6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Rambut Bercabang dan Mudah Patah

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 5 menit 507x dilihat
6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Rambut Bercabang dan Mudah Patah

Bagikan Postingan

Beauties, siapa di sini yang sering merasa kesal lantaran rambut susah bertumbuh panjang, padahal sudah menunggu berbulan-bulan?

Salah satu penyebab utamanya bisa jadi lantaran rambut Anda bercabang dan mudah patah, lho. Meski terlihat sepele, masalah ini rupanya sering dipicu oleh kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari justru merusak kesehatan rambut kita sendiri.

Rambut bercabang alias yang dikenal juga dengan istilah trichoptilosis ini terjadi ketika ujung rambut membelah akibat kerusakan pada kutikula, lapisan pelindung terluar batang rambut.

Nah, daripada terus-terusan bingung kenapa  rambut  nggak kunjung sehat, yuk simak enam kebiasaan yang bisa memicu rambut bercabang dan mudah patah berikut ini, Beauties!

1. Terlalu Sering Menggunakan Alat Styling Panas

Ilustrasi rambut yang di styling/foto: magnific.com

Kebiasaan pertama yang sering jadi biang kerok rambut bercabang adalah penggunaan perangkat styling panas seperti hair dryer, catokan, maupun perangkat pengeriting rambut secara berlebihan.

Suhu panas dari alat-alat ini dipercaya dapat menghilangkan kelembapan alami rambut, sehingga membuatnya lebih rentan kering dan rapuh. Semakin sering menggunakan perangkat styling panas ini, semakin besar pula akibat kerusakan pada struktur rambut. 

Paparan panas yang berkali-kali bisa merusak kutikula rambut, yang pada akhirnya membikin ujung rambut lebih mudah terbelah dan patah. Ada baiknya selalu menggunakan produk pelindung panas alias heat protectant terlebih dulu sebelum mengaplikasikannya ke rambut, agar kerusakan yang ditimbulkan bisa diminimalisir.

Selain itu, cobalah untuk memberi jarak waktu antar penggunaan perangkat styling panas, sehingga rambut punya kesempatan untuk memulihkan kelembapan alaminya sebelum kembali terpapar suhu tinggi dari alat-alat tersebut. 

2. Sering Melakukan Perawatan Kimia seperti Pewarnaan dan Pelurusan

Ilustrasi pewarnaan rambut/foto: maginific.com

Kebiasaan lain yang tidak kalah berisiko adalah terlalu sering melakukan perawatan kimia pada rambut, seperti pewarnaan, bleaching, pelurusan, maupun pengeritingan.

Proses kimia ini dipercaya dapat membikin batang rambut menjadi rentan dan lebih mudah bercabang. Khusus untuk pewarnaan rambut, proses ini dapat menghilangkan kandungan melanin alami dari batang rambut. 

Akibatnya, rambut menjadi lebih lemah dan rentan mengalami kerusakan, terutama jika dilakukan secara berulang tanpa diimbangi perawatan tambahan. Jika Beauties memang doyan bertukar-tukar warna rambut alias melakukan perawatan pelurusan secara rutin, krusial untuk memberi jarak waktu yang cukup antar perawatan kimia tersebut, agar rambut punya waktu untuk memulihkan diri sebelum menerima paparan bahan kimia berikutnya.

3. Menyisir Rambut dalam Keadaan Basah

Ilustrasi menyisiri rambut yang basah/foto: magnific.com

Kebiasaan menyisir rambut saat tetap basah rupanya juga jadi salah satu penyebab umum rambut bercabang yang sering tidak disadari. Pasalnya, rambut dalam kondisi basah condong lebih rentan dan elastis, sehingga lebih mudah rusak saat mendapat tekanan dari sisir.

Menyisir rambut basah dengan langkah yang terlalu keras alias terburu-buru bisa menyebabkan batang rambut tertarik secara berlebihan, yang pada akhirnya membikin ujung rambut lebih rentan terbelah maupun patah dibandingkan saat rambut dalam kondisi kering.

Untuk mengurangi akibat ini, ada baiknya menggunakan sisir bergerigi jarang saat menyisir rambut basah, lantaran jenis sisir ini condong lebih lembut dan tidak terlalu menarik batang rambut dibandingkan sisir bergerigi rapat.

Menggunakan produk leave in conditioner sebelum menyisir rambut basah juga bisa membantu mempermudah proses penyisiran, sekaligus mengurangi gesekan berlebih yang berpotensi merusak struktur rambut.

4. Mengikat Rambut Terlalu Kencang

Ilustrasi rambut yang terlalu kencang terikat/foto: maginific.com

Kebiasaan mengikat alias mengepang rambut terlalu kencang rupanya juga bisa memicu munculnya rambut bercabang, lho. Tekanan dan gesekan yang berulang akibat ikatan yang terlalu erat dapat merusak batang rambut, sehingga ujungnya menjadi lebih mudah terbelah.

Kebiasaan ini semakin berisiko jika dilakukan dalam waktu yang lama, misalnya membiarkan rambut terikat kencang sepanjang hari alias apalagi saat tidur. 

Jika memang perlu mengikat rambut untuk keperluan kegiatan sehari-hari, usahakan untuk melonggarkan ikatan sedikit demi sedikit, sehingga tekanan pada batang rambut tidak terlalu besar dan akibat kerusakannya bisa berkurang.

Pemilihan aksesori rambut juga perlu diperhatikan, lantaran beberapa jenis ikat rambut yang kasar alias mempunyai bagian logam dapat memperbesar gesekan pada batang rambut. Sebaiknya pilih ikat rambut berbahan lembut yang lebih ramah untuk kesehatan rambutmu, Beauties. 

5. Jarang Menggunakan Kondisioner Setelah Keramas

Ilustrasi kondisi rambut tanpa menggunakan kondisioner/foto: magnific.com

Kebiasaan melewatkan kondisioner setelah keramas rupanya juga jadi salah satu penyebab rambut bercabang yang sering diabaikan, Beauties. Tanpa kondisioner, rambut kehilangan kelembapan serta lapisan pelindung alaminya, sehingga menjadi lebih kering, kasar, dan rentan bercabang.

Sampo sendiri umumnya berfaedah untuk membersihkan kotoran dan minyak berlebih pada kulit kepala maupun rambut, namun proses ini juga bisa ikut menghilangkan kelembapan alami rambut. 

Di sinilah peran kondisioner menjadi krusial untuk mengembalikan kelembapan yang lenyap tersebut. Selain melembapkan, kondisioner juga membantu menutup kembali kutikula rambut yang terbuka setelah proses keramas, sehingga rambut menjadi lebih halus, mudah diatur, dan tidak mudah kusut ketika disisir maupun ditata.

Untuk hasil maksimal, aplikasikan kondisioner terutama pada bagian tengah hingga ujung rambut, lantaran area inilah yang paling rentan mengalami kekeringan.

6. Jarang Trimming dan Sering Terpapar Sinar Matahari Tanpa Pelindung

Ilustrasi rambut yang terpapar sinar matahari/foto: magnnific.com

Kebiasaan terakhir yang sering jadi penyebab rambut bercabang adalah jarang melakukan trimming alias pemangkasan ujung rambut secara berkala, dikombinasikan dengan seringnya rambut terpapar sinar mentari maupun angin tanpa perlindungan tambahan.

Meski terkesan bertentangan dengan kemauan memanjangkan rambut, trimming secara rutin justru krusial dilakukan untuk memotong bagian ujung rambut yang sudah mulai bercabang, sebelum kerusakannya menjalar semakin jauh ke bagian batang rambut yang tetap sehat.

Selain itu, paparan sinar UV secara berlebihan dapat merusak struktur protein pada rambut, membuatnya lebih kering dan rentan bercabang. Begitu pula dengan angin kencang yang bisa mempercepat penguapan kelembapan alami rambut, sehingga rambut menjadi lebih rentan dan kusut.

Jika Anda sering beraktivitas di luar ruangan, ada baiknya menggunakan pelindung tambahan seperti topi alias produk perawatan rambut yang mengandung UV protection, untuk membantu meminimalisir akibat jelek sinar mentari terhadap kesehatan rambut kamu.

Dari keenam kebiasaan tersebut, mana nih yang paling sering jadi kebiasaan Anda selama ini, Beauties?

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik wanita dan juga laki-laki, kami juga mempunyai organisasi unik untuk Anda yang tetap berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads