lain, Anda bisa secara sadar mengembalikan perhatian kepada diri sendiri melalui sebuah mantra.

Pilih kalimat yang benar-benar terasa berarti dan ulangi ketika mulai mencari pengesahan eksternal. Jangan cuma mengucapkannya secara otomatis, tetapi coba rasakan fluktuasi emosi setiap kali mengatakannya.

Beberapa mantra yang bisa dicoba antara lain:

  • “Aku mau menjadi milikku sendiri terlebih dahulu.”
  • “Tujuanku bukan membikin mereka menyukaiku, tetapi menjadi diriku sendiri dan menerima konsekuensinya.”
  • “Orang yang paling krusial untuk kubahagiakan adalah diriku sendiri.”
  • “Menjadi diriku sendiri selalu cukup.”

Kalau Anda mulai selesai mencari pengesahan dari orang lain hari ini, hal kecil apa yang mau Anda lakukan untuk lebih menerima dirimu sendiri, Beauties?

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads