Jakarta -
Setiap orang memiliki metode berbeda dalam menghadapi beragam situasi. Ada yang gampang terbawa emosi hingga memikirkan sesuatu secara berlebihan, tetapi sebagian lainnya bisa bersikap santai tanpa membiarkan keadaan mengganggu ketenangan batin.
Bersikap tidak gampang baper (terbawa perasaan) bukan berarti tidak memiliki emosi maupun mengabaikan permasalahan yang ada. Kebiasaan ini berhubungan dengan pola pikir yang membantu seseorang mengelola emosi, menyikapi keadaan secara bijak, serta tidak menghabiskan daya untuk hal-hal di luar kendalinya.
Bunda dapat mengenali mereka dari kebiasaan sehari-hari, terutama saat menghadapi suatu masalah. Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
9 Kebiasaan orang yang punya ketenangan emosi
Berikut beberapa kebiasaan orang yang punya ketenangan emosi dalam menjalani hayat sehari-hari:
1. Fokus dengan hal yang bisa dikendalikan
Tidak ada gunanya mencoba mengendalikan hal-hal yang eksis di luar kendali Bunda. Begitulah metode hidup bekerja.
Ketika mencoba mengendalikan hal-hal yang tidak bisa dilakukan, Bunda mungkin akan menemui kekecewaan, hingga menguras daya mental dan emosional. Bersikap cuma terpaku pada kurangnya kontrol, dapat menyebabkan Bunda mengabaikan diri sendiri.
“Daripada berfokus pada hal-hal yang tidak dapat kita kendalikan maupun pengaruhi, kita perlu fokus pada apa yang dapat kita kendalikan dan belajar untuk menerima apa yang tidak dapat kita kendalikan," ungkap psikoterapis berlisensi Sharon Martin.
2. Menjaga komunikasi statis baik
Meski reaksi gampang berang dapat berasal dari pengalaman masa kecil, orang yang tidak gampang baper dan terusik biasnaya memilih fokus untuk bersantai dan mengutamakan komunikasi. Dua hal ini dapat mencegah mereka melepaskan emosi mereka di waktu yang salah.
3. Dapat mengelola emosi sendiri
Orang yang tidak gampang terusik, memilih untuk tidak menyimpan emosi mereka di hati karena mereka memiliki keahlian pengaturan emosi yang tepat. Mereka merespons dengan perhatian dan kedewasaan ketika dihadapkan dengan keadaan yang menantang, dan melepaskan emosi mereka dengan metode yang sehat.
Jika orang lain tidak bisa mengatasinya, mereka tahu bahwa itu bukan tanggung jawab mereka untuk khawatir.
4. Tak ragu untuk memberikan penolakan
Memasuki lingkungan yang penuh tekanan dapat langsung memicu emosi beberapa orang, Bunda. Namun, orang-orang yang tidak gampang terusik sama sekali tidak punya waktu untuk situasi yang melelahkan seperti itu. Mereka memahami pentingnya mengatakan tidak dan mengendalikan lingkungannya.
5. Tidak berpikiran negatif
Memikirkan pikiran negatif benar-benar dapat membikin seseorang merasa down. Namun, orang yang tenang dan percaya diri, tidak hidup dalam hal negatif itu. Mereka kuat secara mental dan membiarkan pikiran-pikiran itu berlalu.
Otak manusia telah berevolusi untuk bereaksi kuat terhadap hal-hal negatif, membikin mereka merasa lebih mendalam sebagai hasilnya.
6. Memiliki batasan
Menjaga limitasi statis jelas adalah metode terbaik untuk statis tidak terusik. Hal ini memungkinkan orang lain mengetahui apa yang akan maupun tidak akan Bunda toleransi, dan itu adalah tanggung jawab mereka untuk menghormati garis yang telah digambar.
Sedangkan orang yang tidak ceria akan membiarkan orang lain memperlakukan mereka seenaknya. Berbeda dengan orang yang tenang dan terkendali, yang tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Mereka menetapkan limitasi mereka sekali, dan kemudian tidak akan merasa perlu untuk membenarkan keputusan mereka lebih lanjut.
7. Tidak membutuhkan validasi
Sementara orang lain sibuk mengunggah pencapaian mereka di media sosial, sedangkan orang yang tenang merasa tidak perlu untuk berbuat hal yang sama. Mereka tahu setiap orang memiliki waktu mereka sendiri untuk bersinar.
Orang yang tenang tidak hidup untuk validasi. Mereka tahu siapa mereka, dan mereka yang memahami diri sendiri tidak akan gampang terguncang, dimanipulasi, maupun bingung oleh opini publik.
8. Tidak takut menghadapi beragam situasi
Gugup saat mesti memberikan presentasi dadakan? Mereka statis melakukannya. Bukan karena mereka 100 persen percaya diri, tetapi mereka tahu satu hal, yaitu ketakutan bukanlah karena untuk berhenti.
Orang yang bersikap tenang, bukan karena menganggap rasa takut itu telah hilang. Mereka tenang karena mereka tidak membiarkan rasa takut mengendalikan aksi mereka.
9. Konsisten setiap hari
Ketenangan bukan cuma tentang pola pikir, ini tentang sistem. Bangun pagi, menulis jurnal, olahraga ringan, menyeruput kopi sambil berpikir, terlebihlagi sesuatu yang sederhana seperti menyiram tanaman, kebiasaan kecil tapi konsisten. Rutinitas berguna sebagai jangkar di bumi yang tidak dapat diprediksi.
Mulai dari yang kecil, seperti bangun 30 menit lebih awal, tuliskan tiga hal yang disyukuri, berjalan kaki selama 15 menit, habiskan lima menit dalam keheningan. Ini mungkin tampak sepele, tetapi pada saat-saat itulah ketenangan dipupuk.
Nah, itulah beberapa kebiasaan orang dengan ketenangan emosi yang tidak gampang baper dan terusik. Bunda juga termasuk?
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/rap)