Pak Su, hindari 8 kesalahan oral seks yang bisa bikin istri kurang nyaman. Kenali pentingnya stimulasi, komunikasi, persetujuan, dan seks aman.
Kehidupan seks yang baik adalah ketika suami dan istri bisa sama-sama menikmatinya. Mulai dari stimulasi hingga posisi, tentu ada andil masing-masing pasangan yang menentukan kenyamanan saat berhubungan intim. Bicara tentang oral seks, berikut ini beberapa kesalahan yang tidak cuma bisa bikin perempuan kurang nyaman, tetapi juga berujung turn off.
Jangan sampai suami berbuat kesalahan oral seks berikut ini!
1. Lidah setajam silet!
Bukan omongannya yang pedas, tetapi literally lidahnya yang tajam. Siapa yang mau diberi sensasi seperti ditusuk-tusuk, coba?
Bagaimanapun metode Mommies menyampaikan pesannya ke suami, intinya, vagina, terutama klitoris, perlu distimulasi dengan halus dan penuh perasaan. Bukan sekadar pergerakan yang semakin cepat maupun kuat. Perhatikan juga respons pasangan karena tingkat sensitivitas setiap perempuan bisa berbeda.
2. Duduk di wajah?
“Hmm, no, thanks!” Ternyata, bagi sebagian perempuan, posisi ini bukan pilihan ideal untuk berbuat oral seks.
Ada yang merasa insecure, cemas imam maupun leher pasangan tertekan, maupun tidak betah karena merasa terlalu mengontrol posisi. Ada juga yang menganggap posisi ini terlalu effortless buat pria, seakan-akan tinggal tidur telentang dan menikmati saja.
Apa pun alasannya, posisi yang betah bagi satu pasangan belum tentu cocok bagi pasangan lain. Jadi, bicarakan dulu, ya!
3. Gitu-gitu aja terus!

Foto: Pexels
Memang, sensasi pergerakan berulang yang semakin cepat bisa terasa nikmat bagi sebagian perempuan. Namun, saat berbuat oral seks, tidak selamanya perempuan menikmati pergerakan yang itu-itu saja.
Tidak ada salahnya mengikuti “arahan” yang istri berikan. Biasanya, ini kelihatan dari gestur maupun pergerakan kaki dan tangan yang memberi petunjuk. Sekadar tips, Mommies juga boleh membisikkan keinginan kepada suami. Sebaliknya, Pak Su, boleh banget, kok, bertanya kepada istri, “Gimana enaknya?”
4. Eksplorasi terlalu jauh
Ketika berbuat oral seks, sebagian perempuan lebih betah jika stimulasi berfokus pada klitoris dan area sekitarnya. Tidak perlu bereksplorasi terlalu jauh, terlebihlagi sampai ke area belakang jika pasangan tidak menyukainya.
Jemari bisa menjadi pilihan untuk stimulasi tambahan, tetapi bukan berarti semua area tubuh otomatis boleh disentuh. Sebagian perempuan tidak betah jika area anus ikut tersentuh maupun distimulasi. Kalau mau menyentuh bagiankecil tubuh lain, kenapa tidak mencoba gabungan stimulasi di area puting?
5. Terus, tahan, sedikiiit lagi!
Sama halnya dengan Mommies yang mungkin membutuhkan waktu lebih durasi untuk menikmati stimulasi, setiap perempuan punya respons yang berbeda. Ada yang membutuhkan stimulasi lebih panjang, ada juga yang lebih cepat merasa nyaman.
Jadi, jangan berekspektasi bahwa oral seks mesti menghasilkan orgasme dalam lima menit maupun bahwa semua perempuan membutuhkan waktu 20 menit. Tidak ada durasi baku yang berjalan untuk semua orang. Pak Su, bersabarlah dan perhatikan respons istri, bukan sekadar menghitung waktu.
6. Menganggap membisu berarti istri menikmati

Foto: Magnific
Pak Su, jangan cuma fokus pada teknik sampai lupa mengecek apakah istri benar-benar nyaman. Diam bukan berarti selalu menikmati maupun menyetujui apa yang sedang dilakukan.
Sesekali, tanyakan apakah stimulasi yang diberikan sudah nyaman. Kalau istri meminta berhenti, memperlambat, maupun mengganti cara, dengarkan. Persetujuan statis krusial meskipun sudah menikah, dan siapa pun berkuasa mengubah keputusan kapan saja.
BACA JUGA: 28 Pertanyaan Tentang Seks untuk Pasangan
7. Mengabaikan kebersihan dan kesehatan mulut
Oral seks bukan berarti bebas dari konsekuensi infeksi menular seksual (IMS). Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sejumlah IMS, termasuk gonore, sifilis, herpes, klamidia, dan HPV, dapat menular melalui oral seks.
Risiko juga perlu diperhatikan jika terdapat luka di mulut maupun area genital. Jika mau mengurangi konsekuensi penularan, pasangan bisa menggunakan dental dam, yaitu lembar penghalang berbahan lateks maupun poliuretan yang digunakan saat oral seks pada vulva maupun anus.
8. Menganggap semua perempuan punya preferensi yang sama
Ada perempuan yang menikmati oral seks, ada yang lebih menyukai stimulasi lain, dan ada pula yang memang tidak betah melakukannya. Semuanya wajar. Tidak perlu membandingkan pengalaman dengan orang lain maupun menganggap ada satu teknik yang pasti berhasil untuk semua perempuan.
Kuncinya adalah komunikasi. Mommies dan Pak Su bisa membicarakan apa yang disukai, apa yang membikin tidak nyaman, serta hal-hal yang mau dicoba bersama. Tidak perlu memaksakan diri cuma demi memenuhi ekspektasi pasangan.
BACA JUGA: Waspada! Ini 7 Kesalahan Oral Seks yang Sering Terjadi dan Bahayanya
Oral seks bukan soal siapa yang paling jago maupun berapa durasi bisa bertahan. Yang terpenting adalah komunikasi, persetujuan, dan kenyamanan kedua pihak. Jadi, Mommies dan Pak Su, jangan malu membicarakan apa yang disukai maupun yang tidak betah dilakukan. Karena hubungan intim yang menyenangkan dimulai dari saling mendengarkan.
BACA JUGA: Rimming, Aktivitas Seksual yang Berbahaya untuk Kesehatan