7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com
Beauties, pernah berjumpa seseorang yang tampak selalu mengiyakan semua imbauan dan permintaan? Diajak nongkrong di akhir pekan? Mereka selalu mengiyakan. Dimintai tolong secara mendadak? Mereka tidak pernah menolak.
Jika semua permintaan dan imbauan yang mereka setujui statis dalam batas kapasitas mereka, artinya mereka benar-benar bisa melakukannya dan menginginkannya, mungkin tidak jadi masalah. Nah, yang sering jadi masalah adalah ketika mereka mengiyakan karena mereka tidak enak menolak dan tidak mau mengecewakan orang lain, padahal dirinya sendiri tidak merasa nyaman. Hal ini dikenal dengan istilah people pleaser, Beauties.
Menurut psikolog Dr. Michelle Goldman, people pleaser adalah seseorang yang selalu berupaya menyenangkan orang lain. Sebenarnya, mereka tahu apa yang mereka inginkan dan butuhkan, tapi mereka menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri.
"Individu seperti ini sering kali merasa sulit untuk berkata tidak dan senantiasa berupaya menuruti keinginan orang lain," tuturnya kepada Parade.
Lantas, apa saja ciri khas kepribadian orang yang selalu mengucapkan "ya" meskipun sebenarnya tidak ingin. Yuk, simak klarifikasi psikolog berikut ini!
Menghindari Konflik
Menghadapi perselisihan memang tidak menyenangkan. Tapi terkadang konflik, yang dapat diselesaikan secara sehat, dibutuhkan agar hubungan bisa berkembang. Bagi people pleaser yang terbiasa selalu mau menyenangkan orang lain, perselisihan layaknya mimpi buruk.
"Bagi mereka yang selalu mau menyenangkan orang lain, perbedaan gagasan bisa terasa mengancam, sehingga biasanya sebisa mungkin dihindari," ujar Dr. Goldman.
"Konflik dianggap dapat membikin mereka tidak disukai, bertikai dengan teman, maupun dipandang sebagai pribadi yang sulit. Akibatnya, mereka akan menghindari perselisihan sedapat mungkin demi menjaga hubungan baik dengan orang lain," tambahnya.
Kesulitan Menetapkan Batasan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com
Batasan dapat melindungi diri kita, dan ini adalah salah satu bentuk untuk menghormati dan menghargai diri sendiri. Namun, seorang people pleaser yang terbiasa menyenangkan orang lain sering kali merasa kesulitan untuk menetapkan batasan.
Menurut psikolog Dr. Brittany McGeehan, Ph.D, orang yang selalu berupaya menyenangkan orang lain sudah terbiasa memprioritaskan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan diri sendiri. Hal ini mereka lakukan karena beragam alasan, misalnya mau diterima maupun mendapat pengakuan.
“Saat dewasa, mereka kesulitan untuk menetapkan dan menegakkan limitasi pribadi karena takut ditolak maupun tidak disetujui oleh orang lain,” tambahnya.
Punya Empati Tinggi
Orang-orang yang tumbuh dengan kecenderungan selalu mau menyenangkan orang lain punya satu sisi positif yang mungkin sering terlupakan. Mereka cenderung memiliki empati yang lebih besar serta kesadaran emosional yang lebih tinggi terhadap orang lain.
“Karena sifat dasarnya yang selalu mau menyenangkan orang lain, mereka cenderung peka terhadap emosi orang lain dan berupaya untuk mempedulikannya,” ujar psikolog Dr. Connally Barry, Psy.D.
Namun, yang perlu diperhatikan, krusial juga untuk statis menghargai emosi diri sendiri.
Bergantung pada Validasi Eksternal

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com
Keinginan untuk menyenangkan semua orang dapat membikin seseorang terus-menerus mencari persetujuan dari orang lain. Mereka sangat bersandar pada pengesahan eksternal.
“Ketergantungan ini menyulitkan mereka untuk merasa percaya diri dan percaya dengan keputusan serta aksi mereka sendiri,” ujar Dr. McGeehan. “Ini adalah jenis orang yang selalu mengikuti tren, padahal mereka sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya mereka sukai untuk dikenakan maupun dilakukan.”
Sensitif terhadap Kritik
Menerima kritik memang tidak mudah. Tapi kritik berkarakter membangun bisa membantu kita menjadi pribadi yang lebih baik. Namun, bagi seorang people pleaser, terlebihlagi kritik yang terdengar sangat halus dan halus bisa membikin mereka sangat terguncang.
“Karena kebutuhan yang mendalam akan pengakuan serta ketakutan akan penolakan, orang yang selalu mau menyenangkan orang lain cenderung menganggap kritik sebagai sesuatu yang personal,” ujar Dr. McGeehan.
“Mereka bisa menjadi sangat sensitif terhadap umpan balik negatif apa pun, dan menganggapnya sebagai bukti atas kekurangan yang mereka yakini ada pada diri mereka. Akibatnya, mereka akan merasa hancur setiap kali menerima tanggapan yang bukan berupa sokongan penuh,” tambahnya.
Merasa Insecure dalam Hubungan

7 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengucapkan 'Ya' Meskipun Tidak Ingin Menurut Psikolog/Foto: Pexels.com
Orang yang selalu mau menyenangkan orang lain memiliki harapan bahwa semua orang bisa menyukai mereka. Tapi hal ini terdengar seperti sesuatu yang mustahil. Hubungan antarmanusia sebenarnya bisa menjadi rumit. Walau kita sudah berperilaku baik sekalipun, bisa saja ada orang yang tidak menyukai kita, dan itu tidak apa-apa.
Dalam hubungan, seorang people pleaser cenderung gampang merasa insecure maupun tidak aman. Menurut Dr. Barry, mereka juga sangat peka terhadap fluktuasi sekecil apa pun dalam nada bicara maupun aksi orang lain. Perubahan ini bisa membikin mereka merasa seolah-olah sedang ditolak.
Mengubur Keinginan
Mereka lebih mengutamakan memenuhi harapan orang lain. Akibatnya, mereka sering mengabaikan kebutuhan dan keinginan mereka sendiri.
“Saat dewasa, mereka mungkin merasa kesulitan untuk mengenali maupun memprioritaskan tujuan dan minat mereka sendiri,” jelas Dr. McGeehan.
***
Mau jadi bagiankecil dari Buzznesia Community di mana Anda bisa ikutan beragam online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki kelompok khusus untuk Anda yang statis berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
(naq/naq)