5 Bahan Kimia di Rumah yang Memengaruhi Kesuburan, Ada di Alat Masak hingga Kosmetik

Jul 03, 2026 06:30 PM - 1 bulan yang lalu 30378

Saat menjalani program hamil, krusial bagi pasangan suami istri untuk menjaga kesehatan. Tak hanya itu, pasangan juga perlu membatasi paparan bahan kimia dari produk rumah tangga yang digunakan sehari-hari.

Ya, ada beberapa bahan kimia dalam produk rumah tangga yang rupanya dapat memengaruhi kesuburan. Paparan unsur ini tak hanya berpotensi mengganggu keseimbangan hormon, tapi juga memengaruhi kesehatan organ reproduksi.

"Bahan kimia ini terutama memengaruhi kualitas sel telur dan sperma, yang dapat mempersulit kehamilan," kata master Jennifer Hirshfeld-Cytron, MD, dilansir laman Everyday Health.


"Meskipun usia tetap menjadi aspek terkuat dalam kesuburan, paparan bahan kimia merupakan lapisan kekhawatiran tambahan yang dapat kita coba minimalkan," sambung wanita yang juga berprofesi sebagai peneliti di Chicago dan bersertifikasi di bagian obstetri dan ginekologi serta endokrinologi reproduksi dan infertilitas.

Lantas, apa saja bahan kimia dari produk rumah tangga yang dapat memengaruhi kesuburan? Simak penjelasan Bubun berikut ini ya!

Bahan kimia yang dapat memengaruhi kesuburan

Berikut 5 bahan kimia di produk rumah tangga yang dapat memengaruhi kesuburan:

1. Bisphenol A

Bisphenol A (BPA) adalah bahan kimia yang diproduksi untuk plastik dan resin epoksi. Paparan BPA pada manusia sangat luas, lantaran ditemukan dalam beragam produk mulai dari tutup botol hingga kacamata dan kaleng logam.

"Kekhawatiran terbesar yang saya lihat adalah paparan plastik, terutama ketika digunakan untuk menyimpan alias memanaskan makanan," ungkap Dr. Hirshfeld-Cytron.

"Plastik melepaskan bahan kimia, termasuk BPA, yang mengganggu endokrin dan kesehatan reproduksi."

Hal yang sama juga diungkapkan master ahli kebidanan dan ginekologi di Columbia University Irving Medical Center di New York City, Alex Robles, MD. Menurutnya, BPA dapat memengaruhi kesuburan dengan mengganggu hormon, yang mengakibatkan menstruasi tidak teratur, masalah ovulasi, dan penurunan kegunaan ovarium alias kualitas sperma.

"BPA dapat meniru estrogen dan telah dikaitkan dengan penurunan kualitas sel telur," ujar Robles.

2. Petroleum

Petroleum ditemukan dalam beragam macam peralatan rumah tangga, termasuk cat kuku, alkohol gosok, amonia, kapsul vitamin, cat, kantong sampah, sepatu, telepon, dan crayon. Petroleum juga merupakan sumber dari 95 persen bahan kimia yang digunakan dalam lilin aromaterapi dan minyak wangi sintetis, Bunda. Di produk tersebut, kita juga dapat menemukan benzena.

"Saya memperingatkan pasien tentang lilin beraroma kuat dan produk apa pun yang bercap 'parfum', lantaran produk-produk ini sering kali mengandung campuran bahan kimia yang tidak diungkapkan dan tetap berada di udara serta debu di rumah, yang berkontribusi pada paparan jangka panjang," kata Hirshfeld-Cytron.

Produk berbahan dasar petroleum dapat melepaskan senyawa organik volatil, termasuk turunan benzena, ke udara dalam ruangan. Sebagian besar penelitian tentang benzena dan kesuburan telah dilakukan pada hewan.

Penelitian pada manusia tetap terbatas, tetapi sebuah studi di jurnal Genetic Testing and Molecular Biomarkers tahun 2012 menemukan bahwa pekerja industri yang terus-menerus terpapar benzena mengalami penurunan jumlah sperma yang signifikan dan peningkatan kerusakan DNA.

3. Ftalat

Semua orang terpapar ftalat setiap hari. Paparan bahan kimia ini dapat mengganggu hormon dan kesehatan reproduksi, Bunda.

"Ftalat adalah bahan kimia yang membikin plastik menjadi lunak dan fleksibel," kata Robles.

"Ftalat sebagian besar ditemukan dalam plastik, produk perawatan pribadi, dan pengharum ruangan, tetapi dapat mengganggu kegunaan hormon dan dapat memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium."

Ftalat telah dikaitkan dengan masalah pada ovarium, rahim, hasil kehamilan yang buruk, dan masalah pada hormon. Dalam sebuah studi di Environmental Health Perspectives tahun 2023 terhadap 1.228 wanita yang mencoba hamil, paparan ftalat sebelum kehamilan dikaitkan dengan penurunan kesempatan mengandung sebesar 12 hingga 18 persen setiap siklus. Para wanita ini juga mengalami perubahan biologis seperti peradangan dan perubahan hormonal yang mungkin berkedudukan dalam tantangan kesuburan.

4. Paraben

Menurut Hirshfeld-Cytron, banyak produk pembersih dan perawatan pribadi mengandung paraben. Bahan kimia ini juga sering dikaitkan dengan masalah kesuburan.

Paraben dapat bertindak seperti hormon estrogen dalam tubuh, yang bisa mengganggu sistem reproduksi normal. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa paparan paraben dapat mengubah kadar hormon reproduksi dan tiroid. Namun, penelitian tersebut tetap terbatas dan terkadang saling bertentangan.

"Bahan-bahan ini terutama ditemukan dalam kosmetik, jadi krusial untuk sangat memperhatikan apa yang kita gunakan," kata peneliti dan guru besar klinis bagian obstetri dan ginekologi di Stanford Medical School di California, Ruben Alvero, MD.

"Banyak pengecer telah melarang alias membatasi paraben dalam produk yang mereka jual. Namun, tetaplah bijak untuk memeriksa label 'bebas paraben' pada produk yang digunakan. Hindari juga produk yang mengandung bahan-bahan yang berakhiran 'paraben', seperti methylparaben, ethylparaben, propylparaben, dan butylparaben."

5. PFAS

PFAS alias unsur per- and polifluoroalkil dikenal sebagai 'bahan kimia abadi' lantaran sangat tahan terhadap degradasi alias penguraian. Paparan PFAS dalam beberapa kasus tidak dapat dihindari di lingkungan yang kita tinggali, Bunda. Di produk rumah tangga, PFAS sering ditemukan dalam peralatan masak anti-lengket dan perlengkapan tekstil yang diberi label anti-air alias anti-noda.

"Banyak plastik terus diproduksi dengan komponen yang mengandung bahan kimia ini. Bahan kimia ini terus ditemukan dalam beragam barang, mulai dari wadah sabun hingga wadah makanan siap saji. PFAS sering digunakan untuk membikin produk tahan panas, yang juga dikaitkan dengan masalah kesuburan," kata Robles.

PFAS adalah pengganggu endokrin yang dapat memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium. Penelitian yang dilakukan di Singapura menunjukkan bahwa paparan PFAS dapat mengurangi kemungkinan kehamilan hingga 40 persen pada perempuan. Kadar PFAS yang lebih tinggi dalam darah juga dikaitkan dengan penurunan signifikan dalam kesempatan kehamilan dan kelahiran hidup.

"Mencari pengganti yang kondusif dan tidak berbisa itu mahal dan membingungkan, jadi saya mau mengingatkan orang-orang untuk memulai dengan perubahan sederhana, seperti menghindari plastik, menggunakan filter udara dan air, melepas sepatu di dalam rumah, menghindari lilin beraroma kuat, dan menggunakan pelindung kulit yang tepat dapat membikin perbedaan yang berarti," ujar Hirshfeld-Cytron.

Demikian 5 bahan kimia di produk rumah tangga yang dapat mengganggu kesuburan. Semoga info ini berfaedah ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya