5 Kebiasaan Kecil Yang Bisa Bantu Hidup Jadi Lebih Sehat Dan Bahagia

Jul 26, 2026 10:00 PM - 6 jam yang lalu 283

Jakarta -

Memulai style hidup sehat memang sering kali terasa susah ya Bunda lantaran banyak orang langsung menetapkan sasaran yang terlalu besar. Misalnya saja berolahraga satu jam setiap hari alias berakhir menggunakan ponsel secara drastis. Padahal, perubahan mini yang dilakukan secara konsisten justru bisa lebih mudah dipertahankan.

Konsep ini dikenal sebagai micro habits alias kebiasaan mikro. Menurut terapis sekaligus penulis Toxic Productivity, Israa Nasir, kebiasaan mikro membantu mengurangi rasa kewalahan lantaran lebih mudah dimasukkan ke dalam rutinitas sehari-hari.

"Banyak orang kesulitan dengan motivasi lantaran mereka menetapkan tujuan yang terlalu ambisius alias memerlukan perubahan style hidup yang drastis," kata Nasir, melansir HuffingtonPost.


Pendapat serupa disampaikan Gina Cleo, Direktur Habit Change Institute di Australia. Ia menjelaskan, keberhasilan melakukan kebiasaan mini dapat memicu pelepasan dopamin, ialah unsur kimia di otak yang berkedudukan dalam sistem penghargaan. Respons ini membikin seseorang lebih termotivasi untuk mengulang kebiasaan tersebut.

"Jadi itu memperkuat siklus kebiasaan, ketika kita mendapatkan suntikan dopamin, otak kita seperti, 'wah, itu terasa sangat enak, kita kudu melakukannya lagi,’ dan otak kita sebenarnya mulai membikin kita mau melakukan kebiasaan itu lagi," kata Cleo.

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan baru terbentuk melalui pengulangan yang konsisten, bukan lantaran melakukan perubahan besar dalam waktu singkat.

Lantas, kebiasaan sederhana apa saja yang bisa dicoba?

Apa itu micro habits alias kebiasaan mikro?

Micro habits adalah tindakan mini yang mudah dilakukan setiap hari dan memerlukan upaya yang minimal. Meski terlihat sederhana, kebiasaan ini dapat membantu membangun perubahan perilaku secara berjenjang jika dilakukan secara konsisten.

Menurut Nasir, pendekatan ini membantu mengubah niat menjadi tindakan. Alih-alih membikin sasaran yang terlalu berat, seseorang cukup memulai dari langkah yang paling mini sehingga lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.

5 Kebiasaan kecil yang bisa bantu hidup lebih sehat dan bahagia

Bunda tidak perlu langsung menerapkan kebiasaan mikro yang rumit. Langkah-langkah kecil berikut ini bisa dilakukan setiap hari untuk membantu menjaga kesehatan bentuk maupun mental.

1. Tarik napas sebelum bereaksi

Saat menghadapi situasi yang memicu emosi, Bunda bisa berakhir sejenak dan menarik napas dalam sebelum memberikan respons.

Menurut Cleo, banyak orang sebenarnya bertindak secara impulsif meski tidak menginginkannya. Karena itu, membiasakan diri menarik napas dalam sebelum merespons dapat membantu menenangkan diri saat menghadapi situasi yang penuh tekanan.

"Mengambil satu napas dalam-dalam sebelum bereaksi membantu mengatur emosi, mengurangi stres, dan mengatur sistem saraf," kata Cleo.

2. Minum segelas air setelah bangun tidur

Banyak orang menyadari pentingnya minum air putih, tapi sering lupa melakukannya. Menurut Emma Mahony, terapis dari Pennsylvania, kebiasaan ini tidak kudu dimulai dengan sasaran yang besar.

Bunda bisa memulainya dengan langkah sederhana, misalnya minum segelas air setelah bangun tidur alias setiap kali makan.

"Mencoba bangun dan minum segelas air, alias memastikan Anda minum segelas air setiap kali makan adalah dua langkah yang baik untuk memulai," kata Mahony.

Kebiasaan mini ini dinilai lebih mudah dipertahankan dibandingkan langsung menargetkan minum dua liter air setiap harinya. Air berkedudukan krusial dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, membantu kegunaan organ bekerja dengan baik, serta mendukung beragam proses metabolisme.

Meluangkan waktu satu alias dua menit saja setiap hari untuk menulis satu perihal yang disyukuri juga termasuk kebiasaan mikro. Menurut Cleo, praktik rasa syukur membantu melatih otak untuk lebih konsentrasi pada hal-hal positif. 

"Ini melepaskan serotonin, yang memberi kita emosi puas dan kondusif yang indah," ujar Cleo.

Temuan ini sejalan dengan penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology. Penelitian itu menunjukkan bahwa praktik rasa syukur dapat meningkatkan kesejahteraan psikologis, emosi positif, dan kepuasan hidup.

4. Bangun dan lakukan peregangan singkat setiap satu jam

Jika Bunda lebih banyak duduk saat bekerja, jangan lupa bangun dan melakukan peregangan ringan setiap satu jam. Kebiasaan sederhana ini hanya memerlukan waktu beberapa detik, tetapi dapat membantu tubuh tetap aktif.

Bunda bisa mencoba membungkuk untuk menyentuh jari kaki selama beberapa detik alias melakukan peregangan pada lengan, bahu, leher, maupun pergelangan tangan secara perlahan.

Peregangan ringan dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi kekakuan otot, serta mengurangi akibat duduk terlalu lama.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga menganjurkan agar waktu duduk yang terlalu lama diimbangi dengan kegiatan bentuk ringan, meski hanya berupa aktivitas ringan.

5. Jauhkan ponsel sebelum tidur

Kebiasaan bermain ponsel hingga menjelang tidur dapat membikin waktu rehat berkurang. Karena itu, Mahony menyarankan mengganti kebiasaan tersebut dengan membaca satu laman kitab sebelum tidur.

Sementara itu, Cleo juga menyarankan membikin waktu alias area bebas ponsel agar penggunaan gawai lebih terkontrol.

Penelitian menunjukkan bahwa paparan sinar biru dari layar gawai pada malam hari dapat menghalang produksi hormon melatonin yang berkedudukan dalam mengatur siklus tidur. Akibatnya, seseorang bisa lebih susah tertidur dan kualitas tidurnya menurun.

Mengapa kebiasaan mini justru lebih mudah dipertahankan?

Kebiasaan besar sering kali terasa berat sehingga lebih mudah ditinggalkan. Sebaliknya, kebiasaan mini lebih realistis untuk dilakukan setiap hari sehingga lebih mudah menjadi bagian dari rutinitas.

Penelitian yang dilakukan Phillippa Lally dan rekan-rekannya, yang dipublikasikan dalam European Journal of Social Psychology, menunjukkan bahwa kebiasaan terbentuk melalui pengulangan perilaku secara konsisten dalam konteks yang sama. Semakin sering suatu tindakan diulang, semakin besar peluangnya menjadi kebiasaan yang dilakukan secara otomatis.

Karena itu, Bunda tidak perlu langsung melakukan perubahan besar. Memulai dari satu kebiasaan mikro yang sederhana setiap hari dapat menjadi langkah awal untuk membangun style hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya