Anak-anak yang lahir di bulan tertentu disebut lebih rentan terkena flu menurut penelitian. Untuk itu, krusial untuk membujuk Si Kecil rutin vaksin.
Ya, vaksin flu merupakan salah satu langkah paling efektif untuk melindungi anak dari jangkitan influenza yang dapat menyebabkan beragam komplikasi.
Selain itu, pastikan anak selalu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Parents, sebuah penelitian menemukan bahwa waktu kelahiran anak dapat memengaruhi potensi mereka terkena flu.
Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal JAMA Pediatrics tersebut, anak-anak yang lahir pada musim panas di Amerika Serikat (sekitar Juni hingga Agustus) lebih rentan terkena flu selama musim flu tahunan.
Hal ini lantaran mereka condong belum mendapatkan vaksin flu saat kunjungan pemeriksaan kesehatan rutin dan kudu membikin janji terpisah, yang sering kali terlewat.
Sementara itu, anak yang lahir pada musim gugur (sekitar September hingga November) lebih jarang terkena flu lantaran kunjungan pemeriksaan rutin mereka biasanya bertepatan dengan agenda pemberian vaksin flu. Oleh karena itu, mereka lebih mungkin mendapatkan vaksin tepat waktu.
Lalu gimana di Indonesia?
Dari hasil studi dalam jurnal di AS tersebut, peneliti menyimpulkan bahwa anak yang lahir pada Juni, Juli, dan Agustus lebih rentan flu.
Namun, mereka yang lahir pada September, Oktober, dan November berpotensi lebih terlindungi lantaran mendapatkan vaksin flu tepat waktu.
Perlu diingat ya Bunda, temuan ini berasal dari negara empat musim seperti Amerika Serikat. Di Indonesia, yang tidak mempunyai musim panas dan musim gugur, bulan kelahiran tidak secara langsung memengaruhi akibat flu.
Hasil studi tersebut lebih menyoroti pentingnya mendapatkan vaksin flu pada waktu yang dianjurkan, bukan pengaruh biologis secara langsung dari bulan kelahiran itu sendiri.
Seberapa krusial vaksin flu untuk anak?
Mengutip laman Kemenkes RI, penyakit flu dapat menimbulkan komplikasi yang serius. Maka dari itu, upaya pencegahan sangat penting.
Salah satu langkahnya adalah dengan vaksin flu. Vaksin dapat membantu menurunkan akibat terkena flu alias membikin indikasi yang muncul menjadi lebih ringan, jika dibandingkan pada anak yang tidak menerima vaksin.
Berdasarkan sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics, vaksin flu terbukti dapat menurunkan akibat kematian akibat influenza pada anak yang sebelumnya berada dalam kondisi sehat.
Rekomendasi American Academy of Pediatrics (AAP) periode 2017–2018 juga menganjurkan orang tua untuk memastikan anak memperoleh vaksin influenza sesuai jadwal.
Kapan anak bisa mulai diberi vaksin flu?
Vaksin flu alias influenza dapat mulai diberikan ketika bayi berumur 6 bulan, lampau dilanjutkan setiap satu tahun sekali mulai usia 18 bulan hingga 18 tahun.
Mengacu pada Jadwal Imunisasi Anak Usia 0–18 Tahun dari Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Tahun 2024, pemberian vaksin influenza pertama pada anak usia 6 bulan hingga 8 tahun dilakukan sebanyak 2 dosis dengan jarak pemberian 4 minggu.
Sementara itu, anak berumur 9 tahun ke atas cukup mendapatkan 1 dosis. Setelahnya, vaksin influenza diulang setiap satu tahun sekali menggunakan vaksin yang tersedia.
Faktor akibat influenza
Secara umum, anak lebih berisiko terkena flu andaikan mereka:
- Berada di sekitar orang yang sedang terinfeksi flu
- Belum mendapatkan vaksin flu
- Tidak mencuci tangan setelah menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus
Anak dengan kondisi kesehatan tertentu mempunyai akibat lebih tinggi untuk menjalani perawatan di rumah sakit.
Mereka juga lebih rentan mengalami komplikasi seperti pneumonia, dehidrasi, sinusitis, jangkitan telinga, serta memperburuk penyakit yang telah diderita sebelumnya, seperti penyakit jantung alias asma.
Tanda dan indikasi influenza pada anak
Flu merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan, tetapi dampaknya dapat dirasakan di seluruh tubuh.
Beberapa tanda dan indikasi yang perlu diwaspadai meliputi:
- Demam tinggi
- Nyeri di beberapa bagian tubuh
- Sakit kepala
- Nyeri tenggorokan
- Batuk
- Hidung berair alias tersumbat
Pada beberapa kasus, anak juga dapat mengalami indikasi berupa:
- Mual
- Muntah
- Diare
Sebagian besar anak bakal pulih dari flu dalam waktu sekitar satu minggu. Meski demikian, mereka mungkin tetap merasa lemas sehingga memerlukan waktu rehat hingga 3–4 minggu.
Memastikan bahwa anak betul-betul mengalami influenza, terutama pada balita, sering kali sulit
"Influenza kadang susah dibedakan dari jangkitan virus lainnya," ujar master ahli penyakit jangkitan Rachel Orscheln, MD, dikutip dari The Bump.
Apabila pemeriksaan tetap belum pasti, master dapat melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.
Tips krusial lain untuk cegah flu
Selain dengan vaksin, mencegah penularan virus flu pada anak juga bisa dilakukan dengan cara-cara berikut:
- Rajin cuci tangan dengan sabun
- Ajarkan etika saat batuk dan bersin
- Biasakan anak untuk tidak berbagi barang pribadi dengan orang lain, termasuk seperti gelas, sendok, alias sedotan
- Biasakan anak untuk tidak menyentuh bagian wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, terutama saat beraktivitas di luar rumah
Itulah penjelasan tentang vaksin flu. Jangan lupa konsultasi dengan master untuk mendapatkan rekomendasi agenda vaksin yang sesuai usia anak.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(fir/fir)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·