7 Cara Mengajarkan Anak Berteman di Sekolah Secara Efektif

Portal Kesehatan Ibu dan Anak Ditulis oleh Diperbarui Waktu baca 4 menit 24873x dilihat
7 Cara Mengajarkan Anak Berteman di Sekolah Secara Efektif

Memasuki masa sekolah, dunia anak meluas—mereka mulai berinteraksi lebih banyak di luar keluarga dan menjalin pertemanan baru. Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak berteman di sekolah dengan tepat?

Penting untuk membantu anak membangun hubungan pertemanan yang positif karena hal ini berpengaruh pada perkembangan emosional dan sosial mereka.

Peran orang tua sangat menentukan dalam membimbing anak agar mampu menjalin pertemanan sehat di lingkungan sekolah.


Mengapa kawan krusial bagi anak usia sekolah?

Dikutip dari Raising Children, pada usia sekolah hubungan dengan teman sebaya menjadi semakin penting. Pertemanan membantu anak membangun rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, dan kemampuan beradaptasi di lingkungan baru.

Memiliki teman dekat membuat anak merasa diterima dan menjadi bagian dari kelompok. Teman yang baik juga memberi anak penghargaan dan pandangan positif terhadap dirinya sendiri.

Lebih jauh, pertemanan merupakan wadah belajar keterampilan hidup penting, seperti berinteraksi, menyelesaikan konflik, dan memecahkan masalah—keterampilan yang mengurangi risiko kesulitan sosial dan emosional di masa mendatang.

Cara mengajarkan anak berteman di sekolah

Biarkan anak membangun persahabatan sesuai ritme dan waktunya, namun orang tua tetap dapat memberi dukungan dari rumah untuk memperkuat kemampuan sosial mereka.

Ciptakan suasana rumah yang mendukung anak merasa percaya diri saat berinteraksi, sehingga mereka lebih siap menjalin pertemanan di sekolah.

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa diterapkan orang tua untuk mengajarkan anak berteman di sekolah:

1. Tunjukkan antusiasme terhadap kawan baru anak

Tanggapi kabar tentang teman baru dengan antusias agar anak merasakan pesan positif bahwa berteman adalah pengalaman menyenangkan dan patut disyukuri.

2. Luangkan waktu untuk mendengar cerita anak

Sediakan waktu mendengarkan saat anak bercerita tentang teman sekelas atau pertemanan barunya. Dengan demikian, anak merasa aman untuk berbagi saat menghadapi masalah sosial.

3. Bermain berbareng di rumah

Ajak anak melakukan permainan atau aktivitas di rumah yang melatih keterampilan berteman, misalnya board game yang mengajarkan bergiliran, kerja sama, dan aturan main.

4. Ajarkan keterampilan berinteraksi dengan orang lain

Dikutip dari Harvard Health, kemampuan bersosialisasi paling efektif dipelajari sejak berada dalam lingkungan keluarga.

Ajarkan dasar interaksi seperti empati dan menghormati orang lain. Terapkan sikap saling menghargai antaranggota keluarga dan biasakan percakapan rutin tanpa gadget untuk melatih keterampilan komunikasi.

5. Melatih anak belajar tentang emosi

Setiap anak mengalami emosi negatif; kemampuan mengelola perasaan penting agar emosi tidak merusak hubungan pertemanan.

Orang tua berperan membantu anak mengenali dan mengatur emosinya. Penelitian dalam jurnal Developmental Psychology menunjukkan anak lebih mampu self-regulation bila orang tua bersikap empatik dalam komunikasi.

Pemberian arahan positif saat anak menghadapi suasana hati buruk akan meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, sehingga peluang anak menjalin pertemanan sehat juga meningkat.

6. Beri contoh hubungan yang baik

Perlihatkan sikap ramah saat berinteraksi di luar rumah: mulai percakapan, tanyakan kabar, dan tunjukkan sopan santun. Anak meniru contoh nyata dan belajar bagaimana membuka pembicaraan dengan orang baru.

7. Permudah kesempatan anak untuk berinteraksi

Pertemanan sering terjalin lebih mudah melalui minat atau kegiatan bersama. Bantu anak menemukan minatnya dan daftarkan pada kegiatan yang sesuai.

Orang tua juga bisa berkenalan dengan orang tua teman anak dan mengadakan pertemuan santai agar anak-anak mengenal satu sama lain dalam suasana nyaman. Saat merencanakan waktu bermain bersama (playdate), pilih aktivitas yang menyenangkan dan mendorong kerja sama, seperti membuat kue, ke taman, atau mengunjungi museum.

Masalah pertemanan di sekolah

Pada masa awal sekolah anak bisa menghadapi masalah seperti merasa dikucilkan, konflik dengan teman, atau kesulitan mencari teman. Beberapa anak berbicara tentang masalah itu pada orang tua, sementara yang lain memilih memendamnya.

Orang tua perlu peka terhadap tanda-tanda perubahan perilaku, misalnya anak enggan berangkat sekolah atau terlihat cemas saat harus berinteraksi.

Menurut psikolog klinis Matthew Rouse, PhD, reaksi anak terhadap masalah pertemanan berbeda-beda. "Beberapa anak bereaksi secara spontan... sementara pada anak lainnya, tekanan emosional menumpuk sedikit demi sedikit," ujarnya dikutip dari Child Mind Institute.

Tips membicarakan masalah pertemanan dengan anak

7 Holiday Program untuk Anak di 2023, Cocok untuk Libur SekolahIlustrasi/Foto: Getty Images/Urbanscape

Membuka percakapan tentang pertemanan memberi kesempatan bagi orang tua memahami pengalaman anak, membantu mereka mengelola perasaan, dan menentukan langkah menghadapi masalah.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan ketika anak menghadapi masalah pertemanan di sekolah:

  • Tanyakan apa yang terjadi dan bagaimana perasaannya.
  • Dorong anak bercerita; Anda bisa memulai dengan berbagi pengalaman pribadi saat menghadapi masalah pertemanan di masa kecil.
  • Ajak membaca buku yang mengangkat tema persahabatan untuk membuka diskusi.
  • Latih anak agar berani membuat keputusan sendiri dan tidak hanya mengikuti teman sebaya.

Jika anak belum siap bercerita, pastikan ia tahu Anda selalu siap mendengarkan kapan pun diperlukan. Dengarkan dengan penuh perhatian atau berikan pelukan sebagai bentuk dukungan sederhana namun berarti.

Apabila masalah pertemanan sudah mengganggu kesehatan mental anak, konsultasikan dengan guru pembimbing di sekolah atau tenaga ahli seperti psikolog anak untuk penanganan lebih optimal.

Demikian panduan tentang cara mengajarkan anak berteman di sekolah. Semoga bermanfaat bagi orang tua dalam mendukung perkembangan sosial-emosional anak.

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak

Bagikan Postingan