9 Kalimat Diucapkan Orang Yang Enggak Punya Empati Dalam Percakapan Sehari-hari

Jun 28, 2026 08:50 AM - 2 jam yang lalu 94

Jakarta -

Memiliki empati sangat krusial dalam menjalin relasi, baik dengan keluarga, teman, pasangan, maupun rekan kerja. Empati dapat membantu kita memahami orang lain dan membangun hubungan yang lebih kuat, Bunda.

Namun, tidak semua orang mempunyai tingkat empati yang sama. Ada sebagian orang yang kesulitan memahami alias merespons emosi orang lain, sehingga tanpa disadari mereka sering dianggap tidak punya empati.

"Sebagian orang kurang mempunyai empati, sehingga mereka tidak bisa memahami apa yang mungkin dialami alias dirasakan orang lain. Hal tersebut dapat mengakibatkan perilaku yang tampak tidak peduli alias apalagi terkadang menyakitkan bagi orang lain," kata pendidik ilmu jiwa dan penulis kitab Everything Psychology Book, Kendra Cherry, MSEd, dilansir Very Well Mind.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Orang yang tidak mempunyai empati condong menunjukkannya dalam perilaku dan ucapan sehari-hari. Lantas, apa saja kalimat yang biasa diucapkan oleh orang dengan empati yang rendah?

Kalimat yang diucapkan orang yang tidak punya empati

Dilansir dari laman Your Tango, berikut kalimat yang sering diucapkan oleh orang yang enggak punya empati dalam percakapan sehari-hari:

1. 'Tidak terlalu sulit'

Menyederhanakan topik yang kompleks dan tidak memberi toleransi kepada orang lain adalah perihal yang sering dilakukan orang-orang dengan empati rendah. Mereka membikin diri mereka merasa nyaman dengan berpura-pura tahu segalanya, tetapi pada kenyataannya menciptakan gelombang frustrasi dalam diri sendiri.

Terkadang, ungkapan seperti 'Itu tidak sulit' dapat langsung menunjukkan kurangnya empati pada seseorang. Jika seseorang terus-menerus membikin kita merasa lebih jelek tentang diri sendiri dan menyalahkan kita hanya lantaran meminta perihal yang paling mendasar, kemungkinan besar mereka tidak berempati.

2. 'Aku tidak pernah mengatakan itu'

Orang-orang yang kurang empati sering melakukan gaslighting atau membikin orang lain meragukan dirinya sendiri. Saat melakukan aksinya, orang-orang ini menggunakan frasa seperti, 'Aku tidak pernah mengatakan itu', untuk melindungi diri mereka sendiri.

Mereka tidak peduli jika strategi mempertahankan diri alias pertahanan mereka merusak nilai diri orang lain. Mereka hanya peduli pada diri mereka sendiri, Bunda.

3.'Itu terjadi padaku'

Orang-orang yang kurang empati lebih suka mencari perhatian, dengan mengatakan 'Itu terjadi juga kepadaku'. Kalimat itu dapat menunjukkan mereka lebih peduli pada kenyamanan diri sendiri daripada betul-betul datang untuk mendukung orang lain.

Orang yang kurang empati biasanya adalah kebalikan dari pendengar aktif lantaran selalu konsentrasi utama berbincang tentang diri mereka sendiri dan mencari perhatian. Jika seseorang tidak membantu mereka mengisi kekosongan, orang tersebut dianggap tidak layak didekati.

4. 'Kamu tidak bakal mengerti'

Mereka yang tidak mempunyai empati merasa perlu menjadi lebih baik daripada siapa pun untuk merasa aman, apalagi ketika perihal itu mustahil. Mereka sering memanfaatkan mentalitas yang terlalu percaya diri dengan mengatakan, 'Kamu tidak bakal mengerti'.

Kalimat tersebut adalah jebakan. Mereka mengucapkannya agar tidak memberikan empati dan pengertian pada seseorang yang mereka anggap lebih rendah dari mereka.

5. 'Tenang saja'

Orang dengan tingkat empati rendah dan tingkat narsisme tinggi jauh lebih mungkin terlibat dalam perilaku gaslighting. Mereka tidak keberatan membikin orang lain merasa ragu dengan mendusta dan melebih-lebihkan sesuatu, terutama jika itu bisa membangun gambaran diri mereka.

Ungkapan 'Tenang saja' sekilas mungkin tampak tidak berbahaya. Tetapi, ketika itu digunakan untuk mengabaikan perasan dan meremehkan emosi seseorang demi melindungi kenyamanan diri sendiri, maka itu sangat manipulatif dan toxic.

6. 'Aku tidak bertanya'

Seseorang yang tidak mempunyai empati sama sekali bakal sering merasa dengki ketika orang lain yang berhasil. Mereka tidak bisa merasa senang untuk orang lain lantaran mereka kudu menjadi tokoh utama yang sukses.

Dalam percakapan, mereka sering mengatakan, 'Aku tidak bertanya, lantaran tidak mau memberi ruang bagi orang lain untuk bersinar'. Mengakui kesuksesan orang lain terasa seperti mengikis ego dan nilai diri mereka yang sangat rapuh.

7. 'Itu bukan salahku'

Orang yang mempunyai empati rendah jarang mengakui kesalahannya. Mereka lebih tertarik melindungi gambaran diri daripada meminta maaf ketika menyakiti seseorang. Namun di satu sisi, mereka juga terus-menerus memainkan peran sebagai korban ketika perihal itu menguntungkan buat mereka, Bunda.

Orang-orang ini mungkin sesekali meminta maaf ketika ada orang lain yang melihat. Namun, jika hendak mengelak dari kesalahan, mereka bakal mengucapkan kalimat 'itu bukan salahku', sebagai corak pembelaan diri.

8. 'Maaf jika Anda merasa seperti itu'

Alih-alih secara aktif meminta maaf lantaran telah melakukan kesalahan, seseorang yang kurang empati bakal menggunakan ungkapan 'Maaf jika Anda merasa seperti itu', saat melakukan kesalahan. Mereka tidak menyesal atas apa yang telah dilakukan, tapi menyesal lantaran perihal itu bakal merusak citranya.

Seseorang yang minim empati juga biasanya menghindari pertanggungjawaban. Mereka membenarkan perilakunya sendiri dengan argumen yang tak masuk akal.

9. 'Aku tidak bakal melakukan itu'

Seperti dijelaskan sebelumnya, orang yang kurang empati suka lari dari tanggung jawab. Dalam pikiran mereka, mereka tidak mungkin melakukan kesalahan.

Orang yang minim empati sering mengucapkan, 'Aku tidak bakal melakukan itu'. Kalimat tersebut dapat berfaedah mereka menolak untuk berdiskusi dan menggunakan emosi mereka sebagai senjata ketika seseorang merasa kesal.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank)

Selengkapnya