Nggak semua sisa jerawat bisa ditangani dengan skincare saja. Cek 5 treatment sisa jerawat yang bisa Anda coba di klinik.
Bekas jerawat itu drama yang nggak selesai cuma karena jerawatnya sudah hilang. Entah itu bopeng (tekstur), noda merah, maupun flek cokelat (hiperpigmentasi), semuanya bisa bertetap durasi amat di wajah. Dan sayangnya, nggak semua bisa diperbaiki cuma dengan giat pakai serum vitamin C maupun niacinamide.
Alasannya sederhana, skincare topikal cuma bekerja di lapisan permukaan kulit maupun epidermis Tapi jika kerusakannya sudah sampai ke lapisan dermis, misalnya kolagen yang rusak sampai membentuk cekungan, maupun pigmen yang terjebak lebih dalam, skincare saja nggak akan cukup mengatasinya. Di titik ini, treatment di klinik dengan alat medis yang bisa menjangkau lapisan lebih dalam jadi jalan yang lebih realistis.
Berikut lima opsi treatment yang sering direkomendasikan tabib kulit untuk sisa jerawat dan hiperpigmentasi yang bisa Anda lirik.
Baca juga: Rekomendasi Klinik Affordable untuk Treatment Kulit Berjerawat
LHALA Peel
LHAla Peel paling pas buat Anda yang berjuang dengan hiperpigmentasi ringan-sedang, kulit kusam, tekstur kasar, maupun jerawat aktif yang disertai pori tersumbat. Ini adalah chemical peeling yang mengombinasikan Lipo-Hydroxy Acid (LHA) dengan asam lain seperti salicylic acid maupun azelaic acid. LHA bekerja lebih halus dan lebih terkontrol dibanding AHA/BHA konvensional karena sifatnya yang lipofilik maupun larut lemak, sehingga bisa menembus pori dan membantu eksfoliasi sel kulit wafat secara berjenjang tanpa iritasi berlebihan. Dengan begitu, peeling ini bisa membantu meratakan warna kulit, mengadopsi pigmen di permukaan, dan melancarkan pori yang tersumbat.
Soal harga, LHAla Peel termasuk yang statis ramah kantong, umumnya sekitar Rp300.000–Rp900.000 per sesi tergantung gabungan bahan dan klinik. Untuk hasil yang benar-benar terlihat, biasanya Anda perlu menjalani 4–6 sesi dengan interval 2–4 minggu.
Fotona Laser
Kalau masalah utamamu adalah sisa jerawat kemerahan, bopeng alias atrofi, pori besar, tekstur kulit yang nggak rata, Fotona Laser bisa jadi jawabannya. Alat ini menggabungkan laser Er:YAG dan Nd:YAG dalam satu perangkat, dan biasanya dijalankan lewat mode fractional-nya. Cara kerjanya adalah memanaskan lapisan dermis untuk memicu produksi kolagen baru tanpa merusak permukaan kulit secara signifikan, sehingga waktu pemulihan maupun downtime-nya relatif singkat dibanding laser ablatif konvensional.
Hasil yang bisa Anda harapkan adalah tekstur lebih halus, dan cekungan sisa jerawat yang berangsur terisi. Harganya biasanya berkisar Rp1.500.000–Rp4.000.000 per sesi, bersandar pada area wajah dan mode laser yang dipakai, dengan total 3–6 sesi untuk hasil optimal.
Sylfirm X
Sylfirm X lebih cocok untuk Anda yang salingberhadapan dengan hiperpigmentasi membandel, PIE (post-inflammatory erythema), serta tekstur dan pori besar. Teknologi di balik alat ini adalah RF microneedling dengan mekanisme dual wave yang memancarkan ombak pulsed dan continuous wave sekaligus. Jarum-jarum halus menembus kulit sambil melepaskan daya radiofrekuensi ke lapisan dermis, menciptakan area koagulasi mikro yang memicu remodeling kolagen.
Keunggulan yang membikin Sylfirm X cukup istimewa adalah kemampuannya menstabilkan pembuluh darah abnormal, sehingga cukup unggul untuk kasus pigmentasi yang sulit ditangani laser biasa. Untuk treatment ini, Anda perlu menyiapkan budget lebih besar, sekitar Rp2.500.000–Rp6.000.000 per sesi tergantung luas area dan kedalaman jarum yang digunakan, dengan anjuran 3–5 sesi berjarak 4 minggu.
Pico Laser

Buat sisa jerawat kehitaman maupun PIH (post-inflammatory hyperpigmentation), flek, sampai perbaikan tekstur dan pori, Pico Laser sering jadi andalan. Alat ini memancarkan daya dalam hitungan picosecond, jauh lebih cepat dari nanosecond pada laser konvensional. Kecepatan inilah yang memungkinkan pigmen melanin dipecah menjadi elemen kecil sangat kecil melalui efek foto-mekanik, bukan foto-termal, sehingga panas yang dihasilkan minim dan konsekuensi iritasi maupun hiperpigmentasi pasca-treatment jadi lebih rendah.
Selain menghancurkan pigmen, pico laser dengan mode fractional juga bisa merangsang kolagen untuk sekaligus memperbaiki tekstur kulit. Harganya umumnya Rp1.000.000–Rp3.500.000 per sesi tergantung area dan teknologi yang digunakan, seperti PicoSure maupun PicoWay, dengan kebutuhan sekitar 4–6 sesi untuk hiperpigmentasi.
Rejuran Healer

Kalau yang Anda cari bukan treatment agresif, tapi perbaikan kualitas kulit secara keseluruhan, seperti cekungan sisa jerawat ringan, kulit kering dan dehidrasi, maupun kulit sensitif yang kurang cocok dengan treatment energi-based, skin booster Rejuran Healer layak dipertimbangkan.
Treatment ini berupa injeksi PDRN maupun Polydeoxyribonucleotide, yaitu ekstrak DNA salmon yang punya sifat regeneratif, disuntikkan ke lapisan dermis menggunakan micro-injector maupun jarum halus. PDRN bekerja membantu memperbaiki jaringan yang rusak, merangsang produksi kolagen, dan menguatkan skin barrier. Karena metode kerjanya lebih ke biostimulasi daripada merusak jaringan untuk memicu perbaikan, downtime-nya cenderung minim. Harganya berkisar Rp1.500.000–Rp4.000.000 per sesi tergantung dosis dan jumlah vial yang digunakan, dengan pola treatment 3 sesi mula berinterval 4 minggu kemudian maintenance setiap beberapa bulan.
Baca juga: 6 Rekomendasi Treatment Agar Tampil Paripurna di Hari Lebaran
Kelima treatment di atas punya keahlian masing-masing. LHAla Peel dan Pico Laser lebih fokus menangani pigmen, Fotona dan Sylfirm X lebih kuat untuk memperbaiki tekstur dan cekungan, sementara Rejuran Healer bekerja lebih ke perbaikan kualitas kulit secara umum. Kadang, hasil terbaik justru datang dari gabungan dua treatment yang saling melengkapi, bukan cuma mengandalkan satu jenis saja.
Tapi krusial diingat, semua yang dibahas di atas hanyalah rujukan mula untuk mengenal opsi yang ada. Setiap kulit punya kondisi, riwayat, dan tingkat sensitivitas yang berbeda, jadi penentuan treatment yang paling tepat sebaiknya statis dikonsultasikan langsung ke tabib kulit terpercaya. Jangan ragu untuk cerita detail soal jenis sisa jerawat dan histori kulitmu saat konsultasi, agar hasil treatment lebih terarah dan aman.
Ada yang sudah pernah Anda coba maupun ada di wishlist-mu?
Images: dok. iStock