Jakarta -
Setiap anak tentu bakal merasakan beragam macam emosi seiring bertambahnya usia. Mulai dari rasa senang, sedih, marah, bingung, takut, hingga kecewa dalam banyak situasi yang mereka alami.
Saat anak mulai mengerti apa yang sedang dirasakannya, mereka bakal merasa lebih tenang dan bahagia. Kemampuan ini juga dapat membantu anak menghadapi banyak situasi yang ditemuinya setiap harinya, Bunda.
Anak yang mengenali emosinya dengan baik tidak mudah meluapkan emosi lewat perilaku yang susah dikendalikan. Misalnya, saat sedang jengkel alias kecewa, mereka bakal menyampaikan perasaannya daripada kudu mengamuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, anak juga bakal belajar mengenali emosi orang lain. Kemampuan tersebut menjadi bekal agar mereka mudah berinteraksi dan menjalin hubungan yang baik dengan orang lain.
Oleh lantaran itu, mengenalkan emosi sejak awal pada anak berfaedah untuk mendukung perkembangan sosial dan emosional mereka. Kabar baiknya, proses ini dapat dilakukan dalam momen di rumah berbareng Si Kecil.
Cara mengajarkan anak mengenali emosi sejak dini
Dikutip dari Raising Children Network, United Nations Children's Fund (UNICEF), dan beberapa sumber lainnya, berikut ini sejumlah langkah mengajarkan anak mengenali emosi sejak dini.
1. Mulai dengan memilih satu jenis emosi
Bunda, cobalah mengenalkan satu jenis emosi terlebih dulu agar Si Kecil lebih mudah memahaminya. Pilih emosi yang sederhana, misalnya rasa senang, sedih, alias takut.
Jika anak sudah lebih besar, Bunda dapat mulai mengenalkan emosi yang lebih beragam. Misalnya, ajak anak mengenal emosi bingung, bangga, alias ceria agar kosakata emosinya semakin bertambah.
2. Ajak anak mengobrol tentang perasannya
Setelah mengenalkan jenis emosi, orang tua dapat membujuk anak membicarakan kapan emosi tersebut muncul. Ceritakan juga pengalaman Bunda saat merasakan emosi itu agar anak mengerti artinya.
Sebagai contoh, Bunda bisa bercerita kepada anak bahwa merasa ceria saat merayakan ulang tahun. Setelah itu, tanyakan kapan dia pernah merasakan emosi yang sama.
Misalnya dengan mengatakan, "Bunda merasa ceria saat sedang ulang tahun. Kapan Anda merasa gembira?".
3. Tunjukkan emosi lewat ekspresi dan aktivitas tubuh
Selain lewat cerita, Bunda bisa mengenalkan emosi melalui ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Lewat langkah seperti ini, Si Kecil bakal mudah mengerti seperti apa setiap emosi itu ditunjukkan.
Cobalah memperagakan beragam ekspresi sesuai dengan emosi yang sedang dikenalkan. Misalnya, tampilkan wajah ceria saat merasa ceria alias ekspresi lain yang sesuai dengan emosi tersebut.
Tak hanya ekspresi wajah saja, Bunda juga dapat menambahkan aktivitas tubuh agar lebih menarik. Contohnya dengan bertepuk tangan, melompat kegirangan, alias aktivitas lainnya yang menggambarkan emosi itu.
4. Ajak anak menirukan ekspresi emosi
Setelah memandang contoh dari Bunda, jangan lupa ya ajak Si Kecil mencoba memperagakan emosi yang sama. Biarkan dia mengekspresikan perasaannya melalui ekspresi wajah dan aktivitas tubuh.
Bunda dapat mengawasi gimana anak menunjukkan emosi tersebut dengan caranya sendiri. Kegiatan ini juga bisa membikin momen belajar menjadi lebih menyenangkan.
5. Bermain tebak emosi
Selanjutnya, Bunda dan anak bisa bergantian menunjukkan beragam macam emosi lewat ekspresi wajah alias aktivitas tubuh. Setelah itu, coba tebak berbareng emosi apa yang sedang diperagakan.
Usai menebak, ajak Si Kecil bercerita tentang kapan dia pernah merasakan emosi tersebut. Bunda juga bisa berbagi pengalaman agar obrolan lebih seru dan anak semakin mengerti setiap perasaan.
6. Buat jurnal emosi berbareng anak
Mengutip dari The Kids Mental Health Foundation, orang tua dapat membujuk anak untuk membikin jurnal emosi harian sebagai bagian dari kegiatan yang menyenangkan.
Dalam jurnal tersebut, anak bisa menulis emosi yang dialaminya sepanjang hari. Enggak hanya itu, ajak juga mereka untuk menceritakan apa yang membuatnya merasakan emosi tersebut.
Perlu diingat, tujuan kegiatan ini adalah membantu anak mengenali emosinya sejak awal agar tidak mudah dikuasai oleh perasaannya. Seiring dengan pendampingan Bunda, anak bakal terbiasa mengenali emosinya dan siap mengungkapkan apa yang sedang dirasakan.
7. Ajak anak menggambar pengalaman emosi
Selain menuliskan perasaan, Bunda bisa membujuk anak untuk menggambar banyak perihal yang membuatnya merasakan beragam emosi. Misalnya, menggambar mentari saat merasa senang alias awan hujan saat sedih.
Setelah selesai menggambar, ajak mereka bercerita tentang gambar yang dibuatnya. Tanyakan juga kenapa dia memilih gambar tersebut dan gimana dia tahu sedang merasakan emosi itu.
Nah, itulah beberapa langkah yang dapat membantu Si Kecil belajar mengenali emosi sejak dini. Semoga informasinya memberi inspirasi untuk Bunda di rumah, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·