6 Kegiatan Dan Kebiasaan Sehari-hari Yang Bisa Menyebabkan Keguguran

Jun 15, 2026 10:20 AM - 3 jam yang lalu 113

Jakarta -

Kehamilan membikin sejumlah wanita lebih berhati-hati dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Salah satu penyebabnya, tak sedikit ibu mengandung yang cemas jika kegiatan sehari-hari dapat menyebabkan keguguran. 

Sebenarnya, sebagian besar keguguran berada di luar kendali Bunda dan terjadi lantaran janin berakhir tumbuh. Misalnya saja lantaran kelainan kromosom pada janin. Meski begitu, beberapa kebiasaan sehari-hari serta paparan tertentu dapat meningkatkan akibat keguguran.

Mengenal keguguran

Keguguran adalah kehilangan kehamilan secara spontan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu. Melansir Cleveland Clinic, sebagian besar keguguran terjadi pada trimester pertama kehamilan. 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Banyak kasus keguguran terjadi akibat kelainan kromosom yang membikin janin tidak dapat berkembang dengan baik. Umumnya keguguran bukan disebabkan kesalahan alias kegiatan tertentu yang dilakukan ibu hamil.

Jenis keguguran

Keguguran dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berasas kondisi kehamilan dan indikasi yang dialami.

1. Keguguran yang mengancam

Kondisi ini ditandai dengan perdarahan pada awal kehamilan, tetapi leher rahim (serviks) alias mulut rahim ibu mengandung tetap tertutup dan belum membesar. Kondisi tersebut membikin kehamilan tetap dapat bersambung tanpa adanya masalah.

2. Keguguran tak terhindari

Keguguran ini terjadi ketika ibu mengandung mengalami perdarahan dan kram. Selain itu, disertai pembukaan serviks sehingga keguguran susah dicegah.

3. Keguguran tidak tuntas

Dalam kasus ini, beberapa jaringan dari bayi alias plasenta bakal keluar dari tubuh ibu hamil. Akan tetapi, kondisi ini membikin beberapa bagian lainnya tetap memperkuat di dalam rahim.

4. Keguguran total

Ketika terjadi keguguran, seluruh jaringan kehamilan yang ada di dalam rahim bakal keluar dari tubuh. Jenis keguguran ini biasanya terjadi sebelum minggu ke-12 kehamilan.

5. Keguguran tertunda

Jenis keguguran ini terjadi saat embrio meninggal alias tidak pernah terbentuk. Namun, jaringannya bakal tetap memperkuat di dalam rahim dan keluar di waktu tertentu.

6. Keguguran berulang

Ibu mengandung mengalami keguguran hingga berulang kali, apalagi hingga tiga kali alias lebih secara berturut-turut selama trimester pertama. Jenis keguguran ini hanya memengaruhi sekitar 1 persen pasangan yang mencoba mempunyai bayi.

6 Kegiatan & kebiasaan sehari-hari yang bisa menyebabkan keguguran

Sebagian besar kebiasaan ibu mengandung bukan menjadi penyebab langsung keguguran. Namun, penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan tersebut dapat meningkatkan akibat terjadinya keguguran sehingga ibu mengandung sebaiknya menghindarinya.

Kebiasaan ini tidak selalu menyebabkan keguguran secara langsung. Berikut beberapa kegiatan dan kebiasaan yang perlu diwaspadai selama kehamilan

1. Merokok selama kehamilan

Melansir Tommy's, merokok menjadi salah satu aspek style hidup yang paling sering dikaitkan dengan peningkatan akibat keguguran. Kandungan nikotin, karbon monoksida, dan beragam unsur berbisa lainnya dapat mengganggu suplai oksigen serta nutrisi ke janin.

Sebuah meta-analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Human Reproduction Update menemukan bahwa ibu mengandung yang merokok lebih berisiko mengalami keguguran  dibandingkan yang tidak merokok. Menghentikan kebiasaan merokok dapat membantu menurunkan akibat komplikasi kehamilan, termasuk keguguran.

2. Mengonsumsi alkohol saat hamil

Mengonsumsi minuman beralkohol selama kehamilan juga dapat meningkatkan akibat keguguran. Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, semakin besar pula potensi dampaknya terhadap perkembangan janin.

Menurut master dari Tommy's, tidak ada pemisah konsumsi alkohol yang betul-betul kondusif selama kehamilan. Karena itu, ibu mengandung sebaiknya menghindari mengonsumsi alkohol.

3. Menggunakan narkoba alias unsur terlarang

Penggunaan unsur terlarang seperti kokain, ganja, alias metamfetamin selama kehamilan dapat meningkatkan akibat beragam komplikasi, termasuk keguguran.

Zat-zat ini dapat mengganggu perkembangan janin serta memengaruhi aliran darah ke plasenta, yang berkedudukan krusial dalam menyalurkan oksigen dan nutrisi kepada bayi.

4. Mengonsumsi kafein secara berlebihan

Ibu mengandung tetap diperbolehkan mengonsumsi kopi dalam jumlah tertentu.  Namun, konsumsi kafein dalam jumlah tinggi dikaitkan dengan peningkatan akibat keguguran.

Menurut pedoman dari NHS dan Tommy's, ibu mengandung disarankan membatasi asupan kafein hingga maksimal 200 mg per hari alias setara sekitar dua cangkir kopi instan.

Namun jangan lupa Bunda, kafein tidak hanya terdapat pada kopi. Tetapi juga ada  di teh, minuman energi, coklat, dan beberapa jenis minuman ringan.

5. Mengonsumsi obat tertentu tanpa pengawasan dokter

Beberapa obat dapat meningkatkan akibat keguguran jika digunakan selama kehamilan tanpa pengawasan tenaga kesehatan. Tommy's menyebut beberapa obat yang perlu mendapat perhatian khusus, seperti misoprostol, methotrexate, retinoid untuk jerawat, serta beberapa jenis obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID).

Bunda sebaiknya selalu berkonsultasi dengan master sebelum mengonsumsi obat apa pun selama kehamilan.

6. Mengonsumsi makanan yang berisiko menyebabkan keracunan makanan

Makanan yang dimaksud seperti yang terkontaminasi bakteri, virus, alias parasit tertentu. Makanan tersebut dapat meningkatkan akibat jangkitan yang berakibat pada kehamilan.

Contohnya adalah jangkitan listeria dan toksoplasmosis yang dapat berasal dari makanan mentah, daging yang tidak matang sempurna, alias produk susu yang tidak dipasteurisasi.

Menurut NHS Inform, keracunan makanan dapat meningkatkan akibat keguguran baik pada awal maupun akhir kehamilan. Karena itu, ibu mengandung perlu lebih memperhatikan keamanan makanan yang dikonsumsi.

Tanda-tanda keguguran

Tanda alias keguguran pada setiap ibu mengandung dapat berbeda-beda. Namun, beberapa tanda yang paling umum meliputi:

  • Perdarahan alias bercak dari vagina.
  • Kram alias nyeri perut.
  • Nyeri punggung bagian bawah.
  • Keluarnya jaringan alias gumpalan dari vagina.
  • Berkurangnya indikasi kehamilan, seperti mual alias nyeri payudara.

Namun, Bunda perlu memperhatikan bahwa tidak semua perdarahan saat mengandung menandakan keguguran. Karena itu, Bunda sebaiknya segera memeriksakan diri ke master andaikan mengalami gejala-gejala tersebut.

Cara pemeriksaan keguguran yang perlu diketahui

Dokter biasanya bakal melakukan beberapa pemeriksaan untuk memastikan pemeriksaan keguguran.

1. Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG untuk memandang perkembangan janin, kantung kehamilan, serta mendeteksi adanya degub jantung janin.

2. Tes darah hCG

Pemeriksaan kadar hormon human chorionic gonadotropin (hCG) dapat membantu menilai perkembangan kehamilan.

3. Pemeriksaan panggul

Dokter dapat melakukan pemeriksaan panggul untuk menilai kondisi serviks dan mencari kemungkinan penyebab perdarahan.

4. Pemeriksaan lanjutan jika diperlukan

Pada kasus keguguran berulang, master mungkin menyarankan pemeriksaan genetik, pertimbangan hormon, alias pemeriksaan struktur rahim untuk mencari aspek yang mendasarinya.

Beberapa kebiasaan dan kegiatan sehari-hari ibu mengandung dapat meningkatkan akibat keguguran, namun sebagian besar kasus keguguran terjadi akibat aspek biologis yang tidak dapat dicegah. 

Karena itu, Bunda tidak perlu menyalahkan diri sendiri jika mengalami keguguran. Fokuslah pada menjaga kesehatan selama kehamilan dan rutin berkonsultasi ke dokter.

Semoga Bunda dan calon bayi selalu diberi kesehatan, kekuatan, dan kebahagiaan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya