Anak sudah mulai MPASI, sekarang saatnya memilih lemak yang baik untuk pertumbuhannya ya. Termasuk minyak untuk MPASI anak umur enam bulan, sebagai salah satu sumber lemak makanannya.
Lemak, juga disebut masam lemak alias lipid, adalah makronutrien yang dibutuhkan tubuh kita untuk berfaedah secara optimal. Lemak merupakan corak penyimpanan daya utama dan tubuh kita membutuhkannya sebagai sumber bahan bakar. Salah satu sumber makanan alami yang kaya lemak adalah minyak.
Minyak pun tersedia beragam variasinya, yang masing-masing mempunyai lemak sehat di kandungannya. Bagi bayi, lemak sehat dapat membantu dalam perkembangan otak dan sistem saraf. Dikutip dari Only About Children, otak manusia terdiri dari 60 persen lemak, itulah sebabnya asupan lemak yang sehat sangat krusial untuk kegunaan dan perkembangan otak yang optimal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, lemak sehat berfaedah untuk penyerapan vitamin. Vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E, K) memerlukan sumber lemak dalam diet agar dapat diserap dan dimanfaatkan dengan baik dalam tubuh. Lalu, lemak adalah bahan penyusun hormon, yang berkedudukan dalam mengatur suasana hati, pertumbuhan, dan perkembangan.
Di samping itu, lemak sehat menyediakan sumber antioksidan yang membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh, yang sangat krusial bagi anak-anak yang sedang tumbuh.
Bicara tentang minyak, di Indonesia jenis minyak yang paling sering digunakan adalah minyak sawit. Dikutip dari Solid Starts, minyak sawit umumnya dianggap kondusif jika digunakan dalam jumlah yang wajar dalam makanan bayi. Seperti untuk olahan dalam sup, semur, dan untuk menumis sayuran, memasak daging, alias mencampurnya ke dalam biji-bijian dan bubur.
Minyak sawit menyediakan lemak makanan, yang krusial untuk pertumbuhan bayi, perkembangan otak, dan penyerapan vitamin larut lemak (A, D, E, dan K). Minyak sawit kaya bakal beragam jenis lemak, termasuk lemak jenuh, tak jenuh tunggal, dan tak jenuh ganda.
Minyak ini juga mengandung vitamin E dan dalam beberapa kasus, beta karoten, yang bersama-sama mendukung kesehatan kekebalan tubuh dan penglihatan bayi. Seperti semua minyak, minyak sawit paling baik digunakan sebagai bagian dari diet bervariasi yang mencakup beragam sumber lemak.
Selain minyak sawit, ada beberapa jenis minyak lainnya untuk MPASI yang bisa kita gunakan. Apa saja minyaknya?
1. Minyak kelapa
Minyak kelapa termasuk minyak yang cukup umum digunakan untuk MPASI. Namun, sebagai catatan penting, minyak kenapa kudu digunakan dalam jumlah sedang lantaran mempunyai lebih banyak lemak jenuh dibanding minyak nabati lainnya.
Meskipun banyak orang memuji faedah kesehatan trigliserida rantai menengah yang ditemukan dalam minyak kelapa, lemak ini sebenarnya hanya sebagian mini dari minyak tersebut. Namun, minyak kelapa mempunyai kegunaan lainnya dan dapat menjadi pelembap yang bagus untuk kulit dan rambut bayi.
2. Minyak zaitun
Dikutip dari laman Clover Health, minyak zaitun, terutama yang extra virgin (EVOO) mengandung lemak tak jenuh tunggal yang baik untuk jantung dan mempunyai sifat anti-inflamasi yang dapat menurunkan kolesterol LDL. Karena tidak dimurnikan (tidak terpapar panas tinggi), minyak oliva extra virgin sering dianggap sebagai jenis minyak oliva yang lebih sehat
Apa bedanya dengan yang bukan extra virgin? Minyak oliva biasa alias ringan, mempunyai titik asap yang lebih tinggi dan dapat digunakan untuk memanggang dan menggoreng, tetapi mempunyai lebih sedikit antioksidan dan lebih banyak diproses daripada minyak oliva extra virgin.
Minyak oliva extra virgin mempunyai titik asap yang lebih rendah, sehingga lebih cocok untuk membikin saus salad, ditaburkan di atas pasta, alias digunakan dengan makanan yang dimasak dengan api kecil.
3. Minyak kanola
Minyak kanola rendah lemak jenuh dan dapat dipanaskan hingga kisaran 204 hingga 246 derajat Celsius. Minyak ini juga mempunyai rasa yang lebih lembut daripada beberapa minyak masak lainnya.
Minyak kanola mengandung banyak lemak omega-3 yang sehat. Salah satu kekurangan minyak ini adalah dapat mulai terasa alias berbau sedikit amis seiring lamanya jarak pemakaian. Secara umum, minyak canola tahan enam bulan hingga satu tahun setelah dibuka dan sekitar dua tahun jika belum dibuka.
4. Minyak kembang mentari dan minyak safflower
Minyak kembang mentari dan minyak safflower tersedia dalam dua versi, biasa (tradisional) alias tinggi oleat. Versi tinggi oleat lebih sehat lantaran mengandung lemak tak jenuh tunggal, selain lemak tak jenuh ganda.
Jika Bunda mempunyai minyak kembang mentari alias minyak safflower biasa, sebaiknya hanya digunakan sesekali lantaran tinggi masam lemak omega-6, yang menurut beberapa penelitian dapat menyebabkan peradangan.
5. Minyak jagung, kedelai, dan minyak nabati lainnya
Minyak nabati biasanya terbuat dari minyak jagung alias kedelai, alias campuran yang mungkin termasuk minyak canola, jagung, kedelai, biji kapas, alias kembang matahari. Meskipun lebih sehat daripada lemak padat, minyak ini tidak mempunyai faedah kesehatan dari lemak tak jenuh tunggal yang ditemukan dalam minyak zaitun, alpukat, kacang tanah, dan canola. Karena minyak nabati mempunyai titik asap yang tinggi, minyak ini cocok untuk menumis, memanggang, alias membakar.
Demikian ulasan mengenai beberapa minyak untuk MPASI. Pilih yang kondusif untuk Si Kecil ya!
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·