Kemandirian anak bisa mulai dilatih sejak awal lho, Bunda. Dengan begitu, mereka jadi lebih bisa memecahkan masalah dan juga percaya diri nantinya.
Namun begitu, perihal ini sering kali tidak selalu mudah bagi orang tua, terutama untuk melepaskan kendali.
Naluri alamiah sebagai orang tua sering mempermudah segala sesuatu bagi anak, membatasi pengalaman anak, apalagi menghindarkan mereka dari kesalahan dan kegagalan.
Padahal anak perlu menghadapi tantangan agar dapat mengembangkan keterampilan, ketekunan, dan kemandirian untuk menjalani kehidupan mereka sendiri.
Apa itu kemandirian untuk anak?
Dikutip dari Motherly, kemandirian pada anak berfaedah keahlian mereka untuk berpikir, mengambil keputusan, dan bertindak secara berdikari tanpa terlalu berjuntai pada pengarahan dari orang tua.
Proses ini membantu anak membangun rasa percaya diri, keahlian memecahkan masalah, dan ketahanan diri saat menghadapi beragam situasi dalam kehidupan.
Hal ini juga menjadi bagian krusial dari pengasuhan yang efektif lantaran mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan dunia.
Kebiasaan sehari-hari mendukung kemandirian anak
Berikut beberapa contoh kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu mendukung kemandirian anak sejak dini, Bunda:
1. Biarkan mereka melakukan kesalahan
Dikutip dari Parents, membiarkan anak melakukan kesalahan bakal mengajarkan mereka langkah menjadi handal dalam hidup. Saat mereka melakukan kesalahan, jangan lupa tetap beri semangat dan beri tahu bahwa itu bukanlah masalah besar.
Dampingi juga anak agar bisa melakukan yang lebih baik di lain waktu. Jika perlu, susun juga strategi untuk memperbaiki halangan yang terjadi.
Membiarkan anak merasakan ketidaknyamanan alias kekecewaan yang muncul memang terasa sulit, tapi ini justru membantu mereka berkembang. Langkah ini juga bisa meningkatkan rasa percaya diri dan keahlian mereka dalam menghadapi kesulitan.
2. Libatkan anak dalam tugas rumahan
Berikan kesempatan dan waktu bagi anak untuk ikut terlibat dalam tugas rumahan seperti membereskan mainan setelah bermain, membantu menyimpan belanjaan, dan merapikan bilik sendiri. Pastikan tugas yang diberikan sesuai dengan usia ya, Bunda.
Anak condong lebih bersedia membantu ketika mereka merasa betul-betul berkontribusi dalam kehidupan rumah tangga.
Tugas yang diberikan tidak kudu besar, cukup sesuatu yang mengharuskan mereka berpikir dan merencanakan terlebih dahulu.
Misalnya, jika tumpukan cucian mulai menggunung, tanyakan kepada mereka menurut mereka apa yang perlu dilakukan. Ajak mereka untuk membawa dan memasukkan busana ke dalam mesin cuci.
Dengan melibatkan anak, mereka bakal merasa lebih berkekuatan dan nantinya sampai pada tahap di mana mereka bisa mencuci busana sendiri.
3. Berikan pilihan dengan batas yang jelas
Memberikan kesempatan bagi anak dalam membikin pilihan merupakan langkah yang baik untuk membangun kepercayaan diri dan menumbuhkan rasa tanggung jawab.
Contoh sederhananya, ajak anak memilih apakah mau mengenakan baju merah alias biru saat pergi.
Ketika anak dapat membikin pilihan sendiri, mereka mempunyai kesempatan yang lebih besar untuk berpikir sigap dan mengalami akibat alami dari keputusan yang mereka ambil.
Nah, memberikan kesempatan kepada anak untuk membikin keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan adalah salah satu langkah orang tua melatih kemandirian anak.
4. Beri anak kesempatan untuk eksplorasi
Ilustrasi/ Foto: Getty Images/AsiaVision
Dorong kemandirian dengan memberikan banyak kesempatan kepada anak untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa pengawasan yang berlebihan.
Jika mereka sedang bermain di ruangan lain, biarkan mereka bermain tanpa Bunda. Jika memang Bunda perlu memeriksa keadaan mereka, lakukan dengan tidak mencolok.
Pun demikian saat Bunda memandang anak punya bentrok dengan kerabat alias teman, beri mereka kesempatan untuk menyelesaikannya secara positif sebelum ikut campur.
Contoh lainnya, beri anak kesempatan untuk masuk ke kafe, memesan makanan, dan membayarnya sendiri sementara Bunda mengawasi dari jarak yang aman.
5. Hindari terlalu sering mengoreksi
Sebisa mungkin, hindari mengoreksi anak ketika mereka sedang berupaya melakukan sesuatu secara mandiri.
Sebagai contoh, jika Bunda meminta anak merapikan tempat tidurnya dan hasilnya tidak sempurna, tahan kemauan untuk langsung memperbaikinya alias apalagi memarahinya.
Ingat bahwa tujuan utama dari memberi tugas bukanlah kesempurnaan, tapi memberi kesempatan kepada anak untuk berupaya dan bertanggung jawab.
Anak tidak bakal termotivasi untuk terus mencoba jika setiap kali berusaha, mereka merasa hasilnya tidak memenuhi standar tinggi orang tua.
6. Atur lingkungan sekitar
Cara orang tua mengatur lingkungan di rumah dan sekitar anak bakal memengaruhi keahlian mereka untuk belajar mandiri.
Misalnya, apakah anak bisa meraih benda-benda di rumah seperti gelas, piring, garpu, dan tisu sendiri? Adakah botol alias wadah air yang bisa mereka gunakan untuk mengambil minum sendiri?
Pengaturan tata letak benda-benda ini dapat meningkatkan kesempatan anak agar belajar melakukan sesuatu sendiri.
Jika perlu, atur kembali peletakkan agar lebih mudah diraih sendiri oleh anak tanpa perlu meminta support dari orang dewasa.
Itulah penjelasan tentang kebiasaan sehari-hari yang bisa membantu mendukung kemandirian anak. Semoga berfaedah ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·