Jamaah membaca Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Kincai Media, JAKARTA— Pernahkah Anda merenungkan saat membaca Alquran ayat-ayat terakhir Alquran banyak yang ditutup dengan rima yang sama?
Sebagai contoh kecil saja adalah surat Al-Ikhlas dan surat al-Nas. Kedua surat ini dipungkasi dengan rima dan formasi abjad yang sama.
Hal yang demikian dalam analisis ilmu Alquran disebut dengan fashilah Alquran. Yaitu kata yang terletak di akhir ayat. Fashilah muncul pada tempat-tempat selang dalam penyampaian kalimat untuk memperindah tuturan.
Menurut Imam Al-Zarkasyi dalam kitabn Al-Burhan fi Ulum Alquran, inilah salah satu metode Alquran membedakan dirinya dari bentuk tuturan lainnya.
Fashilah disebut demikian karena pada bagiankecil tersebut dua rangkaian kalimat terpisah, yaitu akhir suatu ayat dipisahkan dari ayat sesudahnya. Istilah yang digunakan bukanlah saj‘ (sajak), melainkan fashilah.
Dalam Syarh Muqaddimah At-Tashil li Ulum At-Tanzil karangan Ibni Juzay dijelaskan, para ulama berbeda gagasan mengenai keberadaan saj‘ dalam Alquran.
Namun, perbedaan tersebut pada hakikatnya cuma berkarakter terminologis dan bermuara pada kesepakatan. Sajak yang tercela dan dilarang, yaitu sajak para dukun, tidak terdapat dalam firman Allah SAW.
Hal ini berbeda dengan sajak yang baik dan benar, yang terdapat dalam firman Allah, hadis Rasulullah SAW serta perkataan para ahli bahasa Arab yang fasih dan memiliki kapasitas retorika.
Para ulama telah menerangkan sejumlah khasiat fashilah Alquran. Di antaranya adalah gagasan Imam Al-Qurthubi dalam buku tasirnya.