7 Cara Menghilangkan Air Liur Berlebihan saat Hamil

Jun 13, 2026 01:40 PM - 1 bulan yang lalu 55359

Perubahan selama kehamilan mungkin banyak dialami dan memerlukan penyesuaian termasuk gimana produksi air liur yang semakin banyak dari biasanya. Simak yuk, 7 langkah menghilangkan air liur berlebihan saat hamil, Bun.

Selain tubuh yang semakin berisi, rupanya ada juga perubahan lain yang ibu alami selama kehamilan. Salah satunya ialah air liur yang makin melimpah dan tentunya membikin bumil tidak nyaman.

Penyebab air liur berlebihan saat hamil

Mengutip dari laman Baby Center, air liur berlebih disebut dengan ptyalism alias siarorrhea sementara pada ibu mengandung disebut ptyalism gravidarum. 


"Saya cukup sering memandang ptyalism ringan," kata Kristin Cohen, DNP, seorang perawat bersertifikat dan praktisi perawat perawatan kesehatan wanita bersertifikat di New Jersey. 

Ditambahkan Cohen bahwa kondisi ini diperkirakan lebih umum terjadi pada orang-orang keturunan Haiti dan Afrika. "Dalam praktik saya, saya memang memandang kedua populasi pasien ini lebih terpengaruh. Biasanya tidak terlalu parah namun ibu mengandung menyadari air liurnya kemudian berlebih dan merasa terganggu. Meski demikian, kondisinya tetap dapat diatasi," tuturnya.

Dalam keadaan normal, kelenjar ludah menghasilkan sekitar 1 1/2 liter per hari tetapi umumnya tidak ada yang menyadari perihal ini lantaran setiap orang menelan terus menerus setiap waktu. Jadi, jika Bunda merasa tiba-tiba mempunyai lebih banyak air liur di mulut setelah hamil, sebenarnya Bunda mungkin sedang memproduksi lebih banyak alias menelan lebih sedikit, alias apalagi kombinasi keduanya.

Sebagian wanita apalagi merasakan mereka mengeluarkan lebih banyak air liur dari biasanya ketika mual. Dalam kondisi mengandung dan air liur melimpah membikin ibu mengandung jadi terus mau meludah dan sepenuhnya perihal ini normal terjadi, Bun.

Beberapa penyebab kenapa terjadi lebih banyak air liur di trimester pertama di antaranya dikarenakan perihal berikut:

1. Perubahan hormonal

Para mahir tidak tahu kenapa beberapa wanita mempunyai air liur berlebihan di awal kehamilannya, tetapi perubahan hormonal mungkin menjadi salah satu penyebabnya.

2. Mual

Merasa mual dapat membikin ibu mengandung mencoba menelan lebih sedikit dan perihal ini justru menyebabkan air liur menumpuk di mulut. 

3. Mulas

Produksi air liur yang lebih banyak dapat dikaitkan dengan mulas yang umum terjadi selama kehamilan. Mulas sebenarnya dapat menyebabkan iritasi (dari masam lambung) pada kerongkongan, yang kemudian merangsang kelenjar air liur untuk menetralkan masam lambung dengan memproduksi lebih banyak air liur.

4. Masalah gigi

Kerusakan gigi dan jangkitan mulut dapat menyebabkan air liur berlebih. Jadi, pastikan untuk tetap melakukan kunjungan rutin ke master gigi saat hamil.

5. Iritan

Iritan tertentu seperti asap dapat menyebabkan peningkatan air liur seperti halnya beberapa obat, paparan racun (merkuri dan pestisida), dan beberapa kondisi medis.

Kapan air liur berlebihan umumnya terjadi saat hamil?

Menumpuknya air liur selama mengandung sebenarnya indikasi yang normal terjadi selama kehamilan, Bun. Biasanya, indikasi ini terjadi di awal kehamilan kurang lebih selama tiga bulan pertama alias trimester pertama kehamilan.

Meskipun perihal ini membikin para ibu mengandung merasa tidak nyaman, ada banyak argumen kenapa kondisi tersebut terjadi. Para mahir menduga ini merupakan langkah tubuh untuk melindungi mulut, gigi, dan tenggorokan dari pengaruh korosif masam lambung.

Seperti diketahui bahwa kombinasi aspek dalam kehamilan dapat meningkatkan jumlah refluks yang mungkin terjadi apalagi jika Bunda tidak merasa sakit sekalipun. Dan, kelebihan air liur membantu menopang pengaruh destruktif tersebut.

Kapan berakhir meludah alias produksi air berlebihan berkurang saat hamil?

Seperti banyak indikasi kehamilan lainnya, kondisi air liur berlebih yang mengganggu bakal berlalu setelah trimester pertama kehamilan alias memasuki trimester kedua.

Namun, ada kasus langka perihal tersebut bersambung hingga persalinan dan apalagi meningkat seiring perkembangan kehamilan. Meskipun kondisi ini sangat tidak nyaman dan bisa berjalan sepanjang kehamilan, produksi air liur berlebih tidaklah membahayakan bayi. Sehingga, Bunda tidak perlu panik jika memang kondisinya tetap terus bersambung setelah trimester pertama.

Sejauh ini, tidak ada bukti bahwa produksi air liur berlebih selama kehamilan bakal menyebabkan komplikasi pada kehamilan dan bayi. Namun, perihal tersebut dapat memengaruhi kenyamanan selama kehamilan.

Selain lebih sering meludah, Bunda mungkin mengalami pembengkakan kelenjar ludah dan perihal itu dapat memengaruhi tidur Bunda. Bunda juga mungkin merasa malu untuk meludah alias menelan lebih sering sehingga perihal itu dapat membatasi kemauan untuk keluar rumah. 

Cara mencegah air liur berlebihan saat hamil

Kondisi air liur berlebihan saat mengandung tentu membikin Bunda jadi tidak nyaman. Sayangnya, belum diketahui adanya obat alias kebiasaan prenatal yang dapat mencegah air liur yang berlebihan selama kehamilan seperti dikutip dari laman Whattoexpect.

Cobalah untuk menghadapinya dengan tenang dan pahamilah bahwa kondisi tersebut berkarakter sementara dan bakal segera berlalu. Jika Bunda merasa cemas dan tidak nyaman, konsultasikan perihal tersebut dengan master untuk mendapatkan treatment terbaik.

Cara menghilangkan air liur berlebihan saat hamil

Dalam keseharian, kita semua tentunya menelan air liur tanpa henti. Namun, ada juga sebagian orang yang mengalami kesulitan menelan air liur dan menyebabkan air liurnya menumpuk di mulut dan tenggorokan di mana menyebabkan mereka 'ngiler'. 

Agar kondisi tersebut bisa diminimalisir, ingatlkan tubuh untuk menelan lebih sering sehingga air liur dapat dibersihkan secara efektif. Berikut ini beberapa tips langkah menghilangkan air liur berlebihan saat hamil:

1. Menyikat gigi dengan teratur dan gunakan obat kumur beberapa kali sehari
2. Makan makanan mini dan seimbang secara teratur dan jangan makan banyak makanan bertepung
3. Minumlah banyak air dan minumlah sedikit demi sedikit secara teratur
4. Telan air liur berlebih jika memungkinkan
5. Cobalah mengisap permen keras alias mengunyah permen karet tanpa gula. Hal ini tidak bakal mengurangi produksi air liur tetapi dapat membantu mengurangi rasa mual akibat air liur berlebih
6. Mengisap es
7. Makan alias minum sesuatu yang asam, seperti mengisap irisan lemon

Itulah langkah menghilangkan air liur berlebihan saat hamil. Semoga informasinya membantu ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya