Mengenal Bunga Kertas, Asal Usul dan Manfaat yang Menarik Diketahui Bunda

Jul 04, 2026 07:30 AM - 1 bulan yang lalu 30184

Punya tanaman Bougainvillea alias kembang kertas di rumah? Mari mengenal asal usul kembang kertas dan manfaatnya yang perlu Bunda ketahui.

Bunga kertas menjadi salah satu tanaman hias yang mudah ditemukan di pekarangan rumah maupun taman. Warnanya yang cerah dengan tampilan menyerupai kelopak tipis seperti kertas membikin tanaman ini begitu menarik perhatian.

Tak heran jika kembang kertas kerap dipilih untuk mempercantik laman lantaran bisa berbunga lebat nyaris sepanjang tahun di daerah beriklim tropis. Di kembali keindahannya, kembang kertas rupanya menyimpan sejarah panjang dan beragam manfaat.


Selain dikenal sebagai tanaman hias, beberapa jenis kembang kertas telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di beragam negara. Sejumlah penelitian modern pun mulai mengungkap kandungan senyawa aktif di dalamnya yang berpotensi mendukung kesehatan.

Mengutip situs Food and Agriculture Organization of the United Nations, berikut info selengkapnya mengenai asal usul kembang kertas dan manfaatnya.

Mengenal kembang kertas

Bunga kertas merupakan nama umum untuk tanaman dari genus Bougainvillea, family Nyctaginaceae. Tanaman ini dikenal sebagai tanaman perdu alias semak merambat yang mempunyai duri pada batangnya.

Bagian yang tampak seperti kelopak kembang berwarna-warni sebenarnya bukan mahkota bunga, melainkan daun pelindung (braktea). Sementara kembang aslinya berukuran kecil, berbentuk tabung, dan biasanya berwarna putih alias krem.

Braktea inilah yang membikin tanaman terlihat begitu mencolok. Warnanya sangat beragam, mulai dari ungu, merah muda, merah, jingga, putih, kuning, hingga kombinasi beberapa warna dalam satu tanaman.

Asal usul kembang kertas

Bunga kertas berasal dari area Amerika Selatan, terutama Brasil, Peru, dan Argentina. Nama Bougainvillea diambil dari nama pelaut sekaligus penjelajah asal Prancis, Louis Antoine de Bougainville, yang membawa tanaman ini ke Eropa pada abad ke-18 setelah menemukannya dalam sebuah ekspedisi.

Seiring berjalannya waktu, kembang kertas menyebar ke beragam negara beriklim tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik di daerah yang mendapatkan sinar mentari penuh dan relatif tahan terhadap kondisi kering sehingga mudah dirawat.

Dalam kitab Mengenal Biodiversitas Tumbuhan oleh Sukirman Rahim dijelaskan bahwa kembang kertas banyak dimanfaatkan sebagai tanaman penghias taman maupun pagar hidup lantaran pertumbuhannya yang sigap serta mempunyai warna mencolok yang memperindah lingkungan.

Hingga sekarang terdapat sekitar 18 jenis dalam genus Bougainvillea. Ada beberapa jenis yang banyak dibudidayakan maupun diteliti.

Seperti Bougainvillea glabra yang mempunyai braktea berwarna cerah dan permukaan daun yang relatif halus. Berbagai kultivar hasil persilangan juga menghasilkan kembang dengan warna unik apalagi bisa berubah warna seiring bertambahnya usia braktea.

Kandungan senyawa aktif kembang kertas

Tak hanya bagus dipandang, kembang kertas juga mengandung beragam senyawa bioaktif yang menjadi perhatian para peneliti. Berdasarkan sejumlah studi, terutama pada jenis Bougainvillea glabra dan Bougainvillea spectabilis, tanaman ini mengandung:

  • Flavonoid
  • Senyawa fenolik
  • Terpenoid
  • Asam lemak
  • Senyawa volatil
  • Hidrokarbon alifatik
  • Antioksidan alami

Kombinasi beragam senyawa tersebut diduga berkedudukan dalam beragam kegiatan biologis yang berfaedah bagi tubuh.

Manfaat kembang kertas bagi kesehatan

Selama ratusan tahun, kembang kertas telah dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional di sejumlah negara. Kini penelitian ilmiah mulai mendukung beberapa faedah potensial tanaman ini.

1. Berpotensi sebagai antioksidan

Kandungan flavonoid dan fenolik dalam kembang kertas mempunyai kegiatan antioksidan yang membantu melawan radikal bebas. Antioksidan berkedudukan melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif yang berangkaian dengan beragam penyakit kronis.

2. Punya sifat antiinflamasi

Beberapa penelitian menunjukkan ekstrak kembang kertas mempunyai kegiatan antiinflamasi alias membantu mengurangi peradangan. Potensi ini tetap terus diteliti untuk mengetahui efektivitas dan keamanannya pada manusia.

3. Bantu kontrol gula darah

Dalam sejumlah penelitian praklinis, ekstrak beberapa jenis Bougainvillea menunjukkan kegiatan antidiabetes. Meski hasilnya menjanjikan, faedah tersebut tetap memerlukan uji klinis lebih lanjut sebelum dapat digunakan sebagai terapi.

4. Punya kegiatan antibakteri

Berbagai senyawa aktif yang terkandung di dalam kembang kertas diketahui bisa menghalang pertumbuhan beberapa jenis kuman dalam penelitian laboratorium. Temuan ini membuka kesempatan pemanfaatannya sebagai bahan alami di bagian kesehatan.

5. Digunakan dalam pengobatan tradisional

Secara tradisional, kembang maupun braktea Bougainvillea telah digunakan untuk membantu mengatasi mual, diare, tekanan darah rendah, gangguan pencernaan, nyeri, hingga penyakit yang berangkaian dengan peradangan. Namun penggunaan sebagai obat herbal sebaiknya tetap dilakukan secara hati-hati dan tidak menggantikan pengobatan medis tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

6. Potensi menjadi pangan fungsional

Selain dimanfaatkan di bagian kesehatan, kembang kertas juga dinilai mempunyai prospek sebagai bahan pangan fungsional. Bunganya dapat diolah menjadi minuman maupun makanan tertentu lantaran mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan faedah kesehatan sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya hayati secara berkelanjutan.

Apakah kembang kertas kondusif dikonsumsi?

Meski sejumlah penelitian menunjukkan faedah yang menjanjikan, sebagian besar bukti ilmiah tetap berasal dari penelitian di laboratorium maupun pada hewan uji. Oleh lantaran itu, efektivitas dan keamanan kembang kertas untuk pengobatan pada manusia tetap memerlukan penelitian lebih lanjut.

Jika Bunda mau mengonsumsi olahan herbal dari kembang kertas, sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter, terutama saat sedang hamil, menyusui, mengonsumsi obat rutin, alias mempunyai penyakit tertentu.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Selengkapnya