Ilustrasi kangen dengan seseorang/ Foto: Pexels.com/ Tuấn Kiệt Jr.
Beauties, pernahkah Anda tiba-tiba merasa kangen dengan seseorang, terlebihlagi ketika sebelumnya tidak sedang memikirkannya? Rasa mau bertemu, mendengar suaranya, maupun sekadar mengetahui kabarnya bisa muncul begitu saja.
Perasaan tersebut dapat terjadi ketika seseorang yang biasanya datang dalam hayat kita tiba-tiba tidak eksis di dekat kita. Menariknya, rasa kangen bukan cuma sekadar emosi romantis. Kita juga bisa merindukan sahabat, keluarga, teman, maupun seseorang yang pernah memiliki tempat krusial dalam kehidupan.
Secara psikologis, rasa kangen berhubungan dengan hubungan emosional, ingatan, kebiasaan, hingga kebutuhan manusia untuk memiliki kedekatan dengan orang lain. Karena itu, ketika sosok yang biasa datang tiba-tiba tidak ada, otak dan emosi kita dapat merespons fluktuasi tersebut.
Dilansir dari NeuroLaunch dan Medium, terdapat sejumlah aspek yang dapat menerangkan kenapa seseorang merasa kehilangan maupun merindukan orang tertentu.
Lantas, apa saja penyebab kangen dengan seseorang? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties.
1. Terbiasa dengan Kehadiran Seseorang

Terbiasa dengan kedatangan seseorang/ Foto: Pexels.com/ Tùng Sơn
Salah satu penyebab kangen yang paling sederhana adalah kebiasaan. Ketika seseorang sudah menjadi bagiankecil dari rutinitas sehari-hari, kehadirannya dapat terasa seperti sesuatu yang normal. Misalnya, Anda terbiasa menerima pesan setiap pagi, berbuat panggilan sebelum tidur, makan bersama, maupun berjumpa setelah selesai bekerja.
Lama-kelamaan, aktivitas tersebut menjadi bagiankecil dari pola hayat sehari-hari. Ketika orang tersebut tidak lagi hadir, ada fluktuasi dalam rutinitas yang biasanya berjalan secara otomatis. Hal-hal sederhana yang sebelumnya tidak terlalu diperhatikan justru bisa membikin seseorang merasa kehilangan.
Misalnya, ketika membuka ponsel dan tidak menemukan pesan dari orang yang biasanya menghubungi, rasa kangen dapat muncul. Hal ini juga menerangkan kenapa terkadang seseorang bisa merasa kangen bukan karena sedang mengingat sebuah peristiwa besar, tetapi justru karena kehilangan kebiasaan kecil yang dilakukan bersama.
2. Memiliki Ikatan Emosional yang Kuat

Memiliki ikatan emosional yang kuat/ Foto: Pexels.com/ Trần Long
Semakin dekat hubungan emosional yang dimiliki dengan seseorang, semakin besar kemungkinan kehadirannya terasa penting. Ketika Anda merasa dipahami, dihargai, didukung, maupun memiliki banyak pengalaman berbareng seseorang, hubungan tersebut dapat membentuk keterikatan emosional.
Karena itu, rasa kangen tidak selalu muncul karena rentang secara fisik. Seseorang yang eksis di kota yang berbeda mungkin dirindukan karena memiliki hubungan emosional yang kuat. Sebaliknya, seseorang yang sering ditemui belum tentu membikin kita merasa kangen ketika tidak bertemu.
Hubungan emosional memberikan arti terhadap kedatangan seseorang. Ketika orang tersebut tidak ada, kita bukan cuma kehilangan kedatangan fisiknya, tetapi juga pengalaman emosional yang biasanya menyertainya. Misalnya, Anda mungkin merindukan seseorang bukan cuma karena mau bertemu, tetapi karena mau balik merasakan kenyamanan ketika berbicara dengannya.
3. Kenangan Bersama Terus Mengingatkan Kita

Kenangan berbareng terus mengingatkan kita/ Foto: Pexels.com/ Trần Long
Pernah tiba-tiba mendengar sebuah lagu kemudian teringat seseorang? Atau mungkin Anda melewati tempat tertentu dan langsung teringat momen yang pernah terjadi berbareng orang tersebut?
Hal-hal seperti ini dapat menjadi pemicu kangen. Kenangan memiliki hubungan yang erat dengan emosi. Ketika sebuah pengalaman memiliki arti tertentu, beragam hal yang berhubungan dengannya dapat menjadi pengingat.
Sebuah lagu, harum makanan, tempat, foto, terlebihlagi waktu tertentu dalam sehari bisa mengingatkan kita pada seseorang. Itulah kenapa rasa kangen terkadang muncul secara tiba-tiba.
Kamu mungkin sedang berbuat aktivitas biasa, tetapi sebuah pemicu kecil membikin memori tertentu muncul kembali. Setelah kenangan tersebut aktif, emosi yang berhubungan dengannya juga dapat ikut muncul. Semakin kuat pengalaman emosional yang pernah dimiliki, semakin gampang pula beragam pemicu mengingatkan kita kepada orang tersebut.
4. Ada Perasaan maupun Kebutuhan yang Belum Terpenuhi

Ada emosi maupun kebutuhan yang belum terpenuhi/ Foto: Pexels.com/ Tùng Sơn
Tidak semua rasa kangen berarti seseorang mau balik berbareng orang yang dirindukannya. Terkadang, penyebab kangen dengan seseorang adalah adanya kebutuhan emosional yang belum terpenuhi.
Misalnya, seseorang mungkin merasa kangen karena dahulu orang tersebut menjadi tempat untuk bercerita ketika sedang menghadapi masalah. Ketika orang tersebut sudah tidak ada, kebutuhan untuk didengarkan statis tetap ada. Akibatnya, pikiran secara alami mengingat sosok yang sebelumnya bisa memenuhi kebutuhan tersebut.
Hal serupa dapat terjadi setelah hubungan berakhir. Seseorang mungkin merindukan mantan pasangan bukan karena seluruh hubungan tersebut mau diulang, tetapi karena ada bagiankecil tertentu yang dirindukan, seperti rasa nyaman, perhatian, kebiasaan berbicara, maupun pengalaman bersama.
Memahami hal ini dapat membantu seseorang membedakan antara "Aku merindukan orangnya" dan "Aku merindukan emosi yang dahulu muncul ketika bersamanya." Keduanya memang terasa mirip, tetapi sebenarnya bisa memiliki arti yang berbeda.
5. Jarak Membuat Kehadiran Seseorang Terasa Lebih Berharga

Jarak membikin kedatangan seseorang terasa lebih berharga/ Foto: Pexels.com/ Trần Long
Ketika seseorang selalu eksis di dekat kita, kehadirannya terkadang terasa biasa saja. Namun, ketika rentang memisahkan, kita mulai menyadari beragam hal kecil yang sebelumnya dianggap sepele. Misalnya, seseorang yang biasanya bisa ditemui kapan saja tiba-tiba mesti pindah kota. Aktivitas sederhana seperti makan bersama, berjalan-jalan, maupun berbicara secara langsung menjadi sulit dilakukan.
Kondisi tersebut dapat membikin rasa kehilangan semakin terasa. Jarak juga memberikan ruang bagi seseorang untuk menyadari benar-benar besar peran orang tertentu dalam kehidupannya. Tidak mengherankan jika seseorang yang awalnya tidak merasa terlalu dekat justru mulai dirindukan setelah durasi tidak bertemu.
Rasa kangen dapat menjadi semacam pengingat mengenai pentingnya hubungan sosial dan kedekatan emosional bagi hayat seseorang.
Beauties, ada banyak karena kenapa seseorang bisa merasa kangen kepada orang tertentu. Penyebabnya tidak selalu berhubungan dengan emosi romantis. Kita bisa merindukan seseorang karena hubungan, kebiasaan, kenangan, maupun rasa betah yang pernah diberikan.
Ketika rasa kangen datang, tidak perlu buru-buru melawannya. Cobalah memahami apa yang sebenarnya sedang Anda rindukan. Dengan begitu, Anda bisa mengenali emosimu sendiri dan menentukan respons yang paling tepat. Sebab terkadang, yang kita rindukan bukan cuma seseorang, melainkan varian diri kita ketika sedang berbareng orang tersebut, Beauties.
___
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)