Perlukah Bikin Jadwal Untuk Berhubungan Intim Suami Istri? Ini Kata Pakar

May 05, 2026 08:20 PM - 1 jam yang lalu 83

Jakarta -

Frekuensi berasosiasi intim setiap pasangan suami istri dapat bervariasi, Bunda. Ada yang melakukan hubungan intim beberapa kali per minggu lantaran sedang merencanakan kehamilan.

Lantas, perlukah membikin agenda berasosiasi intim bagi pasangan suami istri? Apakah agenda ini bisa keutuhan rumah tangga?

Dilansir laman Yahoo Life Inggris, menjadwalkan hubungan seks rupanya lebih dari sekedar perencanaan kehamilan. Melakukannya secara teragendakan bisa menyelamatkan hubungan suami istri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Saya sungguh berpikir hubungan saya tidak bakal memperkuat jika bukan lantaran menjadwalkan untuk berasosiasi intim," kata salah satu pendiri Hormone Hub, Holly Robinson.

"Kami berdua (Robinson dan istri) bekerja, kami berdua punya anak, kami mempunyai banyak sekali perangkat elektronik dan itu bisa sangat menjauhkan hubungan kami. Kami kudu secara sadar memilih untuk terhubung kembali satu sama lain. Jelas saya lebih suka berasosiasi intim secara spontan kapan pun momennya tepat, tetapi secara realistis itu bisa menjadi tantangan."

Robinson menyarankan pasangan suami istri untuk membikin agenda berasosiasi intim. Namun, kontak bentuk ini tidak kudu selalu berasosiasi seksual.

"Kenapa tidak menjadwalkan satu jam sehari untuk berduaan sepenuhnya? Ini tidak kudu selalu tentang seks. Ketika aku sedang tidak ingin, itu bisa sesederhana berpelukan. Kemudian, jika berujung pada seks, ya lakukan saja," ungkapnya.

"Saya sangat menyarankan untuk meluangkan waktu untuk keintiman di tengah kesibukan hidup. Hal itu bisa menyelamatkan hubungan," sambungnya.

Waktu tepat menjadwalkan hubungan intim

Lebih lanjut, Robinson menyarankan untuk menjadwalkan berasosiasi intim pada waktu yang berbeda dalam sehari. Jadi, pasangan tidak perlu melakukan rutinitas ini menjelang waktu tidur saja, Bunda.

"Kita semua sangat sibuk. Banyak dari kita mempunyai anak dan seks seringkali menjadi perihal terakhir yang kita lakukan dengan pasangan di akhir malam, tepat sebelum kita tidur. Itu menjadi prioritas yang tergeser," ungkap Robinson.

"Beralih dari hanya berasosiasi intim sebelum tidur menjadi menjadwalkan seks mungkin dapat menimbulkan tekanan yang tidak perlu. Namun, jika kita mulai dengan menciptakan ruang untuk keintiman, ciuman, pelukan, pijatan, apalagi beberapa ragam seks dengan penuh kesadaran, perihal itu dapat memberikan akibat besar pada hubungan yang sedang bermasalah."

Selain menjadwalkan hubungan intim, Robinson juga menyarankan pasangan meluangkan waktu untuk berbincang tentang keintiman. Hal itu dapat membantu menunjukkan kepada pasangan bahwa mereka penting.

"Selama waktu ini, kita dapat membicarakan apa yang kita butuhkan dari keintiman. Kita juga bisa mengusulkan pertanyaan seperti, 'Bagaimana saya bisa membikin Anda merasa nyaman?'," katanya.

Bagi pasangan suami istri yang mau mengeksplorasi pendapat untuk menjadwalkan hubungan intim, Robinson menyarankan untuk meluangkan waktu lebih banyak untuk berciuman, berpelukan, melakukan percakapan intim, dan pijat. Jadi, kontak bentuk tidak hanya pada berasosiasi intim saja, Bunda.

Ia juga menyarankan untuk bersikap terbuka tentang penjadwalan seks. Menurutnya, menyempurnakan kehidupan intim bisa sama pentingnya dengan terapi untuk menjaga kesehatan mental kita.

Demikian pendapat master tentang pentingnya menjadwalkan hubungan intim. Semoga info ini bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Selengkapnya