Jakarta -
Penantian mempunyai anak memang tidak selalu mudah ya Bunda. Ada pasangan yang langsung dikaruniai anak setelah menikah, namun tak sedikit pula yang kudu menunggu bertahun-tahun sembari terus berupaya dan berdoa.
Hal inilah yang dialami seorang Bunda asal Ethiopia, Bedriya Adem (35). Setelah menanti kehamilan selama 12 tahun, dia akhirnya mengandung untuk pertama kalinya. Tak disangka, kebahagiaan yang datang justru berlipat ganda. Bedriya melahirkan lima bayi kembar (quintuplets) secara alami tanpa support program bayi tabung (IVF). Berikut kisahnya dikutip dari BBC.
Berdoa untuk satu anak, Allah memberi lima
Bedriya mengaku selama bertahun-tahun dia hanya berambisi bisa merasakan menjadi seorang ibu. Ia tak pernah membayangkan bakal mengandung lima bayi sekaligus. Bedriya mengatakan bahwa kebahagiaan yang dirasakannya susah diungkapkan dengan kata-kata. Ia mengaku hanya bermohon agar diberi seorang anak, tetapi justru dikaruniai lima bayi sekaligus.
"Saya bermohon hanya untuk satu anak, dan Allah memberi saya lima," katanya.
"Saya menghabiskan 12 tahun dalam kesakitan, menyembunyikan diri, dan terus bermohon untuk mendapatkan anak akhirnya, Allah mendengar saya," sambungnya.
Ibu yang baru pertama kali melahirkan ini mengatakan bahwa suaminya sudah mempunyai anak dari pernikahan lain, yang tinggal berbareng mereka.
"Dia dulu mengatakan kepada saya bahwa mempunyai 'anak yang lain' sudah cukup dan mengatakan agar saya tidak perlu khawatir, tetapi jauh di lubuk hati saya menderita secara psikologis dan emosional lantaran seluruh desa mempertanyakan ketidakmampuan saya untuk melahirkan," katanya.
"Apa yang saya alami di masa lampau terasa seperti mimpi yang jauh, mimpi yang apalagi tidak mau saya ingat," tambahnya.
Awalnya master mengira mengandung kembar empat
Kehamilan Bedriya dipantau secara intensif lantaran termasuk kehamilan berisiko tinggi. Saat menjalani pemeriksaan USG, master memperkirakan dia mengandung empat janin. Namun, ketika proses persalinan melalui operasi caesar dilakukan, tim medis dibuat terkejut lantaran rupanya ada lima bayi di dalam kandungan Bedriya.
Kelima bayi tersebut terdiri dari empat bayi laki-laki dan satu bayi perempuan. Meski lahir prematur, seluruh bayi sukses dilahirkan dengan selamat dan langsung mendapatkan perawatan di ruang neonatal.
Hamil kembar lima terjadi secara alami
Yang membikin kisah ini semakin langka adalah kehamilan Bedriya terjadi secara alami. Dokter yang menangani persalinannya menjelaskan bahwa rumah sakit tempat Bedriya dirawat apalagi tidak menyediakan jasa bayi tabung (IVF), sehingga kehamilan tersebut bukan hasil teknologi reproduksi berbantu.
Kehamilan kembar lima memang sangat jarang terjadi secara spontan. Sebagian besar kasus quintuplets di bumi berangkaian dengan penggunaan obat penyubur alias program IVF yang meningkatkan kesempatan terjadinya kehamilan multipel.
Mengapa kehamilan kembar lima sangat langka?
Kehamilan kembar lima alias quintuplets merupakan salah satu corak kehamilan multipel yang sangat jarang terjadi. Secara alami, peluangnya diperkirakan hanya sekitar 1 banding puluhan juta kehamilan.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kehamilan kembar maupun kehamilan multipel mempunyai akibat komplikasi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan tunggal. Ibu mengandung memerlukan pemeriksaan rutin, pemantauan pertumbuhan janin melalui USG secara berkala, serta persiapan persalinan di rumah sakit yang mempunyai akomodasi perawatan intensif neonatal agar keselamatan ibu dan bayi tetap terjaga.
Sementara itu, Mayo Clinic juga menjelaskan bahwa sebagian besar bayi kembar tiga alias lebih biasanya lahir prematur sehingga memerlukan pengawasan unik sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan.
Pada kehamilan multipel, tubuh ibu kudu memenuhi kebutuhan nutrisi lebih dari satu janin sekaligus. Karena itu, ibu mengandung kembar mempunyai akibat lebih tinggi mengalami beragam komplikasi, seperti:
- Persalinan prematur
- Bayi lahir dengan berat badan rendah
- Preeklamsia
- Diabetes gestasional
- Perdarahan setelah persalinan
Oleh karena itu, kehamilan dengan lebih dari satu janin memerlukan pemeriksaan antenatal yang lebih sering dan pemantauan ketat oleh master ahli obstetri.
Kisah Bedriya Adem menjadi pengingat bahwa setiap perjalanan menuju kehamilan mempunyai cerita yang berbeda. Ada yang dikaruniai momongan dalam waktu singkat, ada pula yang kudu menunggu bertahun-tahun.
Bagi Bunda yang tetap menjalani program hamil, kisah ini bisa menjadi penyemangat untuk terus berupaya dan berkonsultasi dengan master andaikan mengalami kesulitan memperoleh kehamilan. Yang tak kalah penting, andaikan suatu saat didiagnosis mengandung kembar, pastikan kehamilan dipantau secara rutin agar kesehatan Bunda dan Si Kecil tetap terjaga hingga waktu persalinan tiba.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·