Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 4 menit 501x dilihat
Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik

Bagikan Postingan

Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Beauties, pernah salingberhadapan dengan orang yang manipulatif? Memang bukan hal yang gampang menghadapi dan menanggapi orang yang manipulatif. Apa pun yang kita katakan, ia selalu berupaya memutarbalikkan kenyataan dan membikin kita merasa bersalah. Bahkan, pada tahap tertentu, aksi manipulatif mereka bisa membikin kita mempertanyakan ingatan maupun kepercayaan diri sendiri.

Kamu mungkin pernah berupaya merespons mereka dengan mendebat maupun memberikan klarifikasi panjang lebar. Kamu berpikir Anda telah menyampaikan beragam fakta, dan Anda mengharapkan mereka paham. Namun, menurut psikolog, respons seperti ini justru bisa memperburuk situasi, Beauties.

Oleh karena itu, psikolog membagikan satu kalimat yang bisa membikin orang manipulatif membisu tak berkutik. Kira-kira kalimat apa itu?

Menurut Psikolog, Kalimat Ini Bisa Bikin Orang Manipulatif Diam Tak Berkutik/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Ketika seseorang mencoba memanipulasimu, Anda bisa mengajukan pertanyaan ini kepada mereka: "Bisakah Anda menerangkan lebih lanjut apa maksudmu?"

Dilansir dari Parade, menurut psikolog Dr. Ashley Woodhull, PhD, jika diajukan dengan pembawaan yang tenang, pertanyaan ini dapat membikin manipulator bingung sekaligus meredakan ketegangan dalam percakapan. Pertanyaan ini menandakan bahwa Anda tidak memberikan reaksi emosional seperti yang diharapkan seorang manipulator.

Kalimat ini membikin Anda kelihatan statis tenang dan terkendali, terlebihlagi ketika manipulator mau Anda bereaksi secara impulsif. Selain itu, dengan mengajukan pertanyaan ini, Anda juga telah mengalihkan beban kepada mereka. Kini, merekalah yang mesti memberikan penjelasan, sementara Anda tidak perlu bersikap defensif.

Lantas, di situasi seperti apa kita bisa menggunakan kalimat tersebut?

Dr. Woodhull memberi contoh. Misalnya ketika seseorang sedang berbuat gaslighting. Orang yang manipulatif akan menyangkal telah berbuat kesalahan, bersikeras bahwa ingatanmu keliru atau kamu cuma mengarang insiden tersebut. Mereka mungkin berkata, “Itu tidak pernah terjadi. Kamu selalu salah mengerti maupun cuma membayangkannya saja.”

Kamu bisa membalas perkataan mereka dengan mengatakan, "Bisa Anda jelaskan lebih lanjut apa maksudmu?"

Namun, sepertiapa jika mereka terus mempertanyakan realitasmu? Dr. Woodhull menyarankan untuk mengatakan, “Ingatanku mengenai situasi tersebut berbeda. Bisakah kamu memberitahu bagiankecil khusus mana yang menurut kamu tidak terjadi?”

Jika mereka terus berbuat gaslighting, Anda bisa mengatakan, “Aku tidak akan berdebat soal ingatanku. Mari kita berpegang pada kenyataan yang bisa diverifikasi.”

Teknik Gray-rocking untuk Hadapi Orang Manipulatif

Teknik Gray-rocking untuk Hadapi Orang Manipulatif/Foto: Pexels.com/Timur Weber

Beauties, jika selama ini Anda menanggapi sikap manipulatif seseorang dengan memberikan pembenaran, berdebat, bersikap defensif, maupun melontarkan penjelasan, respons ini sebenarnya sangat wajar dan sring terjadi.

Namun, perlu diingat, jika upayamu tidak membuahkan hasil, bukan berarti Anda tidak berbuat komunikasi dengan baik. Sebab, menurut Dr. Woodhull, orang yang manipulatif tidak mencari penyelesaian masalah. Mereka cuma mau kendali atas situasi dan atas dirimu.

“Saat Anda mencoba mempertahankan argumen, Anda justru memberikan ‘amunisi’ tambahan bagi orang manipulatif tersebut untuk menyerang Anda," tambah Dr. Woodhull.

Pada dasarnya, orang manipulatif akan memancing lawan bicara agar merasa berkewajiban untuk memberikan penjelasan. Setelah itu, mereka akan berdebat demi mendapatkan kendali. Dampaknya, Anda akan merasa semakin tidak dipahami dan membuatmu bersikap bertahan serta terjebak dalam "kabut emosional" yang menguras energi.

“Mereka akan memanfaatkan reaksi emosional Anda sebagai senjata untuk melawan Anda, sekaligus membikin Anda merasa seolah-olah Andalah pihak yang bersalah,” ungkap Dr. Woodhull.

Selain menggunakan kalimat yang sudah disarankan sebelumnya, Dr. Woodhull juga menyarankan untuk merespons dengan teknik disebut "gray-rocking", yaitu sikap tidak melibatkan diri.

“Gray-rocking berarti Anda bersikap layaknya batu abu-abu yang tidak menarik,” jelasnya. “Anda mesti bersikap membosankan dan biasa saja, alih-alih memberitahu emosi yang berlebihan. Untuk berbuat gray-rocking, berikan respons yang singkat, tenang, dan netral.”

Sikap ini bukan berarti Anda sedang memberitahu persetujuan dengan apa yang dikatakan manipulator. Justru, Anda bersikap layaknya batu yang keras dan kokoh, tampak tenang tanpa emosi dan tidak tergoyahkan. 

"Cara ini ampuh karena melumpuhkan hal yang menjadi penggerak utama orang manipulatif: memancing respons emosional, mengumpulkan keterangan pribadi, dan mencari celah untuk membuktikan bahwa Anda salah,” lanjut Dr. Woodhull.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads