Bukan cuma Bikin Mata Lelah, Ketahui 6 Dampak Terlalu Sering Scroll Layar Ponsel

Aug 03, 2026 10:00 PM - 2 jam yang lalu 53

Jakarta -

Kebiasaan scroll media sosial dan menonton video pendek di telepon seluler (ponsel) sering membikin orang lupa waktu. Tanpa disadari, waktu yang dihabiskan di depan layar bisa mencapai berjam-jam setiap harinya.

Padahal, terlalu sering scroll ponsel tidak hanya membikin mata lelah, tetapi juga dapat berakibat pada kesehatan bentuk dan mental.

Meski tampak sepele, penggunaan ponsel dalam waktu lama rupanya dapat memengaruhi kondisi tubuh. Dampaknya pun beragam, mulai dari postur tubuh, kualitas tidur, hingga kesehatan mata dan pergelangan tangan.


Melansir YourTango, banyak perubahan tersebut terjadi secara berjenjang sehingga sering kali baru disadari ketika rasa pegal, nyeri, alias keluhan lain mulai muncul.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam lama yang terlalu lama berangkaian dengan meningkatnya akibat gangguan muskuloskeletal, gangguan tidur, hingga kelelahan mata.

Penggunaan ponsel yang sering dapat memengaruhi segalanya mulai dari postur hingga penglihatan. Perubahan tersebut seringkali cukup lembut sehingga orang tidak menyadarinya sampai mereka mulai merasakan sakit. 

Saat orang menggunakan ponsel condong mempertahankan posisi tubuh yang sama dalam waktu lama, terutama dengan kepala menunduk dan bahu membungkuk. 

Dalam sebuah tinjauan sistematis, penggunaan ponsel berangkaian dengan meningkatnya keluhan muskuloskeletal, terutama nyeri pada leher dan punggung atas. Posisi menunduk dalam waktu lama saat menggunakan smartphone diduga menjadi salah satu aspek yang berkontribusi terhadap keluhan tersebut.

Selain itu, paparan layar pada malam hari juga dapat mengganggu ritme sirkadian sehingga kualitas tidur ikut menurun.

Banyak orang menghabiskan waktu berjam-jam setiap hari untuk scroll media sosial alias menonton video pendek di ponsel. Padahal, kebiasaan ini dapat berakibat pada beragam aspek kesehatan, mulai dari mata, postur tubuh, hingga kualitas tidur.

Berikut beberapa akibat terlalu sering scroll ponsel yang dirangkum dari beragam sumber:

1. Postur tubuh berubah dan leher lebih mudah pegal

Saat memandang layar ponsel, kepala secara alami bakal condong ke depan namalain menunduk. Kemudian bahu membungkuk, dan leher terdorong ke depan menuju layar. 

Menurut penelitian Kenneth K. Hansraj, semakin kepala menunduk, semakin besar beban yang diterima tulang leher. Jika posisi tersebut dipertahankan dalam waktu lama dan dilakukan berulang, ketegangan pada leher dapat meningkat.

2. Bahu menjadi kaku

Orang tidak selalu menyadari apa yang terjadi pada bahunya saat menggunakan ponsel. Tanpa disadari, bahu bisa terus berada dalam posisi tegang saat memegang ponsel dalam waktu lama. Kondisi ini membikin otot bahu bekerja lebih keras dan dapat memicu rasa pegal alias kaku.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan smartphone dalam waktu lama berangkaian dengan meningkatnya keluhan muskuloskeletal pada tubuh bagian atas, termasuk nyeri pada bahu.

3. Mata menjadi tegang dan penglihatan dapat rusak

Mata manusia tidak dirancang untuk terus-menerus menatap layar mini yang terang selama berjam-jam. Namun, sejumlah orang memandang ponsel sudah menjadi kebiasaan sejak bangun tidur hingga sebelum tidur di malam hari.

Saat menatap layar ponsel dalam waktu lama, seseorang condong lebih jarang berkedip. Ditambah dengan konsentrasi pada objek dalam jarak dekat secara terus-menerus, kondisi ini dapat membikin mata terasa kering, lelah, iritasi, alias tegang.

Sebagian orang juga dapat mengalami sakit kepala, penglihatan kabur, alias kesulitan mengalihkan konsentrasi dari layar ponsel ke objek yang lebih jauh. Meski keluhan tersebut umumnya membaik setelah mata beristirahat, kondisi ini menunjukkan bahwa mata telah bekerja lebih keras dari biasanya.

Untuk membantu mengurangi ketegangan mata, American Academy of Ophthalmology menganjurkan patokan 20-20-20. Caranya, setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik.

4. Tidur jadi kurang berkualitas

Paparan sinar dari layar ponsel dapat memengaruhi ritme sirkadian alias jam biologis tubuh. Cahaya tersebut dapat menghalang produksi hormon melatonin yang berkedudukan membantu tubuh merasa mengantuk.

Akibatnya, kebiasaan menggunakan ponsel sebelum tidur dapat membikin seseorang tidur lebih larut dan menurunkan kualitas tidur. American Academy of Sleep Medicine juga menyarankan untuk membatasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur agar tubuh lebih mudah beristirahat.

Bunda dapat mencoba meletakkan ponsel sekitar 30 menit sebelum tidur alias mengisi daya ponsel di tempat yang jauh dari tempat tidur. Cara sederhana ini dapat membantu mengurangi kebiasaan bermain ponsel sebelum tidur sekaligus mendukung kualitas rehat yang lebih baik.

5.  Aktivitas bentuk berkurang

Semakin lama seseorang duduk sembari menggunakan ponsel, semakin sedikit pula waktu yang digunakan untuk bergerak. Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus, tubuh bakal lebih sering berada dalam kondisi sedentari alias minim kegiatan fisik.

Dalam jangka panjang, kurang bergerak dapat menyebabkan kekuatan dan massa otot menurun. Selain itu, kebiasaan duduk terlalu lama juga dapat berakibat pada kesehatan secara keseluruhan.

Menurut World Health Organization (WHO), perilaku sedentari berangkaian dengan meningkatnya akibat beragam masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, glukosuria jenis 2, dan kematian dini.

6. Pergelangan tangan dan ibu jari mudah nyeri

Aktivitas mengetik, mengetuk layar, dan scroll ponsel dilakukan berulang kali menggunakan ibu jari serta pergelangan tangan. Jika dilakukan terus-menerus dalam waktu lama, aktivitas ini dapat memberikan tekanan pada otot, tendon, dan sendi di area tersebut.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang berlebihan berangkaian dengan meningkatnya akibat nyeri pada tangan, pergelangan tangan, dan ibu jari. Pada sebagian orang, keluhan tersebut juga dapat disertai indikasi yang menyerupai carpal tunnel syndrome, seperti kesemutan, baal, alias nyeri pada tangan.

Bagaimana mengurangi akibat terlalu sering scroll ponsel?

Bunda tidak kudu berakhir menggunakan smartphone. Namun, beberapa kebiasaan sederhana berikut dapat membantu mengurangi akibat penggunaan ponsel terhadap kesehatan:

  • Istirahatkan mata secara berkala, misalnya dengan menerapkan patokan 20-20-20.
  • Jaga posisi layar agar tidak terlalu rendah sehingga leher tidak terus-menerus menunduk.
  • Lakukan peregangan ringan pada leher, bahu, dan pergelangan tangan jika menggunakan ponsel dalam waktu lama.
  • Hindari penggunaan ponsel menjelang waktu tidur untuk membantu menjaga kualitas tidur.
  • Batasi screen time yang tidak diperlukan dan luangkan waktu untuk lebih banyak bergerak.

Dengan kebiasaan tersebut, penggunaan smartphone tetap dapat dilakukan tanpa memberi beban berlebihan pada mata maupun tubuh.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya