7 Ide Stimulasi Anak agar Bisa Merangkak, Salah Satunya Main Bersama

Jul 04, 2026 04:40 PM - 1 bulan yang lalu 29465

Salah satu tahap perkembangan anak yang dinantikan oleh banyak orang tua, ialah merangkak. Namun, setiap anak mempunyai waktunya sendiri untuk mencapai keahlian ini.

Beberapa anak mulai merangkak pada usia 7 hingga 12 bulan, meski ada juga yang lebih sigap alias justru lebih lambat. Bahkan, sebagian bayi terlebih dulu melewati fase bergulir sebelum betul-betul merangkak.

Pada usia sekitar 6 hingga 9 bulan, bayi biasanya mulai mencoba bergerak dengan tangan dan dengkul di lantai. Ada juga yang tetap melakukan "merangkak ala komando" dengan perut menyentuh lantai sekitar usia 9 bulan.


Karena tidak semua bayi langsung bisa merangkak, stimulasi dari orang tua dapat mendukung proses ini agar perkembangan motoriknya semakin baik. Simak penjelasan selengkapnya, Bunda.

Ide stimulasi anak agar bisa merangkak

Dilansir dari beragam sumber, berikut ini telah dirangkum beberapa buahpikiran stimulasi yang bisa dilakukan agar Si Kecil lebih mudah belajar merangkak.

1. Rutin melakukan tummy time

Tummy time adalah posisi saat anak ditelungkupkan sebagai bagian dari kegiatan bermain. Posisi ini dapat menguatkan otot kepala, leher, punggung, hingga kaki yang dibutuhkan untuk belajar merangkak.

Bunda bisa melakukan tummy time di beragam tempat agar Si Kecil tidak mudah bosan, misalnya di atas matras di dalam rumah alias di atas selimut saat di luar ruangan. Sambil itu, Bunda juga bisa membujuk mereka berbincang alias bernyanyi.

Menilik dari laman Pregnancy Birth & Baby, tummy time sebenarnya bisa mulai dilakukan sejak bayi baru lahir dengan lama singkat, lampau ditingkatkan secara berjenjang sesuai usia dan kemampuannya.

Meski begitu, pastikan Bunda selalu mendampingi dan mengawasi Si Kecil selama melakukan stimulasi ini, ya.

2. Bermain di lantai bersama 

Bermain menjadi salah satu langkah anak belajar mengenal lingkungan sekitarnya, Bunda. Saat bermain berbareng orang tua, mereka juga bakal merasa lebih senang dan lebih terstimulasi.

Bunda bisa menambahkan aktivitas saat bermain, seperti menggerakkan mainan ke kanan dan kiri di depan wajah anak. Aktivitas seperti membalik laman kitab bergambar juga bisa melatih keahlian bentuk dan koordinasi Si Kecil.

3. Ajak anak meraih mainan

Selanjutnya, Bunda bisa meletakkan mainan sedikit lebih tinggi dari lantai saat Si Kecil mulai belajar bergerak. Cara ini bakal mendorong bayi untuk mengangkat kepala dan mencoba menopang tubuhnya.

Bunda juga dapat memberikan barang yang sengaja diletakkan sedikit di luar jangkauan. Hal ini bisa memicu Si Kecil untuk mencoba bergerak lebih aktif menuju mainannya.

Dikutip dari Healthy Children, saat keahlian motoriknya mulai berkembang, Bunda bisa membikin rintangan dari bantal alias sofa sebagai tantangan. Jangan lupa ikut bermain ya, misalnya sembari bermain "Cilukba" agar anak semakin semangat.

4. Orang tua mencontohkan aktivitas "Push-Up"

Orang tua dapat berebahan di lantai berbareng lampau memperlihatkan aktivitas seperti push-up. Melalui stimulasi ini, Si Kecil bakal memandang gimana tubuh bergerak saat ditopang oleh tangan.

Seiring waktu, anak bakal mencoba meniru aktivitas tersebut dengan caranya sendiri. Bunda juga bisa membantu dengan memberi support di bagian dada agar dia lebih nyaman dan kondusif saat mencoba.

5. Latih anak bergerak di posisi tangan dan lutut

Jika Si Kecil sudah mulai mencoba merangkak, Bunda bisa mengajarinya bergerak maju dan mundur di posisi tangan dan lutut. Gerakan ini dapat membantu anak belajar menjaga keseimbangan tubuhnya.

Bunda juga bisa menambahkan stimulasi dengan musik berirama agar Si Kecil lebih tertarik mengikuti gerakan. Menyanyikan lagu seperti The Wheels on the Bus bisa membuat stimulasi ini lebih menyenangkan.

6. Batasi penggunaan perangkat yang menahan mobilitas anak

Beberapa perangkat seperti stroller, bangku makan, alias car seat memang membantu, tetapi jika terlalu sering digunakan bisa mengurangi kesempatan anak untuk bergerak bebas.

Pasalnya, perangkat tersebut membikin tubuh mereka lebih banyak disangga sehingga ototnya tidak banyak terlatih. Apabila dibiarkan terlalu lama, kondisi ini dapat menghalang perkembangan motorik Si Kecil.

Sebagai orang tua, kita perlu memberi lebih banyak waktu bagi anak bergerak di lantai secara bebas. Dengan begitu, otot-ototnya bisa berkembang dan mendukung keahlian Si Kecil merangkak.

7. Ajak merangkak bersama

Bunda bisa menjadi contoh langsung dengan ikut merangkak di lantai berbareng Si Kecil. Lewat langkah ini, anak bakal lebih mudah untuk meniru aktivitas yang perlu dia lakukan.

Kegiatan ini juga bisa dijadikan bagian dari waktu bermain agar terasa lebih menyenangkan. Jika ada kakak di rumah, mereka juga bisa ikut diajak bermain bersama.

Itulah beberapa buahpikiran stimulasi anak agar bisa merangkak yang dapat Bunda lakukan di rumah. Semoga info ini membantu Bunda, ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

Selengkapnya