9 Kebiasaan Bikin Seseorang Terlihat Insecure Tanpa Sadar Menurut Psikolog

Jun 15, 2026 07:50 PM - 1 bulan yang lalu 52813

Rasa insecure alias tak percaya terhadap diri sendiri mungkin tidak selalu terlihat secara langsung, Bunda. Namun tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa membikin seseorang tampak insecure di mata orang lain.

Sikap-sikap tersebut tidak selalu negatif. Kebiasaan insecure sering kali muncul sebagai corak perlindungan diri alias kemauan untuk diterima oleh lingkungan sekitar.

Namun, jika rasa insecure terus-menerus muncul, maka perihal itu dapat memengaruhi langkah orang lain menilai kepercayaan diri dan karakter diri kita. Pada akhirnya, orang-orang enggan berinteraksi dengan kita.


Lantas, apa saja kebiasaan yang bikin seseorang terlihat insecure tanpa sadar menurut psikolog? Simak penjelasan komplit dari Bubun berikut ini!

Kebiasaan bikin seseorang terlihat insecure

Melansir dari laman Parade, berikut 9 kebiasaan yang bikin seseorang tampak insecure tanpa disadari:

1. Terus meminta maaf

Kebiasaan mengucapkan 'maaf' untuk hal-hal yang sebenarnya tidak perlu, dapat membikin seseorang tampak tidak percaya diri alias insecure. Kebiasaan ini juga bisa membikin orang lain merasa tidak nyaman.

"Kebiasaan ini dapat menandakan kepercayaan mendasar bahwa kehadiran kita adalah suatu ketidaknyamanan dan secara tidak sengaja melatih orang lain untuk menganggap kontribusi kita kurang penting, yang dapat membikin kita tampak tidak percaya diri tanpa disadari," kata psikolog Dr. Jenny Shields.

2. Terlalu banyak menjelaskan tentang diri sendiri

Memberikan penjelasan panjang lebar untuk penolakan sederhana dapat menunjukkan bahwa kita tidak mempercayai keputusan yang kita buat sendiri. Kebiasaan ini bisa jadi muncul lantaran kita merasa tidak kondusif dan memerlukan persetujuan validitas orang lain atas pilihan yang dibuat.

"Misalnya, ketika menolak undangan, orang yang insecure memberikan jawaban panjang selama lima menit tentang semua tanggungjawab yang saling bertentangan alih-alih mengatakan, 'Saya tidak bisa datang, tetapi terima kasih telah mengundang saya!' Itu memberikan kesan bahwa orang tersebut tidak percaya dengan keputusannya," ungkap Shields.

3. Suka berlindung di kembali humor

Orang yang insecure suka berlindung di kembali lelucon, Bunda. Mereka apalagi tak ragu untuk merendahkan dirinya sendiri di depan orang lain untuk menutupi rasa tidak percaya diri.

"Menggunakan lelucon, terutama yang merendahkan diri sendiri, sebagai tameng terhadap kedalaman emosional yang sebenarnya adalah sistem pertahanan klasik. Hal itu mengkomunikasikan bahwa seseorang merasa tidak nyaman dengan ketulusan dan tidak mau membiarkan orang lain memandang apa yang di kembali persona tersebut," ujar Shields.

"Hal itu dapat membikin seseorang terlihat tidak percaya diri. Bahkan tawa gugup di saat serius justru tidak membikin orang merasa nyaman. Itu memberi tahu orang lain bahwa kita tidak bisa menangani beban percakapan dan tidak percaya diri."

4. Suka mencari kepastian

Orang yang insecure juga suka mencari validasi. Tapi di saat bersamaan, mereka bakal membuat orang lain merasa bersalah lantaran terus dikejar validasi.

"Terus-menerus mencari pengesahan dengan mengusulkan pertanyaan seperti, 'Apakah itu baik-baik saja?' alias 'Apakah saya melakukan pekerjaan dengan baik?' bakal mengalihkan tanggung jawab nilai diri kita kepada orang lain," kata Shields.

"Hal itu juga membikin orang lain merasa bertanggung jawab untuk mengelola nilai diri kita. Misalnya, jika setelah memberikan presentasi, orang tersebut langsung bertanya kepada rekan kerja, 'Apakah itu buruk? Saya merasa saya mengoceh'. Itu sama saja membikin orang tersebut tampak tidak percaya diri tanpa menyadarinya," sambungnya.

5. Menghindari obrolan

Perilaku menghindari obrolan sering kali ditunjukkan orang yang insecure, Bunda. Hal itu hanya menunjukkan bahwa mereka kurang percaya diri di lingkungan yang luas, seperti tempat kerja alias sekolah.

"Mereka mungkin merasa takut bakal akibat yang bakal terjadi jika mereka berbicara. Ini menunjukkan bahwa mereka kurang mempunyai ketegasan untuk menunjukkan apa yang mereka ketahui dan menunjukkan nilai diri," ungkap psikolog Dr. Lisa Larsen.

6. Bahasa tubuh yang tampak gugup

Shield mengatakan bahwa bahasa tubuh dapat menceritakan sebuah kisah apalagi sebelum kita mulai berbicara. Bahasa tubuh yang tampak gugup dapat menandakan orang tersebut insecure untuk sekedar bicara alias membahas sebuah topik.

"Membungkuk, gelisah, alias menyilangkan tangan adalah langkah untuk menjauh dari suatu situasi. Bahkan jika kita hanya mencoba untuk tidak mengganggu, bahasa tubuh ini dapat merusak kepercayaan diri seseorang," ujar Shields.

7. Terlalu mudah menyetujui sesuatu

Menyetujui setiap pendapat tanpa menawarkan pendapat sendiri dapat membikin kita seperti merasa tidak kondusif alias insecure. Alih-alih dianggap 'baik', kebiasaan tersebut mungkin malah terlihat kurang mempunyai identitas alias memperlihatkan emosi takut ditolak.

"Terlalu mudah setuju tidak membikin kita menjadi orang yang santai. Hal itu justru dapat membikin kita tampak seperti tidak peduli alias tidak percaya diri dengan pendapat kita sendiri tanpa sengaja," kata psikolog Dr. Caitlin Slavens.

8. Mengimbangi dengan pamer

Orang yang pamer bukan berfaedah mereka merasa percaya diri, Bunda. Mereka melakukannya lantaran cemas seseorang tidak menganggap mereka berharga.

Tanpa disadari, perilaku pamer justru bisa membikin kita terlihat tidak percaya diri di mata orang lain meskipun kita tidak berpikir demikian. "Upaya untuk membuktikan nilai diri dengan daftar prestasi sering kali menjadi bumerang, lantaran dapat menandakan ketakutan yang lebih besar bahwa kita tidak bakal dihargai tanpa hal-hal tersebut," ungkap Shields.

9. Suka mengalihkan pujian kepada orang lain

Orang yang tidak insecure bakal menerima pujian dengan baik. Sebaliknya, mereka yang tidak percaya diri lebih suka menghindari pujian lantaran merasa insecure.

"Menghindari pujian dapat menunjukkan rasa tidak kondusif tanpa disadari. Hal itu mungkin terjadi lantaran orang lain pernah merasa iri dan memperlakukan mereka dengan buruk," kata Larsen.

Demikian 9 kebiasaan yang bikin seseorang terlihat insecure tanpa sadar menurut psikolog. Semoga info ini berfaedah ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Selengkapnya