Apakah Masih Bisa Terjadi Kehamilan Di Masa Perimenopause?

Jul 05, 2026 07:00 PM - 5 jam yang lalu 199

Jakarta -

Perimenopause merupakan periode waktu ketika tubuh seseorang bertransisi menuju menopause. Perimenopause biasanya dimulai pada pertengahan hingga akhir usia 40-an, Bunda.

Selama perimenopause, seorang wanita bakal mengalami perubahan pada tubuhnya. Salah satunya adalah periode menstruasi yang mungkin lebih lama alias lebih pendek, serta lebih berat alias lebih ringan dari biasanya.

Selain periode siklus menstruasi tidak teratur, nyaris 90 persen wanita yang mengalami perimenopause mengalami indikasi menopause, seperti hot flashes, susah tidur, gangguan mengenai suasana hati, dan kekeringan pada organ vagina.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Perimenopause merujuk pada tahun-tahun menjelang menopause, ialah ketika menstruasi berakhir secara permanen. Pada kebanyakan orang, periode ini berjalan sekitar emapt tahun," kata master yang berspesialisasi dalam bagian obstetri dan ginekologi, Stacy A. Henigsman, DO.

"Selama periode ini, ovarium menghasilkan estrogen dan progesteron dalam jumlah yang bervariasi. Fluktuasi hormon tersebut dapat menyebabkan indikasi perimenopause," sambungnya, dilansir laman Medical News Today.

Apa tetap bisa mengandung di masa perimenopause?

Kesuburan memang dapat menurun seiring bertambahnya usia. Tetapi, seorang wanita tetap bisa mengandung selama masa perimenopause, Bunda.

Perkiraan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) apalagi menunjukkan bahwa lebih banyak bayi lahir dari wanita berumur 40 hingga 44 tahun, dibandingkan dari ibu yang berumur lebih muda dalam beberapa tahun terakhir.

"Kesuburan tidak meningkat selama perimenopause, tetapi kesuburan tidak bakal turun hingga nol sampai wanita mencapai menopause," kata master kandungan dan ahli menopause, Catherine Caponero, DO, dikutip dari Cleveland Clinic.

"Kehamilan spontan dapat terjadi dan memang terjadi, hingga wanita mencapai periode menstruasi terakhirnya."

Jika tidak mempunyai kondisi yang memengaruhi keahlian untuk hamil, maka Bunda mungkin bisa mengandung hingga mencapai menopause. Menopause adalah saat wanita telah melewati satu tahun penuh tanpa siklus menstruasi.

Menopause rata-rata terjadi sekitar usia 52 tahun. Namun, perihal itu dapat sangat bervariasi pada setiap perempuan.

Kenapa wanita bisa mengandung di masa perimenopause?

Kesuburan dapat menurun selama periode perimenopause lantaran jumlah sel telur sehat berkurang seiring bertambahnya usia. Namun, seorang wanita tetap bisa berovulasi selama perimenopause, di mana ovarium dapat melepaskan sel telur. Dan jika wanita berasosiasi seksual, maka sel telur tersebut dapat dibuahi.

Namun perlu dicatat, wanita yang memasuki perimenopause mungkin tidak berovulasi secara teratur seperti dulu. Jadi, jika dia mengandalkan pencarian siklus untuk mengetahui waktu paling subur, maka kalkulasi tersebut bisa saja meleset.

"Ovulasi menjadi lebih tidak teratur dan susah diprediksi," ungkap Caponero.

"Hal ini menyebabkan panjang siklus berubah, yang dapat membikin pencarian kesuburan menjadi jauh kurang dapat diandalkan," lanjutnya.

Program mengandung di masa perimenopause

Banyak wanita berakhir melakukan program mengandung ketika sudah memasuki masa perimenopause. Padahal, kesempatan mengandung tetap ada meski usia sejenak lagi masuk menopause.

Bila mau mendapatkan momongan di usia lanjut, ada baiknya berkonsultasi dulu dengan dokter. Menurut Caponero, jika wanita berumur di bawah 35 tahun mau hamil, dia menyarankan untuk mengandung hingga satu tahun sebelum melakukan tes alias perawatan kesuburan.

Pada wanita berumur antara 35 dan 40 tahun, Caponero merekomendasikan untuk konsultasi dengan ahli kesehatan wanita alias penyedia jasa kesuburan setelah enam bulan mencoba untuk hamil.

Bagi Bunda berumur 40 tahun ke atas, program mengandung kudu direncanakan dengan matang. Segera temui master ahli kesuburan untuk membahas tes dan pilihan yang tersedia.

Perlu dicatat, kehamilan di usia lanjut bisa menimbulkan risiko. Sebelum merencanakan kehamilan, pahami risiko-risiko ini untuk mencegah komplikasi.

"Kesuburan terus menurun seiring bertambahnya usia, dan akibat kelainan kromosom meningkat," ungkap Caponero.

"Risiko tersebut bukan sepenuhnya disebabkan oleh perubahan hormonal perimenopause, tetapi lebih lantaran kesehatan sel telur menurun seiring bertambahnya usia."

Beberapa akibat kehamilan yang bisa didapatkan ini dapat berupa masalah kelainan kromosom, preeklamsia, glukosuria gestasional, persalinan caesar, dan kelahiran prematur alias berat badan lahir rendah.

Demikian penjelasan master mengenai kesempatan mengandung pada wanita yang sudah memasuki masa perimenopause. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya