7 Kebiasaan Orang Saat Weekend Yang Berbahaya Untuk Kesehatan

May 08, 2026 12:40 PM - 4 hari yang lalu 5476

Jakarta -

Weekend memang menjadi waktu untuk bernapas lega. Namun, di kembali momen santuy tersebut, ada kebiasaan yang tanpa disadari justru dapat rawan bagi kesehatan Bunda.

Ahli gizi Macha Davis, MS, RD, menjelaskan bahwa pola di akhir pekan condong terjadi secara bersamaan. Ini termasuk tidur larut, konsumsi makanan lebih berat, kurang gerak, hingga asupan natrium yang meningkat.

“Meskipun setiap pilihan terasa sepele, kombinasinya dapat meningkatkan tekanan darah untuk sementara, dan, seiring waktu berkontribusi pada tingkat dasar yang lebih tinggi,” ujar Davis, dikutip dari laman Eating Well, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untuk mengetahui lebih lanjut, dan melakukan pencegahan lebih awal, berikut beberapa kebiasaan weekend yang sebaiknya Bunda hindari.

7 Kebiasaan weekend yang rawan bagi kesehatan

Berikut kebiasaan umum akhir pekan yang dapat meningkatkan akibat masalah kesehatan dan langkah mengatasinya:

1. Mengonsumsi makanan tinggi natrium

Weekend sering kali menjadi waktu untuk kumpul berbareng dan memanjakan diri, yang bisa berfaedah lebih banyak makan di restoran, makanan sigap saji, dan makanan olahan tinggi garam.

Meskipun praktis dan lezat, pilihan-pilihan ini sering kali tinggi sodium. Tubuh memerlukan sodium untuk berfaedah dengan baik, tetapi mengonsumsi terlalu banyak dapat menyebabkan tubuh menahan air berlebih.

Air berlebih ini menambah beban pada jantung dan pembuluh darah, dan peningkatan volume darah yang mengalir melalui vena dan arteri bakal meningkatkan tekanan darah.

Memperhatikan label makanan dan lebih sering memasak di rumah, dapat membantu Bunda mengontrol asupan natrium dan melindungi kesehatan kardiovskular.

2. Tidur lebih larut

Godaan untuk begadang di Jumat dan Sabtu malam, lampau tidur lebih lama mungkin memang kuat. Meskipun mengejar waktu rehat adalah buahpikiran yang bagus, gangguan pada siklus tidur-bangun normal ini dapat berakibat nyata pada tekanan darah.

Ketika waktu tidur dan bangun sangat bervariasi, perihal itu mengganggu ritme sirkadian, jam internal yang membantu mengatur hormon, tonus pembuluh darah, dan kegiatan sistem saraf. Jika ritme ini terganggu, perihal itu dapat memicu stres dalam tubuh.

Tidur yang tidak teratur juga dapat meningkatkan respons melawan alias lari, yang meningkatkan pelepasan hormon stres seperti norepinerfin dan kortisol. Pergeseran ini mengurangi keahlian pembuluh darah untuk rileks, dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.

Berusaha untuk tidur dan bangun dalam rentang waktu satu jam dari waktu tidur Bunda di hari kerja biasa dapat membantu menjaga ritme sirkadian tetap stabil, dan tekanan darah terkontrol.

3. Tidak minum cukup air

Saat keluar dari rutinitas normal, kebiasaan sederhana seperti minum air yang cukup dapat dengan mudah dilupakan.

Kelalaian ini mungkin terlihat sepele, tetapi dapat menyebabkan dehidrasi, yang memaksa tubuh untuk mengambil tindakan perlindungan yang secara tidak sengaja dapat meningkatkan tekanan darah.

Membawa botol air minum saat beraktivitas di weekend adalah langkah mudah untuk mencegah dehidrasi dan menjaga tekanan darah tetap sehat.

4. Tidak ada aktivitas

Dilansir dari laman Psychology Today, setiap akhir pekan, seseorang mungkin secara rutin salah mengartikan tidak melakukan apa pun sebagai tindakan pemulihan.

Maraton Netflix, scroll media sosial tanpa henti, dan bersantai, mungkin terasa tidak berbahaya. Namun, perihal ini merampas stimulasi yang dibutuhkan otak untuk tetap tajam.

Studi neurologis menunjukkan bahwa rehat pasif, ialah tidak aktif yang sepenuhnya tidak terstruktur, kandas mengaktifkan jaringan pemulihan yang sama seperti rehat aktif, melangkah kaki, menulis jurnal, alias bermain.

Otak memerlukan hal-hal baru dan tantangan untuk menjaga neuroplastisitas tetap hidup. Bunda mungkin bisa mencari kegiatan lain seperti mencoba resep baru, bersosialisasi, hingga mendengarkan lagu baru.

5. Punya agenda weekend yang padat

Sebagian orang mencoba mengisi weekend mereka dengan sebanyak mungkin kegiatan. Namun, jika menghabiskan seluruh akhir pekan untuk mengurus beragam keperluan, mungkin Bunda bakal stres dan kelelahan saat minggu malam tiba.

Pastikan untuk menjadwalkan waktu rehat agar Bunda merasa rileks dan siap untuk minggu yang bakal datang. Sisihkan waktu untuk bersantai dan melepas penat.

Jika merasa daftar tugas terlalu banyak, lihatlah tugas-tugas dan putuskan mana yang betul-betul krusial dan mana yang bisa menunggu.

6. Terlalu banyak tidur

Tidur 10 jam di akhir pekan untuk mengganti kekurangan tidur hanya 6 jam selama hari kerja sebenarnya dapat mengganggu waktu reaksi dan keahlian fokus.

Usahakan untuk tidur antara 7 dan 9 jam setiap malam. Bunda kudu mencoba untuk menghindari perubahan agenda tidur secara terus-menerus.

7. Masih sering mengecek pekerjaan

Memberikan diri rehat mental adalah bagian krusial dari relaksasi dan melepas penat. Jika terus-menerus menggunakan ponsel alias memeriksa e-mail kantor, Bunda tidak bakal pernah betul-betul merasa telah mengambil waktu istirahat.

Cobalah untuk membikin patokan untuk tidak memeriksa e-mail instansi di akhir pekan. Jika kudu memeriksa suatu proyek, berikan diri waktu tertentu untuk melakukannya, dan jangan biarkan perihal itu mengambil alih akhir pekan Bunda.

Nah, itulah beberapa kebiasaan yang tanpa disadari bisa rawan bagi kesehatan tubuh. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

Selengkapnya