3 Cara Mudah Mengatasi Ketombe Untuk Bunda Yang Banyak Melakukan Aktivitas Outdoor

May 05, 2026 09:50 PM - 1 jam yang lalu 65

Jakarta -

Ketombe menjadi salah satu masalah kesehatan kulit kepala yang paling umum dialami oleh banyak orang. Bagi perempuan, masalah ketombe tak hanya bikin tak nyaman beraktivitas, tapi juga memengaruhi rasa percaya diri, Bunda.

Menurut studi, 50 persen orang di bumi pernah alias sedang mengalami masalah ketombe. Ada banyak aspek penyebabnya, seperti kondisi lingkungan dan kebiasaan sehari-hari yang tidak sehat.

"Ketombe perlu dipahami secara menyeluruh, mulai dari kondisi kulit kepala hingga style hidup. Bagi masyarakat di daerah tropis seperti Indonesia, ketombe dapat muncul seiring dengan suasana yang lembap, kegiatan harian yang tinggi dan pemakaian helm saat commuting alias penggunaan hijab dalam waktu lama, serta keringat berlebih," kata master estetik dr. Devina Ciayadi dalam Flakes Off My Crown Launch Event berbareng Lavojoy, di Jakarta Selatan, Rabu (15/4/26).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menurut Devina, penyebab utama ketombe adalah jamur Malassezia yang ada di kulit kepala alias scalp. Jamur ini sebenarnya sudah menetap di kulit kepala setiap orang. Namun, jamur dapat 'bangun' dan berkembang jika aspek penyebab lainnya muncul, Bunda.

"Sebenarnya, penyebab ketombe itu lantaran jamur dan jamur ini ada di kulit kepala kita. Tidak ada satu pun tang tak punya jamur ini di kulit kepalanya. Tapi jamur bakal berkembang jika lingkungan kulit kepala tidak sehat," ungkap Devina.

Meski ketombe dapat muncul lantaran aspek lingkungan, bukan berfaedah masalah di kulit kepala ini menjadi tanda seseorang dicap 'jorok'. Devina mengatakan bahwa orang yang giat keramas pun bisa mempunyai ketombe jika kulit kepalanya kering. Pasalnya, ketika kulit kepala kering, tubuh bakal memproduksi banyak minyak di rambut, sehingga memudahkan jamur 'aktif' kembali.

Perlu dipahami juga, ketombe tidak menular ya. Pasalnya, ada kombinasi beragam komponen yang dapat menyebabkan seseorang 'ketombean', dan tidak selalu lantaran jamur saja.

"Misalnya saat memakai helm, itu bukan ketombe yang pindah dari helm ke rambut kita. Tapi helm itu membikin kondisi rambut kita lebih berminyak dan lembap. Kalau minyak makin banyak, makin subur jamurnya, dan jamur itu suka dengan kondisi lembap," ungkap Devina.

Cara mencegah dan mengatasi ketombe

Ada beberapa langkah yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah dan mengatasi ketombe di kepala, yakni:

1. Menggunakan sampo alias produk perawatan rambut yang tepat

Ketombe dapat diatasi dengan menggunakan sampo yang tepat untuk membersihkan rambut dan kulit kepala. Sampo yang tepat ini mengandung anti-jamur, seperti selenium sulfide dengan kadar yang tepat.

Menurut Devina, sekarang tersedia sampo dengan kadar persentase selenium sulfide yang bisa digunakan untuk beberapa kondisi. Misalnya, selenium sulfide dengan kadar 0,2 persen dapat digunakan untuk kulit kepala yang tidak terlalu berminyak dan hanya mempunyai sedikit serpihan putih ketombe.

Sementara itu, ada juga selenium sulfide dengan kadar 0,6 persen yang dapat digunakan oleh Bunda dengan kondisi kulit kepala cukup berminyak dengan serpihan yang agak besar. Nah, pada kondisi ketombe yang sudah tidak bisa dikontrol meski sudah menjaga kebersihan rambut, Bunda dapat menggunakan sampo mengandung selenium sulfide dengan kadar 1 persen.

"Untuk rambut berminyak boleh menggunakan sampai setiap hari alias dua kali sehari tergantung kondisi kulit kepala. Kalau rambut yang condong kering bisa keramas seminggu dua kali cukup," ujar Devina.

2. Melakukan keramas dengan benar

Kebiasaan keramas yang salah juga bisa menyebabkan ketombe tak kunjung hilang, Bunda. Pasalnya, keramas yang salah dapat mencegah unsur aktif bekerja di kulit kepala hingga menyebabkan iritasi.

"Cara keramas yang betul itu, pertama rambut dibasahi. Lalu, sampo diratakan ke kepala. Jangan membersihkan rambut menggunakan kuku yang tajam," kata Devina.

"Setelah sampo sudah merata, diamkan beberapa menit karena zat aktif di sampo butuh waktu untuk bekerja. Kemudian yang terakhir baru dibilas sampai bersih."

3. Mengubah kebiasaan sederhana

Tips terakhir untuk mencegah dan mengatasi ketombe adalah mengubah kebiasaan sederhana jika aktif melakukan kegiatan di luar ruangan. Berikut kebiasaan yang dapat diubah:

  • Bagi Bunda yang berjilbab dapat menggunakan inner berbahan katun yang dapat menyerap keringat dengan baik dan tidak bikin gerah.
  • Gunakan pelindung rambut saat memakai helm.

Demikian tips mencegah dan mengatasi ketombe yang sering bikin kita enggak percaya diri. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

Selengkapnya