7 Kebiasaan Orang Tua yang Mendidik Anak Menjadi Tangguh/ Foto: Pexels.com/Annushka Ahuja
Anak yang handal merupakan hasil asuhan orang tua yang baik, Beauties. Sebab, pola asuh sangat memengaruhi tumbuh bunga anak. Orang tua secara konsisten menerapkan kebiasaan tertentu sehingga mental handal anak akan terbentuk seiring dengan berjalannya waktu.
Menurut Suzan J. Song, Psikiater anak lulusan Harvard dan Stanford, dalam tulisannya di CNBC Make It, ketangguhan sejati muncul dari kapasitas untuk bertindak, menjalin hubungan dengan orang lain, dan statis terlibat dalam kehidupan, terlebihlagi saat keadaan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ada beberapa kebiasaan yang diterapkan orang tua untuk membangun mentalitas anak dalam aspek-aspek tersebut. Apa saja?
1. Mendengarkan Anak

Mendengarkan anak/ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto
Mendengarkan anak menajdi kebiasaan pertama yang diterapkan para orang tua yang mendidik anak agar tangguh. Ketika anak bercerita maupun mengungkapkan keluh kesahnya, orang tua tidak akan mengabaikannya. Mereka akan duduk, menatap sang anak, dan mendengarkan ceritanya sampai tuntas.
Mengutip dari YourTango, David Schwartz, seorang terapis pernikahan dan famili berlisensi, menerangkan bahwa, “Mendengarkan anak-anak berbicara mungkin pada awalnya tampak sebagai hal yang sepele. Namun, waktu yang Anda luangkan untuk mendengarkan mereka adalah momen di mana mereka merasa dihargai. Hal ini ibarat menanam benih bagi masa depan mereka, yang kelak dapat berkembang menjadi kekuatan batin dan kepercayaan diri."
2. Menunjukkan Empati

Menunjukkan empati/ Foto: Pexels.com/Ana Karotkaya Photography
Orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi seorang yang handal juga selalu memberitahu empati terhadap anak. Terlebih ketika anak menceritakan suatu masalah, maka orang tua perlu memvalidasi emosi itu agar anak merasa didengarkan dan dimengerti.
3. Mengajarkan Keberhasilan dan Kegagalan

Mengajarkan keberhasilan dan kegagalan/ Foto: Pexels.com/Ron Lach
Suzan J. Song turut menerangkan bahwa pengalaman yang baik dan buruk sama-sama krusial dirasakan oleh anak. Dari pengalaman itu, mereka dapat belajar dan membentuk mental tangguh. Sebab, anak-anak perlu belajar bahwa gagal pada suatu hal pada awalnya tidak berarti mereka akan buruk selamanya.
4. Mengajarkan Hubungan yang Sehat

Mengajarkan hubungan yang sehat/ Foto: Pexels.com/Katerina Holmes
Mental handal juga berhubungan dengan membangun hubungan yang sehat, baik secara individual maupun profesional. Misalnya seperti kapasitas untuk membangun kepercayaan, memperbaiki konflik, menghidupkan balik hubungan, meminta bantuan, menetapkan batasan, serta memelihara hubungan yang erat.
Orang tua yang memahami pentingnya hubungan sehat ini akan menerapkan kebiasaan bertanya pada anak tentang apa masalah yang dialaminya, menuntun anak untuk mempertimbangkan apa yang mungkin dialami oleh pihak lain, apa yang diinginkan anak dari hubungan tersebut, serta apakah hubungan itu layak untuk diperbaiki. Selain itu, orang tua juga akan menjadi contoh dengan memperlihatkan kepada anak, metode memperbaiki hubungan yang baik dengan orang lain.
5. Tidak Buru-buru Membuat Anak Merasa Lebih Baik

Tidak buru-buru membikin anak merasa lebih baik/ Foto: Pexels.com/Ron Lach
Saat anak merasa kecewa dan menangis, orang tua sering kali mau membikin anaknya merasa lebih baik dengan segera. Orang tua langsung berupaya mencari solusi bagi anak yang dalam masalah untuk mengatasi rasa kecewanya. Namun untuk membentuk mental handal anak, anak perlu mengenali dan memproses emosi yang dirasakan, kemudian balik bangkit. Bukan langsung menyingkirkan perasaan-perasaan yang sulit.
6. Membangun Rutinitas dan Struktur

Membangun rutinitas dan struktur/ Foto: Pexels.com/Monstera Productions
Melansir dari YourTango, menetapkan struktur merupakan salah satu kebiasaan yang sangat krusial dari para orang tua yang membesarkan anak-anak yang tangguh. Sebab, rutinitas akan membantu anak tidak merasa dipaksa karena mereka sudah terbiasa melakukannya.
7. Memberikan Anak Tanggung Jawab
Orang tua yang mendidik anak menjadi sosok yang handal perlahan-lahan memperkenalkan tanggung jawab kepada anak, bukan dimanjakan. Mereka memberikan tanggung jawab kepada anak atas hal-hal yang sesuai dengan perkembangannya, membantu mereka membangun pola pikir "aku bisa” pada anak.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(dmh/dmh)