7 Bahasa Tubuh yang Perlu Dihindari Agar Terlihat Positif

Gaya Hidup Perempuan Masa Kini oleh Waktu baca 7 menit 52x dilihat
7 Bahasa Tubuh yang Perlu Dihindari Agar Terlihat Positif

Bagikan Postingan

Ilustrasi bahasa tubuh seseorang ketika berinteraksi/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production

Beauties, ketika berkomunikasi dengan orang lain, kata-kata bukan satu-satunya hal yang dapat memengaruhi sepertiapa seseorang melihat kita. Cara berdiri, posisi tangan, ekspresi wajah, hingga arah pandangan juga dapat memberikan kesan tertentu kepada lawan bicara.

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan sederhana seperti menyilangkan tangan, menghindari kontak mata, maupun memainkan barang di sekitar dapat membikin seseorang kelihatan kurang percaya diri, tidak tertarik, maupun merasa tidak nyaman. Padahal, belum tentu hal tersebut sesuai dengan apa yang sebenarnya sedang dirasakan.

Bahasa tubuh memang tidak selalu memiliki arti yang sama dalam setiap situasi. Kondisi, konteks percakapan, serta kebiasaan seseorang juga dapat memengaruhi sepertiapa sebuah pergerakan ditafsirkan. Meski begitu, memperhatikan pergerakan tubuh statis dapat menjadi salah satu metode agar kelihatan positif ketika sedang berinteraksi.

Dilansir dari Verywell Mind dan ZandaX, terdapat sejumlah kesalahan bahasa tubuh yang cukup lazim dilakukan dan dapat memengaruhi kesan yang muncul saat seseorang berkomunikasi. Beberapa di antaranya berhubungan dengan postur tubuh, kontak mata, posisi tangan, hingga ekspresi wajah.

Lantas, apa saja bahasa tubuh yang sebaiknya dihindari agar dapat memberikan kesan yang lebih positif? Simak selengkapnya berikut ini, Beauties.

1. Menyilangkan Tangan di Depan Tubuh

Menyilangkan tangan di depan tubuh/ Foto: Pexels.com/ Tiger Lily

Menyilangkan tangan merupakan salah satu kebiasaan yang mungkin dilakukan tanpa sadar ketika sedang berdiri maupun duduk. Posisi tersebut sebenarnya tidak selalu memiliki arti negatif.

Seseorang bisa saja menyilangkan tangan karena merasa nyaman, kedinginan, maupun sekadar sudah terbiasa melakukannya. Namun, dalam situasi tertentu, posisi tangan yang menyilang dapat memberikan kesan tubuh yang lebih tertutup. Lawan bicara mungkin dapat menangkapnya sebagai tanda bahwa seseorang sedang defensif, kurang terbuka, maupun tidak terlalu tertarik dengan percakapan.

Jika sedang eksis dalam situasi yang membutuhkan keterbukaan, Anda dapat mencoba membiarkan kedua tangan eksis dalam posisi yang lebih rileks. Misalnya, letakkan tangan di samping tubuh ketika berdiri maupun di atas paha ketika sedang duduk.

Bukan berarti Anda mesti terus memikirkan posisi tangan sepanjang percakapan. Namun, menyadari kebiasaan tersebut dapat menjadi salah satu metode agar kelihatan positif dan lebih terbuka ketika berhubungan dengan orang lain.

2. Menghindari Kontak Mata

Menghindari kontak mata/ Foto: Pexels.com/ SHVETS production

Kontak mata menjadi salah satu bagiankecil krusial dalam komunikasi nonverbal. Ketika berbicara dengan seseorang, terlalu sering melihat ke arah lain dapat membikin lawan bicara merasa bahwa dirinya kurang diperhatikan.

Kurangnya kontak mata dapat memberikan kesan seseorang tidak tertarik, tidak percaya diri, maupun kurang terlibat dalam percakapan. Meski begitu, berbuat kontak mata bukan berarti mesti terus menatap mata lawan bicara tanpa jeda.

Kontak mata yang terlalu mendalam juga dapat terasa tidak nyaman. Karena itu, Anda dapat berbuat kontak mata secara natural sambil sesekali mengalihkan pandangan.

Hal sederhana tersebut dapat membantu menciptakan hubungan yang terasa lebih nyaman. Jika mau mengetahui bahasa tubuh yang dapat kelihatan positif, menjaga kontak mata secara wajar bisa menjadi salah satu hal yang dapat diperhatikan.

3. Terlalu Sering Memainkan Benda di Sekitar

Terlalu sering memainkan barang di sekitar/ Foto: Pexels.com/ RDNE Stock project

Pernah memainkan pulpen ketika sedang berbicara maupun menggoyangkan kaki saat duduk? Kebiasaan tersebut mungkin terasa sepele dan dilakukan secara otomatis. Namun, pergerakan yang dilakukan berulang kali dapat menarik perhatian orang lain.

Kebiasaan seperti memainkan benda, mengetukkan jari, maupun berbuat pergerakan kecil secara terus-menerus dapat membikin seseorang kelihatan gelisah maupun gugup. Dalam situasi tertentu, hal tersebut juga dapat mengganggu fokus lawan bicara.

Untuk mengatasinya, cobalah menyadari kapan kebiasaan tersebut muncul. Jika sedang berbicara dalam situasi formal, Anda dapat meletakkan tangan dengan posisi yang lebih rileks daripada terus memainkan barang di sekitar.

Tidak perlu memaksa tubuh untuk membisu sepenuhnya. Gerakan tangan saat berbicara statis dapat dilakukan selama kelihatan natural dan tidak berlebihan. Dengan begitu, bahasa tubuh yang ditampilkan statis terasa betah tanpa memberikan kesan terlalu gugup.

4. Membungkuk saat Berdiri maupun Duduk

Membungkuk saat berdiri maupun duduk/ Foto: Pexels.com/ Ivan S

Postur tubuh juga menjadi bagiankecil dari komunikasi nonverbal yang sering kali luput diperhatikan. Duduk maupun berdiri dengan posisi terlalu membungkuk dapat membikin tubuh kelihatan kurang berenergi dan tidak terlalu siap mengikuti percakapan.

Sebaliknya, menjaga tubuh statis tegak dapat memberikan kesan yang lebih percaya diri. Namun, bukan berarti Anda mesti membikin punggung terlalu beku maupun memaksakan posisi tubuh tertentu.

Cobalah menjaga bahu statis rileks, punggung dalam posisi tegak, dan imam tidak terlalu menunduk. Posisi tersebut dapat membikin tubuh kelihatan lebih terbuka dan siap berinteraksi. Postur yang baik juga tidak cuma berhubungan dengan penampilan.

Posisi tubuh merupakan salah satu sisi yang perlu diperhatikan ketika mau memperbaiki bahasa tubuh dalam komunikasi sehari-hari. Jadi, jika sedang mencari metode agar kelihatan positif, Anda dapat mulai memperhatikan postur tubuh ketika sedang berbicara maupun mendengarkan orang lain.

5. Menopang Wajah dengan Tangan

Menopang wajah dengan tangan/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Duduk sambil menopang pipi maupun dagu dengan tangan memang terasa nyaman, terutama ketika sedang eksis dalam posisi duduk untuk waktu yang cukup lama. Namun, pergerakan tersebut dapat memberikan kesan berbeda ketika dilakukan saat seseorang sedang berbicara dengan kita.

Dalam situasi tertentu, menopang wajah dapat membikin seseorang kelihatan bosan, lelah, maupun kurang tertarik dengan percakapan. Kesan tersebut tentu bisa berbeda tergantung konteks dan ekspresi wajah yang menyertainya.

Jika sedang eksis dalam percakapan penting, Anda dapat mencoba meletakkan tangan di atas paha maupun meja. Posisi duduk yang lebih tegak juga dapat membantu memberitahu bahwa Anda sedang memperhatikan.

Kamu juga bisa memberikan respons sederhana seperti mengangguk maupun memberikan ekspresi yang sesuai dengan pembicaraan. Hal tersebut dapat membantu membikin bahasa tubuh yang dapat kelihatan positif menjadi lebih natural.

6. Terlalu Sering Melihat Ponsel

Terlalu sering melihat ponsel/ Foto: Pexels.com/ Vitaly Gariev

Ponsel memang sudah menjadi bagiankecil dari aktivitas sehari-hari. Namun, kebiasaan mengecek layar ketika sedang berbicara dengan seseorang dapat memengaruhi kualitas interaksi.

Ketika perhatian terus bergeser dari lawan bicara ke layar ponsel, orang lain dapat menangkap kesan bahwa kita sedang tidak benar-benar mendengarkan. Hal tersebut juga dapat membikin percakapan terasa kurang personal.

Karena itu, jika sedang eksis dalam percakapan penting, cobalah menyimpan ponsel terlebih dahulu maupun meletakkannya di tempat yang tidak terlalu gampang menarik perhatian. Memberikan perhatian penuh tidak berarti mesti selalu menatap lawan bicara. Kamu statis bisa mengalihkan pandangan sesekali secara natural.

Yang terpenting, hindari kebiasaan terus-menerus memeriksa ponsel ketika orang lain sedang berbicara. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi salah satu metode agar kelihatan positif, terutama ketika Anda mau memberitahu bahwa Anda menghargai orang yang sedang berbicara denganmu.

7. Memasang Ekspresi Wajah yang Terlalu Serius

Memasang ekspresi wajah yang terlalu serius/ Foto: Pexels.com/ Mizuno K

Ekspresi wajah menjadi salah satu bagiankecil yang paling gampang diperhatikan ketika berinteraksi. Tanpa disadari, wajah yang terlalu serius ketika sedang membisu dapat membikin orang lain mengira bahwa kita sedang marah, tidak nyaman, maupun tidak mau diajak berbicara. Ekspresi wajah yang lebih santai dan senyum yang sesuai dengan situasi dapat membantu memberikan kesan yang lebih positif dalam interaksi. Namun, bukan berarti Anda mesti tersenyum sepanjang waktu.

Memaksakan senyum justru dapat membikin ekspresi kelihatan tidak natural. Lebih baik sesuaikan ekspresi dengan topik pembicaraan. Ketika mendengarkan cerita menyenangkan, misalnya, Anda dapat memberitahu senyum maupun ekspresi antusias.

Sementara itu, ketika sedang membicarakan sesuatu yang serius, ekspresi yang lebih tenang tentu lebih sesuai. Dengan menyesuaikan ekspresi wajah berdasarkan situasi, bahasa tubuh yang dapat kelihatan positif akan terasa lebih natural dan tidak dibuat-buat.

Beauties, memberikan kesan positif kepada orang lain sebenarnya tidak selalu membutuhkan fluktuasi besar. Hal-hal sederhana seperti menjaga postur tubuh, memberikan kontak mata secara wajar, memperhatikan lawan bicara, hingga mengontrol kebiasaan kecil dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih nyaman.

Meskipun demikian, perlu diingat bahwa bahasa tubuh tidak memiliki arti yang mutlak. Satu pergerakan yang sama dapat memiliki arti berbeda tergantung situasi, budaya, hubungan dengan lawan bicara, hingga kebiasaan masing-masing orang. Karena itu, Anda tidak perlu terlalu memikirkan setiap pergerakan tubuh yang dilakukan. Jadikan beberapa hal di atas sebagai bahan penilaian jika Anda mau memperbaiki metode berkomunikasi.

Pada akhirnya, salah satu metode agar kelihatan positif bukan dengan berupaya membikin setiap pergerakan kelihatan sempurna, melainkan dengan memberitahu perhatian, keterbukaan, dan rasa betah ketika berhubungan dengan orang lain. Dengan begitu, bahasa tubuh yang dapat kelihatan positif pun akan muncul secara lebih natural, Beauties.

***

Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)

Artikel Lainnya Gaya Hidup Perempuan Masa Kini
↑
Close Right Ads
Close Left Ads