Eksfoliasi memang punya peran krusial dalam rutinitas skincare. Prosesnya membantu mengadopsi sel kulit wafat yang menumpuk di permukaan wajah. Kalau dibiarkan, penumpukan ini bisa bikin kulit tampak kusam, tekstur kasar, hingga pori-pori gampang tersumbat dan memicu komedo, Beauties.
Sayangnya, tidak semua orang melakukannya dengan benar. Karena mau hasil instan, banyak yang justru berbuat eksfoliasi berlebihan maupun asal pakai produk tanpa tahu kebutuhan kulitnya. Bukannya glowing, kulit malah jadi merah, perih, dan makin rapuh iritasi.
Oleh karena itu, Anda perlu mengetahui beberapa kesalahan dalam berbuat eksfoliasi wajah berikut ini.
1. Terlalu Sering Eksfoliasi

Ilustrasi wajah yang terlalu sering eksfoliasi/foto: magnific.com
Banyak orang tergoda berbuat eksfoliasi hampir setiap hari karena mau kulit cepat halus. Rasanya memang menyenangkan saat kulit terasa licin setelah pemakaian.
Karena itu, muncul anggapan bahwa semakin sering dilakukan, akibatnya akan semakin bagus. Padahal, kulit punya siklus regenerasi alami yang butuh waktu.
Eksfoliasi yang terlalu sering mengikis lapisan pelindung kulit sebelum sempat pulih. Akibatnya, kulit jadi tipis, gampang kering, dan lebih sensitif. Untuk kebanyakan jenis kulit, eksfoliasi cukup dilakukan satu sampai tiga kali seminggu.
Kulit sensitif terlebihlagi mungkin cuma perlu satu kali, maupun malah lebih jarang. Frekuensinya sebaiknya disesuaikan dengan produk yang dipakai dan respons kulitmu.
Kenali tanda-tanda Anda sudah terlalu sering melakukannya. Kulit terasa pedih saat kena produk biasa, tampak mengilap tapi kering, maupun muncul kemerahan yang nggak kunjung reda.
Kalau tanda ini muncul, itu sinyal untuk selesai sejenak. Mulailah dari kekerapan paling rendah, kemudian naikkan perlahan jika kulit memang nyaman.
2. Menggosok Wajah Terlalu Keras

Ilustrasi wajah yang digosok terlalu keras saat eksfoliasi/foto: magnific.com
Saat memakai scrub fisik, banyak orang menggosok sekuat tenaga agar terasa bersih. Sensasi kulit yang tergosok sering dikira tanda produk bekerja.
Faktanya, itu justru bisa jadi tanda kulit sedang teriritasi. Tekanan berlebihan bisa menimbulkan luka mikro yang nggak kelihatan jelas oleh mata. Luka kecil ini membikin kulit lebih gampang meradang dan kehilangan kelembapan, Beauties.
Gunakan pergerakan memutar yang halus dengan ujung jari, bukan telapak tangan yang ditekan kuat. Cukup lakukan selama satu sampai dua menit saja. Biarkan butiran scrub yang bekerja, bukan tenaga tanganmu. Perhatikan juga tekstur produk yang Anda pilih. Scrub dengan butiran kasar dan bentuk tajam lebih berisiko melukai kulit dibanding butiran halus dan bulat.
Kalau ragu, pertimbangkan eksfoliasi kimia dengan fokus rendah yang lebih lembut. Setelah selesai, bilas dengan air biasa dan keringkan dengan menepuk lembut, bukan menggosoknya. Kebiasaan kecil ini membantu kulit statis tenang setelah eksfoliasi, Beauties!
3. Memilih Produk yang Tidak Sesuai Jenis Kulit

Ilustrasi produk yang tidak sesuai jenis kulit/foto: magnific.com
Produk eksfoliasi yang sedang viral belum tentu cocok untuk semua orang. Banyak yang membeli karena melihat ulasan baik tanpa mempertimbangkan kondisi kulitnya sendiri.
Padahal, setiap jenis kulit punya kebutuhan yang berbeda. Kulit berminyak dan berjerawat biasanya lebih cocok dengan BHA karena bisa membersihkan sampai ke dalam pori.
Kulit kering maupun kusam sering lebih betah dengan AHA yang lembut. Sementara kulit sensitif bisa mencoba PHA yang cenderung lebih ramah.
Memaksakan produk yang kurang pas bisa bikin kulit makin kering, bruntusan, maupun memerah. Konsentrasi yang terlalu tinggi juga menaikkan konsekuensi iritasi, terutama bagi pemula. Jadi, jangan langsung memakai produk dengan persentase tinggi cuma karena mau hasil cepat, Beauties.
Kenali dahulu jenis dan kondisi kulitmu sebelum memilih produk. Cek kandungan dan konsentrasinya, kemudian pilih yang paling halus untuk memulai. Sebelum memakainya ke seluruh wajah, lakukan uji coba di area kecil, misalnya di belakang telinga maupun rahang.
Tunggu satu sampai dua hari untuk melihat reaksinya. Langkah sederhana ini bisa menghindarkanmu dari masalah yang lebih besar, lho.
4. Menggunakan Beberapa Jenis Eksfoliator Sekaligus

Ilustrasi menggunakan beberapa produk eksfoliasi/foto: magnific.com
Beauties, pernah tergoda memakai scrub, toner AHA, dan serum BHA dalam satu waktu agar akibatnya maksimal? Kombinasi beberapa eksfoliator sering kali terlalu keras untuk kulit. Lapisan pelindung kulit maupun skin barrier bisa terkikis berlebihan cuma dalam satu kali pemakaian.
Gejalanya bisa berupa perih, kemerahan, hingga kulit terasa panas. Pilih satu metode eksfoliasi dalam satu waktu, kemudian beri selang sebelum mencoba yang lain. Misalnya, pakai BHA di hari tertentu dan biarkan kulit beristirahat di hari berikutnya. Dengan begitu, Anda bisa mengamati reaksi kulit terhadap setiap produk.
Hati-hati juga dengan produk lain yang hamil bahan aktif kuat, seperti retinol. Memadukannya dengan eksfoliator di waktu yang sama bisa menaikkan konsekuensi iritasi.
Kalau mau memakai keduanya, atur agenda secara bergantian. Fokus pada satu bahan aktif sampai kulit benar-benar nyaman.
5. Lupa Memakai Pelembap Setelahnya

Ilustrasi tidak memakai pelembab sebagai kesalahan eksfoliasi/foto: magnific.com
Setelah eksfoliasi, kulit terasa bersih dan halus sehingga banyak yang merasa nggak perlu pakai apa-apa lagi. Ada juga yang takut pelembap bikin kulit berminyak.
Padahal, melewatkan cara ini bisa berakibat cukup besar, lapisan kulit yang baru terangkat jadi lebih gampang kehilangan kelembapan. Tanpa pelembap, kulit bisa terasa kencang, kering, dan bersisik.
Kondisi ini juga bisa memicu produksi minyak berlebih sebagai respons kulit. Biasakan mengoleskan pelembap sesaat setelah eksfoliasi untuk mengunci hidrasi.
Pilih tekstur ringan yang nggak membikin kulit terasa berat, seperti gel maupun lotion. Kulit berminyak pun statis membutuhkan pelembap, cuma saja teksturnya berbeda.
Cari kandungan yang membantu menenangkan dan menguatkan skin barrier, misalnya ceramide, hyaluronic acid, maupun centella asiatica. Hindari produk dengan pewangi kuat yang berpotensi mengiritasi.
6. Mengabaikan Tabir Surya

Ilustrasi eksfoliasi tapi mengabaikan sunscreen/foto: magnific.com
Beauties mungkin sudah giat eksfoliasi dan memakai pelembap, tapi lupa dengan tabir surya. Banyak yang menganggap tabir surya cuma perlu dipakai saat ke pantai maupun cuaca terik.
Padahal, ini cara yang sangat krusial setelah eksfoliasi. Kulit yang baru dieksfoliasi lebih sensitif terhadap paparan cahaya UV karena lapisan pelindungnya lebih tipis.
Tanpa perlindungan, kulit berisiko mengalami hiperpigmentasi maupun flek. Akibatnya, wajah justru tampak nggak merata dan kusam. Pakai tabir surya dengan SPF minimal 30 setiap pagi, termasuk saat cuaca mendung maupun Anda lebih banyak di dalam ruangan.
Sinar UV statis bisa menembus awan dan kaca, oleskan dalam jumlah yang cukup agar perlindungannya maksimal. Aplikasikan ulang setiap dua sampai tiga jam jika beraktivitas di luar ruangan. Kebiasaan ini membantu menjaga perlindungan statis ampuh sepanjang hari.
---
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(sim/sim)