Kebiasaan Sederhana saat Hamil Ini Disebut Bisa Turunkan Risiko Autisme pada Bayi hingga 30%

Jul 03, 2026 08:40 PM - 1 bulan yang lalu 30384

Banyak Bunda tentu berambisi Si Kecil lahir sehat dan tumbuh optimal. Selama kehamilan, beragam kebiasaan mini seperti menjaga pola makan, rutin bergerak, hingga memenuhi kebutuhan nutrisi rupanya berkedudukan krusial dalam mendukung perkembangan janin.

Beberapa penelitian menemukan bahwa style hidup sehat selama mengandung berangkaian dengan kemungkinan lebih rendahnya beragam gangguan perkembangan, termasuk gangguan spektrum autisme (autism spectrum disorder/ASD).

Namun, krusial dipahami bahwa autisme adalah kondisi perkembangan saraf yang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk genetik dan lingkungan, sehingga tidak ada satu kebiasaan yang bisa menjamin bayi terbebas dari autisme.


Apa itu autisme pada bayi?

Autisme pada bayi alias ASD adalah kondisi perkembangan saraf yang memengaruhi langkah otak berkembang dan bekerja. Kondisi ini dapat memengaruhi keahlian anak dalam berkomunikasi, berinteraksi sosial, memahami lingkungan, serta menunjukkan perilaku tertentu.

Autisme disebut sebagai spektrum lantaran setiap anak dapat mengalami tanda dan tingkat support yang berbeda. Ada anak yang menunjukkan tanda sejak usia sangat dini, sementara pada anak lain tanda-tandanya baru terlihat ketika tuntutan komunikasi dan sosial semakin meningkat.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), autisme bukanlah penyakit yang 'menular' alias akibat pola asuh orang tua, melainkan kondisi perkembangan yang berangkaian dengan perbedaan pada perkembangan otak.

Tanda-tanda autisme yang bisa terlihat pada bayi

Setiap bayi tumbuh dengan kecepatan berbeda, tetapi beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Perbedaan dalam respons sosial

Bayi dengan tanda ASD mungkin:

  • Lebih jarang melakukan kontak mata,
  • Kurang merespons ketika namanya dipanggil,
  • Tampak kurang tertarik berinteraksi dengan orang sekitar,
  • Lebih sedikit menunjukkan ekspresi seperti tersenyum balik.

2. Perbedaan dalam komunikasi

Beberapa bayi mungkin menunjukkan:

  • Keterlambatan babbling (ocehan bayi),
  • Lebih sedikit menggunakan bunyi alias gestur untuk berkomunikasi,
  • Tidak banyak menunjuk alias menunjukkan sesuatu kepada orang tua.
  • Padahal, keahlian seperti menunjuk, meniru suara, dan merespons komunikasi adalah bagian krusial dari perkembangan awal.

3. Perilaku alias respons yang berulang

Tanda lainnya dapat berupa:

  • Melakukan aktivitas berulang,
  • Sangat menyukai rutinitas tertentu,
  • Memiliki respons yang berbeda terhadap suara, cahaya, tekstur, alias sentuhan.

Namun, satu tanda saja tidak selalu berfaedah bayi mengalami autisme. Penilaian perlu dilakukan oleh tenaga profesional.

Kebiasaan saat mengandung yang bisa mendukung perkembangan otak janin

Berikut beberapa kebiasaan tersebut:

Asam folat bukan hanya krusial untuk mencegah abnormal tabung saraf, tetapi juga berkedudukan dalam pembentukan dan perkembangan sistem saraf janin. Secara umum, kebutuhan masam folat untuk ibu mengandung sering direkomendasikan sekitar 400 mikrogram per hari, tetapi kebutuhan bisa berbeda tergantung kondisi kesehatan dan rekomendasi dokter.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menemukan adanya hubungan antara konsumsi suplemen masam folat sebelum dan selama awal kehamilan dengan penurunan akibat beberapa gangguan perkembangan saraf pada anak.

Asam folat bisa didapat dari:

  • Sayuran hijau,
  • Kacang-kacangan,
  • Buah tertentu,
  • Suplemen sesuai rekomendasi dokter.

2. Rutin bergerak dan olahraga ringan

Kehamilan bukan berfaedah ibu kudu terus berbaring. Aktivitas bentuk ringan seperti melangkah kaki, senam hamil, alias yoga prenatal (jika diizinkan dokter) dapat membantu menjaga kesehatan ibu dan janin.

Olahraga selama kehamilan dikaitkan dengan:

  • Sirkulasi darah lebih baik,
  • Kontrol berat badan,
  • Kesehatan metabolik ibu.

Kondisi kesehatan ibu selama mengandung juga menjadi salah satu aspek yang diteliti dalam kaitannya dengan perkembangan otak anak.

3. Menjaga pola makan seimbang

Nutrisi selama kehamilan menjadi 'bahan bakar' bagi perkembangan otak bayi.

Bunda bisa memperhatikan asupan:

  • Protein,
  • Omega-3,
  • Zat besi,
  • Vitamin dan mineral.

Beberapa studi mengawasi bahwa pola makan ibu yang lebih sehat selama kehamilan berangkaian dengan perkembangan saraf anak yang lebih baik.

4. Menghindari rokok dan alkohol

Paparan unsur tertentu selama kehamilan dapat memengaruhi perkembangan janin. Rokok, alkohol, dan unsur rawan lainnya diketahui dapat meningkatkan akibat beragam masalah kehamilan dan perkembangan bayi.

5. Mengelola stres selama hamil

Kehamilan memang membawa banyak perubahan bentuk dan emosional. Stres berat yang berjalan lama menjadi salah satu aspek yang terus diteliti mengenai perkembangan janin.

Bunda bisa mencoba tidur cukup, melakukan kegiatan yang menyenangkan, serta mendapat support dari pasangan dan keluarga.

Benarkah bisa mengurangi akibat autisme hingga 30 persen?

Beberapa penelitian observasional memang menemukan hubungan antara kombinasi style hidup sehat ibu mengandung dengan penurunan akibat gangguan perkembangan tertentu. Namun nomor seperti '30 persen' biasanya berasal dari hasil penelitian tertentu dan tidak berfaedah setiap ibu yang melakukan kebiasaan tersebut pasti mempunyai akibat lebih rendah sebesar itu.

Sebuah umbrella review (penelitian yang menggabungkan hasil dari banyak penelitian sebelumnya) yang melibatkan 101 studi dengan lebih dari 3 juta partisipan menemukan bahwa konsumsi masam folat selama kehamilan dikaitkan dengan penurunan akibat ASD sekitar 30 persen. Sementara konsumsi multivitamin prenatal dikaitkan dengan penurunan akibat sekitar 34 persen. 

Sementara itu, Autisme terjadi lantaran kombinasi banyak faktor, termasuk:

  • Faktor genetik,
  • Kondisi biologis,
  • Lingkungan selama perkembangan janin.

Jadi, berita tentang mengurangi akibat autisme hingga 30 persen mempunyai dasar penelitian, tetapi perlu dipahami sebagai hubungan antara nutrisi kehamilan dan perkembangan saraf, bukan sebagai langkah pasti mencegah autisme, ya Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

Selengkapnya