Melatih konsentrasi anak bisa dipelajari sejak usia dini. Dengan mendorong anak-anak kita untuk melatih konsentrasi dan konsentrasi sejak usia muda, mereka bakal terus membangun hubungan tersebut di otak mereka dan menerapkan konsentrasi pada setiap tugas sepanjang perkembangan mereka.
Namun, perlu kita ketahui lebih dulu bahwa keahlian anak untuk konsentrasi dan memperhatikan lebih dari satu perihal itu tergantung dari usia mereka. Kemampuan itu bakal berubah seiring pertumbuhan mereka.
Dilansir BBC, sebelum ulang tahun pertama anak, rentang perhatian alias konsentrasi mereka sangat pendek, dan mereka mungkin mudah teralihkan oleh pemandangan, gerakan, dan bunyi di sekitar mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anak-anak sekitar usia satu hingga tiga tahun seringkali hanya dapat konsentrasi pada satu perihal dalam satu waktu. Mereka tidak bakal dapat mendengarkan kita dengan baik jika mereka sedang melakukan tugas lain. Anak baru mulai bisa mendengarkan sembari mengerjakan tugas pada usia empat tahun, dan keahlian ini terus berkembang hingga usia sekolah.
Konsentrasi dan konsentrasi sangat krusial bagi anak-anak usia prasekolah saat mereka mempersiapkan diri dan bertransisi ke lingkungan sekolah yang lebih umum seperti sekolah dasar. Meskipun style pengajaran di sekolah dasar serupa, namun bisa lebih terstruktur dan mengharuskan anak untuk konsentrasi dalam jangka waktu yang lebih lama.
Oleh lantaran itu, ada baiknya orang tua membantu anak melatih konsentrasi dan menguasai konsentrasi sebelum melangkah ke sekolah yang lebih besar.
Cara stimulasi latih konsentrasi anak sejak dini
Berikut lima langkah stimulasi yang dapat orang tua gunakan untuk membantu anak lebih fokus:
1. Mewarnai
Dilansir Academy of Scholars, mewarnai membantu anak menjadi kreatif, berkonsentrasi, dan melatih keahlian menulis, Bunda. Aktivitas ini adalah salah satu langkah termudah untuk meningkatkan rentang perhatian alias konsentrasi anak lantaran Bunda dapat melakukannya nyaris di mana saja, misalnya di rumah, di sekolah, alias apalagi restoran ramah anak.
2. Permainan bercerita
Permainan bercerita sangat ideal untuk keluarga. Jika Bunda kesulitan mengembangkan cerita, Bunda dapat menggunakan cerita yang sudah dikenal anak-anak. Ini adalah permainan yang sangat sederhana untuk diikuti. Cara bermainnya adalah narator pertama menceritakan sebuah cerita pendek, seperti "Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki berjulukan David."
Orang berikutnya mengulangi cerita tersebut tetapi menambahkan perincian lain, seperti, “Dahulu kala, ada seorang anak laki-laki berjulukan David, dan dia membantu keluarganya dengan menjaga domba-domba mereka.”
Lanjutkan permainan ini ke setiap personil keluarga, mengulangi cerita yang semakin berkembang hingga seseorang lupa detailnya, dan permainan berakhir. Bunda dapat membikin cerita lebih sederhana untuk anak-anak yang lebih muda dan membuatnya lebih rumit seiring dengan peningkatan keahlian semua orang.
3. Mencocokkan flash card
Mencocokkan flash card dapat melatih konsentrasi anak. Bunda dapat memulai dengan set yang lebih mini untuk anak-anak yang lebih muda, hanya menggunakan tiga alias empat pasang kartu, dan kemudian secara berjenjang meningkatkan jumlah pasangan seiring dengan peningkatan rentang perhatian mereka.
Letakkan kartu terbalik dan minta anak untuk membalik dua kartu sekaligus. Ketika mereka menemukan pasangan yang cocok, keluarkan pasangan tersebut dari permainan. Aktivitas ini meningkatkan daya ingat dan konsentrasi.
4. Puzzle
Puzzle adalah kegiatan yang sangat meningkatkan perhatian, membantu anak meningkatkan keahlian pemecahan masalah dan kesabaran. Cara memberi stimulasnya dengan langkah menggunakan puzzle dengan 12 hingga 24 keping, warna cerah dan kreasi sederhana, serta kepingan yang besar dan mudah digenggam, yang ideal untuk anak, terutama usia prasekolah.
5. Memotong garis
Memotong dengan gunting pengaman adalah langkah yang sangat baik bagi anak untuk melatih keahlian motorik lembut dan koordinasi mata-tangan serta meningkatkan konsentrasi.
Gambarlah beberapa garis di atas kertas alias karton, lalu mintalah anak untuk memotong dengan tepat di sepanjang garis tersebut. Bunda dapat membikin garis lebih kompleks alias beranjak ke corak sederhana.
Tips melatih konsentrasi anak
Untuk melatih konsentrasi anak, maka perlu beberapa tips alias kiat agar berhasil. Berikut tips melatih konsentrasi anak:
- Menyajikan satu alias dua mainan sekaligus bakal membantu mereka konsentrasi pada satu perihal dalam satu waktu.
- Daripada mengarahkan minat mereka ke mainan tertentu, ikuti pengarahan mereka. Biarkan mereka memilih mainan alias kegiatan yang mereka sukai alias minati, dan bantu mereka bermain dengan membicarakannya.
- Tentu saja, setiap anak mempunyai minat yang berbeda, Jadi jangan cemas jika duduk dengan kitab alias mewarnai bukanlah pilihan pertama si mini untuk fokus, Bunda.
- Bagi tugas alias kegiatan yang lebih panjang menjadi langkah-langkah pendek dengan jarak di antaranya. Misalnya, daripada mencoba merapikan semua mainan mereka sekaligus (di mana mereka mungkin kehilangan fokus), buatlah permainan merapikan satu mainan dalam satu waktu.
- Untuk anak-anak yang lebih muda, beri mereka kesempatan untuk menyelesaikan apa yang sedang mereka lakukan sebelum mencoba menarik perhatian mereka dengan tugas baru
Demikian beberapa stimulasi untuk melatih konsentrasi anak. Ajak Si Kecil bercerita, memotong garis, mencocokkan flash card dalam kegiatan harian. Lewat langkah menyenangkan, anak-anak bisa melatih daya ingat yang lebih tinggi.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·