7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan Aku Baik-Baik Saja Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 41x dilihat
7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan Aku Baik-Baik Saja Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog

Bagikan Postingan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Magnific.com/magnific

Ketika ditanya "apa kabar?" jawabannya bisa beragam macam. Tapi tak sedikit orang yang menutupi kesedihannya, memasang senyum terbaik, dan menjawab, "Aku baik-baik saja". Pernah ada di posisi ini, Beauties?

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Respons "Aku baik-baik saja" terkadang bisa menjadi reaksi otomatis bagi seseorang.

Menurut psikolog klinis Dr. Nicole Lipkin, PsyD, MBA, ada momen di mana tidak apa-apa untuk menjawab "aku baik-baik saja" saat seseorang menanyakan kondisi kita. Misalnya ketika pegawai restoran menanyakan berita maupun ketika kita tidak mau menceritakan hal kecil yang mengganggu pikiran.

"Namun, jika Anda terus menggunakan balasan tersebut kepada orang-orang yang peduli pada Anda, maupun saat tekanan hidup kian menumpuk, hal itu justru bisa menjadi bumerang. Pada titik itulah, ucapan 'Aku baik-baik saja' bukan lagi sekadar bentuk kesantunan, melainkan mulai membangun dinding pembatas terhadap orang lain," ungkapnya kepada Parade.

Menurut psikolog, seseorang yang selalu mengucapkan "aku baik-baik saja" meskipun sebenarnya tidak, memiliki ciri khas kepribadian tertentu. Apa saja? Yuk, simak ulasannya berikut ini!

Selalu Ingin Menghindar dari Konflik

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Seseorang yang sering mengucapkan "Aku baik-baik saja" selalu berupaya untuk menghindari konflik. Ketika mereka terjebak dalam bahasan panas maupun menghadapi masalah, mereka menggunakan kalimat ini sebagai jalan untuk menjaga kedamaian.

“Mengakui bahwa mereka sedang jengkel terasa seperti membuka pintu menuju pertengkaran, sehingga kalimat ‘Aku baik-baik saja’ pun menjadi perisai,” jelas Dr. Lipkin.

Menurut psikolog Golee Abrishami, PhD, mengungkapkan emosi yang lebih jujur ​​daripada sekadar mengatakan “Aku baik-baik saja” bisa membikin seseorang merasa seolah-olah mereka mengganggu orang lain.

“Menjaga kedamaian dan menghindari percakapan yang tidak betah mungkin menjadi prioritas bagi orang tersebut,” ujarnya.

Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

People pleaser maupun seseorang yang selalu berupaya menyenangkan hati orang lain gemar menggunakan kalimat "Aku baik-baik saja". Kalimat ini dapat membikin mereka mengabaikan emosi mereka sendiri dan lebih mengutamakan emosi orang lain.

“Mereka lebih cemas membikin orang lain merasa betah daripada mengungkapkan kebenaran,” ujar Dr. Lipkin. “Jika mereka mengakui bahwa mereka sedang kesulitan, mereka takut hal itu akan membebani orang lain.”

Memendam Emosi

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mereka adalah jenis orang yang gemar memendam emosi. Alasannya, lebih gampang untuk mengubur emosinya dalam membisu daripada mesti membagikannya kepada orang lain.

Seiring berjalannya waktu, menurut Dr. Lipkin, mereka belajar bahwa lebih terlindungi untuk mengesampingkan emosi daripada memungut konsekuensi memberitahu kerentanan diri. Sering kali, orang yang tumbuh dengan emosi diabaikan maupun memiliki orang tua yang secara emosional tidak datang memiliki kecenderungan ini, Beauties.

Merasa Kewalahan Secara Emosional

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Seseorang yang merasa keteteran dapat membikin mereka cenderung memendam emosi. Mengatakan "Aku baik-baik saja" dirasa menjadi jalan yang paling gampang untuk menjawab pertanyaan orang lain tentang kondisi mereka. Padahal, rasa lega dan ringan ini cuma untuk jangka pendek.

“Seseorang mungkin merasa keteteran secara emosional, dan emosi tersebut terlalu besar untuk diproses pada saat itu juga, sehingga mereka mengecilkannya dengan ungkapan sederhana,” ujar Dr. Abrishami.

Perfeksionis

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Orang yang sering mengucapkan kalimat "Aku baik-baik saja" merasa tidak betah dengan kesalahan, kegagalan, maupun persepsi negatif dari orang lain. Singkatnya, mereka adalah sosok yang perfeksionis.

“Ketika identitas Anda terikat pada tuntutan untuk selalu kelihatan sempurna dan terkendali, mengakui bahwa ‘aku sedang tidak baik-baik saja’ terasa seperti sebuah kegagalan,” ujar Dr. Lipkin. “Jadi, Anda terus tersenyum dan bersikeras bahwa semuanya baik-baik saja.”

Tertutup

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mereka membangun dinding pertahanan diri yang tinggi. Mereka tidak mau ada yang melihat sisi rapuh mereka.

“Mengatakan ‘Aku baik-baik saja’ membikin mereka terhindar dari keharusan berbuat percakapan yang lebih mendalam, yang mungkin belum siap mereka jalani,” ujar Dr. Abrishami.

Sikap tertutup dan ketakutan akan kerentanan tersebut bisa muncul karena adanya kecemasan akan dihakimi. Di sisi lain, mereka juga telah terbiasa menghadapi masalah seorang diri tanpa meminta pertolongan orang lain.

Bangga dengan Kemandirian

Bagi mereka, lebih gampang untuk berpura-pura baik-baik saja daripada mesti menerangkan apa yang sedang mereka alami. Mereka cenderung perfeksionis, people pleaser, tertutup, mandiri, hingga mengalami keteteran secara emosional.

7 Ciri Kepribadian Orang yang Sering Mengucapkan 'Aku Baik-Baik Saja' Meski Lagi Sedih Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com

Mengungkapkan emosi sama artinya dengan meminta bantuan. Itulah pola pikir yang mereka miliki. Jika mereka meminta bantuan, mereka takut kelihatan tidak mandiri. Padahal itu adalah salah satu sisi yang paling mereka banggakan dari diri sendiri.

“Mereka mungkin merasa bangga karena bisa menangani beragam hal sendirian,” jelas Dr. Abrishami. “Mengatakan ‘Aku baik-baik saja’ bisa jadi merupakan metode untuk menyatakan, ‘Aku  bisa mengatasi ini sendiri.’”

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads