6 Cara Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Pada Anak Penyandang Autisme

Apr 20, 2026 12:30 PM - 1 hari yang lalu 1544

Tahukah Bunda, bahwa anak penyandang autisme rupanya perlu melatih keahlian dasar berkomunikasi sejak dini. Hal ini dilakukan agar mereka dapat membangun komunikasi dan keahlian sosial yang baik di kemudian hari.

Seperti yang kita tahu, anak yang menderita autisme mempunyai beberapa keterlambatan di beberapa hal, termasuk soal komunikasi. Apabila perihal ini tidak segera ditangani, cemas dapat menyulitkan anak seiring pertumbuhannya, Bunda.

Namun, Bunda juga perlu mengingat satu hal, bahwa anak dengan autisme sebaiknya tidak diberikan pengajaran yang terlalu menekan dirinya. Hal ini dikarenakan tekanan yang berlebih justru dapat membikin anak merasa tidak nyaman dan menghalang proses belajarnya.

Keterampilan komunikasi pada anak penyandang autisme

Sejumlah literatur medis mengatakan bahwa keahlian komunikasi dan sosial pada anak bakal muncul lebih awal secara alami. Mulai dari komunikasi non-verbal dasar, seperti menatap, menunjuk sesuatu, meniru apa yang dilakukan orang lain, hingga mengucap sepatah kata.

Nah, salah satu tanda yang dapat dikenali pada anak penyandang autisme adalah keterlambatan anak dalam melalui fase ini. Menurut psikolog klinis anak penyandang autisme, Cynthia Martin, PsyD, terdapat perbedaan yang signifikan terhadap komunikasi awal antara anak yang normal dengan anak penyandang autisme.

Keterampilan ini menjadi kunci krusial dalam mendukung keahlian berkata dan hubungan sosial pada anak selama masa tumbuh kembangnya. Pada anak yang menderita autisme, membangun keahlian dasar komunikasi menjadi salah satu langkah efektif menurut para ahli.

Keterampilan apa yang kudu dikembangkan pada anak penyandang autisme sejak usia dini

Salah satu temuan yang yang dilakukan oleh tim proyek ImPACT mengungkapkan beberapa keahlian yang perlu dikembangkan anak-anak usia dini. Mengutip dari laman Child Mind Institute, terdapat empat keahlian yang disinyalir menjadi fondasi anak untuk lebih unggul dalam berinteraksi sosial.

  • Keterampilan keterlibatan sosial: Hal ini merujuk pada keahlian dalam melakukan kontak mata, ekspresi wajah, gestur tubuh, dan kata-kata untuk berinteraksi alias bersosialisasi dengan orang lain.
  • Komunikasi: Hal ini berangkaian pada keahlian dalam memahami dan menggunakan komunikasi verbal maupun non-verbal. Mulai dari perintah, kata-kata, vokalisasi, hingga aktivitas seperti menunjuk alias meminta.
  • Meniru: Meniru orang lain dapat membantu anak-anak mempelajari keahlian baru dan menunjukkan minat pada orang lain. Selain itu, langkah ini juga dapat membikin anak terhubung dengan orang lain.
  • Bermain: Berinteraksi dengan menggunakan mainan alias benda-benda favoritnya membantu anak untuk mempelajari keahlian sosial, motorik, dan memecahkan masalah. Permainan yang melibatkan hubungan juga dapat memperkuat dasar linguistiknya.

Bagaimana langkah membantu anak penyandang autisme meningkatkan keahlian komunikasi

Salah satu langkah agar meningkatkan keahlian komunikasi pada anak pengidap autisme adalah dengan menggunakan terapi. Di beberapa jurnal penelitian, para mahir merekomendasikan agar orang tua menerapkan terapi Intervensi Perilaku Perkembangan Naturalistik (NDBI). 

Naturalistik dalam perihal ini adalah sebuah langkah di mana anak bakal belajar secara alami melalui beragam kegiatan alias permainan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara pendekatan melalui perilaku, melibatkan gimana anak diberi contoh, penguatan, alias support agar mereka lebih mudah belajar.

Terapi NDBI bermaksud untuk membantu anak mengembangkan keahlian sosial dan komunikasi dengan langkah yang menyenangkan, menggunakan pedoman permainan, dan dipimpin oleh anak sendiri. Orang tua dapat menerapkan terapi ini saat bermain di rumah, melakukan kegiatan pagi, alias saat bersantai.

Tips menjaga keahlian komunikasi pada anak penyandang autisme

Terdapat beberapa tips yang dapat dilakukan orang tua dalam mendidik anak yang menderita autisme dalam mengembangkan keahlian komunikasi dan sosialnya. Berikut langkah yang disarankan oleh para ahli:

1. Komunikasi sembari mengikuti minat, hobi, dan kegiatan anak

Salah satu tips untuk menjaga komunikasi pada anak adalah dengan masuk ke dalam dunianya, Bunda. Cobalah untuk melakukan kegiatan yang sedang disukai anak, seperti ikut meniru langkah dia bermain alias membantu memilihkan mainannya.

Selain itu, Bunda juga bisa mencoba menggerakkan mainan alias barang yang disukainya ke arah wajah agar anak terdorong untuk melakukan kontak mata. Misalnya, saat bermain mobil-mobilan alias boneka.

2. Tunjukkan respon yang ekspresif dan sangat antusias

Bunda juga bisa menunjukkan antusiasme ketika sedang bermain berbareng anak. Gunakan ekspresi wajah yang jelas, berikan artikulasi aktivitas yang lebih besar, serta intonasi bunyi yang bervariasi.

Selain itu, Bunda juga dapat menggunakan kata-kata sederhana yang menarik perhatian, seperti “Woah!”, “Anak pintar..!”, alias seruan lainnya. Setelah itu, Bunda bisa memberi jarak sejenak untuk memandang respons anak dan kembali menanggapinya dengan meniru apa yang mereka lakukan.

3. Ajari anak untuk berkomunikasi dengan baik

Saat berbincang dengan anak, Bunda bisa menggunakan kalimat yang singkat dan jelas. Ulangi kata-kata yang krusial agar anak lebih mudah memahami.

Apabila anak sudah mulai bisa berbicara, Bunda dapat membantu mengembangkan keterampilannya dengan menambahkan satu kata. Misalnya, jika anak mengatakan “mobil”, Bunda bisa menambahkan menjadi “Ini mobil adik”.

4. Berikan anak kesempatan untuk berkomunikasi

Bunda dapat memberikan kesempatan untuk anak mengungkapkan kebutuhannya. Misalnya, Bunda bisa tanyakan “Apa yang Anda inginkan?”, kemudian tunggu responnya, baik itu berupa tatapan, gerakan, alias kata-kata. Setelah itu, barulah berikan apa yang diinginkannya. 

5. Gunakan langkah yang lebih menyenangkan

Bunda bisa mengajari anak berkomunikasi dengan menggunakan permainan alias gerakan-gerakan. Misalnya, saat bermain mobil-mobilan, Bunda bisa membikin gestur seperti menghalangi jalan untuk mengisyaratkan berhenti.

6. Berikan sedikit ujian yang sederhana

Bunda dapat meletakkan benda-benda yang disukai anak di tempat yang tidak mudah dijangkau. Hal ini bakal membikin anak terdorong untuk meminta bantuan. Misalnya, letakkan boneka kesukaannya di tempat yang tinggi agar anak berupaya berkomunikasi untuk meminta diambilkan.

Demikian penjelasan mengenai keahlian komunikasi pada anak yang menderita autisme. Semoga info ini bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Selengkapnya