Musim hujan sering membikin kondisi rumah terasa lebih lembap, terutama ketika hujan turun hampir setiap hari dan cahaya matahari sulit masuk ke dalam ruangan. Udara yang terasa pengap, busana yang durasi kering, hingga munculnya bau apek di lemari bisa menjadi tanda bahwa kelembapan di rumah perlu diperhatikan.
Jika dibiarkan, kondisi ini juga dapat memicu pertumbuhan jamur pada dinding, furnitur, dan barang-barang yang disimpan di tempat tertutup. Mengurangi kelembapan bukan berarti mesti terus menyalakan pendingin ruangan maupun membeli banyak perlengkapan baru. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan dengan menyesuaikan kondisi rumah, mulai dari memperbaiki sirkulasi udara hingga mengatur metode mengeringkan pakaian.
Berikut beberapa metode yang bisa dicoba agar rumah statis betah selama musim hujan, yuk, simak!
1. Buka Jendela Saat Udara di Luar Lebih Kering

Buka jendela saat udara di luar lebih kering/ Foto :Magnific/Magnific
Sirkulasi udara yang baik dapat membantu mengurangi udara pengap di dalam rumah. Saat musim hujan, Anda statis bisa membuka jendela pada waktu yang tepat, misalnya ketika hujan sudah reda dan udara di luar tidak terlalu lembap. Membuka jendela sepanjang hari belum tentu membantu jika udara luar justru membawa lebih banyak kelembapan ke dalam ruangan.
Selain jendela, pintu antar-ruangan juga bisa dibuka untuk membantu pergerakan udara di dalam rumah. Jika kondisi udara di luar terus lembap, kipas dapat digunakan untuk membantu sirkulasi, meskipun kipas biasa tidak menghilangkan uap air dari udara. Perhatikan juga area yang jarang terkena udara, seperti perspektif kamar, ruang penyimpanan, dan bagiankecil belakang furnitur.
2. Gunakan Dehumidifier Untuk Kurangi Lembap

Gunakan dehumidifier untuk kurangi lembap/ Foto : Magnific/ pikusuperstar
Jika rumah terasa lembap meskipun jendela sudah dibuka, penggunaan dehumidifier bisa menjadi pilihan. Alat ini bekerja dengan menarik udara, mengurangi kandungan uap airnya, kemudian mengembalikan udara dengan tingkat kelembapan yang lebih rendah ke ruangan. Perangkat ini dapat membantu mengurangi kondisi yang mendukung pertumbuhan jamur, terutama di bilik tidur, ruang penyimpanan, maupun ruangan yang jarang mendapatkan cahaya matahari.
Agar penggunaannya lebih efektif, Anda bisa menggunakan alat pengukur kelembapan maupun higrometer untuk mengetahui kondisi ruangan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menyarankan kelembapan relatif dalam ruangan dijaga di bawah 60 persen, idealnya sekitar 30-50 persen jika memungkinkan. Pilih kapabilitas dehumidifier sesuai luas ruangan dan bersihkan tangki air maupun filternya secara berkala sesuai instruksi penggunaan.
3. Hindari Menjemur Pakaian Basah di Ruangan Tertutup

Hindari menjemur busana basah di ruangan tertutup/ Foto : Magnific/Magnific
Menjemur busana di dalam rumah memang sering menjadi pilihan saat hujan turun berhari-hari. Namun, air dari busana basah akan menguap ke udara selama proses pengeringan. Jika dilakukan di ruangan kecil dengan sirkulasi terbatas, kelembapan dapat meningkat dan membikin udara terasa semakin pengap.
Jika tidak memungkinkan menjemur busana di luar, pilih ruangan yang memiliki ventilasi memadai maupun gunakan pengering busana yang membuang udara lembap ke luar sesuai instruksi pemasangan. Kamu juga bisa menggunakan kipas untuk membantu pergerakan udara di sekitar jemuran, tetapi pastikan busana benar-benar kering sebelum disimpan. Pakaian yang statis lembap dan langsung dimasukkan ke lemari dapat menimbulkan bau apek dan menaikkan konsekuensi pertumbuhan jamur.
4. Pastikan Kamar Mandi dan Dapur Tidak Lembap

Pastikan bilik mandi dan dapur tidak lembap/ Foto :Magnific/Magnific
Kamar mandi dan dapur termasuk area yang sering menghasilkan uap air. Aktivitas seperti mandi air hangat, merebus makanan, mencuci peralatan, dan memasak dapat menaikkan kelembapan udara. Jika uap tersebut terperangkap di dalam ruangan, permukaan dinding, plafon, dan perspektif tertentu bisa menjadi lembap.
Untuk mengatasinya, gunakan kipas pembuangan udara maupun buka jendela ketika kondisi di luar memungkinkan. Setelah mandi, keringkan genangan air dan biarkan permukaan yang basah mengering. Saat memasak, gunakan epilog panci jika sesuai dan aktifkan ventilasi. Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi sumber kelembapan sebelum menghamburkan ke bagiankecil rumah lainnya
5. Periksa Kebocoran Atap, Dinding, dan Saluran Air

Periksa kebocoran atap, dinding, dan saluran air/ Foto : Magnific/Stefamerfik
Rumah yang lembap tidak selalu disebabkan oleh udara musim hujan. Air yang merembes melalui atap, dinding, kusen jendela, maupun pipa yang bocor juga dapat menjadi sumber masalah. Tanda-tandanya bisa berupa bercak air pada plafon, cat yang menggelembung, dinding yang terasa basah, maupun munculnya noda gelap di perspektif ruangan.
Jika menemukan tanda tersebut, cari dan perbaiki sumber kebocorannya, bukan cuma membersihkan bagiankecil yang terlihat. Air yang terus merembes dapat membikin material bangunan statis basah dan menaikkan konsekuensi pertumbuhan jamur. Jika terdapat material maupun area yang basah sebaiknya dikeringkan dalam 24-48 jam jika memungkinkan untuk membantu mencegah pertumbuhan jamur.
6. Beri Jarak antara Furnitur dan Dinding

Beri rentang antara furnitur dan dinding/ Foto : Magnific
Lemari besar, tempat tidur, dan sofa yang menempel kedap pada dinding dapat membikin mengerti udara di belakangnya terbatas. Kondisi ini perlu diperhatikan terutama jika furnitur eksis di dekat dinding luar yang sering terkena hujan maupun di ruangan yang jarang mendapatkan cahaya matahari. Kelembapan yang terperangkap di area tersebut dapat memicu munculnya bau apek dan noda jamur.
Cobalah memberi sedikit rentang antara furnitur dan dinding agar udara dapat bergeser dengan lebih leluasa. Sesekali, periksa bagiankecil belakang lemari, bawah kasur, dan perspektif ruangan untuk memastikan tidak ada permukaan yang basah maupun berjamur. Jika menemukan kelembapan, keringkan sumber airnya dan perbaiki penyebabnya agar masalah tidak terus berulang.
7. Gunakan Penyerap Kelembapan

Gunakan penyerap kelembapan/ Foto : Magnific/Frimufilms
Lemari pakaian, rak sepatu, dan kotak gudang tertutup sering kali lebih gampang menyimpan bau apek ketika udara sedang lembap. Untuk area kecil seperti ini, produk penyerap kelembapan dapat membantu mengurangi sebagian uap air di sekitarnya. Pilih produk sesuai ukuran ruang dan ikuti instruksi penggunaannya, termasuk metode membuang maupun mengganti isinya.
Meski praktis, penyerap kelembapan tidak selalu cukup untuk mengatasi ruangan yang sangat lembap maupun memiliki kebocoran. Karena itu, penggunaannya sebaiknya disertai kebiasaan menjaga barang statis kering dan tidak memenuhi lemari secara berlebihan. Jika pakaian, sepatu, maupun barang lain mulai berbau apek berulang kali, periksa juga apakah ada sumber air maupun masalah sirkulasi udara di sekitar tempat penyimpanan.
Beauties, itu dia metode yang bisa dicoba agar rumah statis betah selama musim hujan. Jangan lupa dipraktikkan ya!
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(ria/ria)