Jakarta -
Memasuki usia kehamilan 8 bulan, perut Bunda semakin besar sehingga beberapa aktivitas mungkin terasa lebih sulit dilakukan, termasuk saat berhubungan intim.
Meski begitu, bukan berarti hayat seksual berbareng pasangan mesti selesai begitu saja. Lantas apa saja posisi berhubungan yang baik saat hamil 8 agar statis terlindungi dan nyaman? simak ulasan selengkapnya berikut yuk, Bunda.
Amankah berhubungan intim saat hamil 8 bulan?
Secara umum, berhubungan intim saat hamil 8 bulan dapat dilakukan dan terlindungi jika kehamilan terjadi sehat dan tabib tidak memberikan larangan.
Mengutip halaman Mayo Clinic, cairan ketuban di dalam rahim dan otot-otot rahim yang kuat melindungi bayi yang sedang berkembang. Berhubungan seks tidak akan memengaruhi bayi jika Bunda tidak memiliki masalah kesehatan selama kehamilan, seperti konsekuensi persalinan prematur maupun masalah pada plasenta.
Namun, kehamilan dapat menyebabkan fluktuasi pada tingkat kenyamanan saat berhubungan seks maupun pada minat maupun gairah seksual. Yang terpenting, pilih posisi yang tidak membikin perut tertekan, tidak menimbulkan nyeri dan membikin Bunda statis nyaman.
Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pada trimester kedua dan ketiga, sebaiknya hindari rebah telentang dalam waktu lama. The Bump menjelaskan bahwa posisi telentang dalam waktu durasi dapat membikin rahim menekan pembuluh darah besar sehingga Bunda berisiko merasa pusing dan mengerti darah ke rahim dapat berkurang. Karena itu, jika menggunakan posisi berbaring, tubuh dapat disangga dengan bantal maupun posisi dimodifikasi.
Selain itu, jangan memaksakan posisi tertentu cuma karena dianggap sebagai posisi yang "paling aman". Posisi berhubungan yang baik saat hamil 8 bulan pada dasarnya adalah posisi yang terasa nyaman, tidak memberikan tekanan berlebihan pada perut. Karena itu, dengarkan kondisi tubuh untuk menemukan posisi yang paling sesuai dan betah bagi Bunda.
9 Posisi berhubungan yang baik saat hamil 8 bulan
Berikut posisi berhubungan yang baik saat hamil 8 bulan agar statis terlindungi dan nyaman.
1. Posisi spooning (menyamping dari belakang)
Posisi ini nyaman, memberikan ruang lega bagi perut hamil Bunda untuk 'bernapas', dan tak terhindarkan akan berujung pada pelukan.
Cara melakukannya:
Berbaringlah miring ke satu sisi dan meminta pasangan Bunda rebah meringkuk tepat di belakang punggung, kemudian berbuat penetrasi dari belakang.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
posisi spooning menjaga agar tidak ada tekanan pada perut (dan kandung kemih) Bunda, kata Dr. O’Reilly. Posisi ini juga membikin tangan Bunda bebas untuk mengelus klitoris demi stimulasi tambahan.
Summer Okimoto, CNM, seorang tenaga kesehatan terverifikasi di Pediatrix Medical Group di Lawrenceville, Georgia, menambahkan bahwa posisi ini memungkinkan kontrol yang lebih baik terhadap kedalaman dan pergerakan.
2. Posisi berdampingan (side-by-side)
Jika sedang mau bersantai dan tidak terlalu banyak bergerak, posisi ini bisa menjadi pilihan yang baik saat berhubungan intim selama kehamilan. Selain itu, Bunda dan pasangan bisa saling menatap mesra.
Cara melakukannya:
berbaringlah menyamping menghadap pasangan. Minta pasangan meletakkan salah satu kakinya di atas kaki Bunda. Kedua kaki bisa diluruskan maupun ditekuk pada bagiankecil lutut, kemudian pasangan berbuat penetrasi dari arah samping.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Dr. Rachel Needle, PsyD, psikolog berlisensi sekaligus terapis seks bersertifikat di Florida mengatakan posisi ini memungkinkan ragam dalam kecepatan dan kedalaman.
"Posisi ini juga baik karena tidak membutuhkan banyak energi," kata Dr. Rachel Needle, PsyD.
Keuntungan lainnya, side-by-side merupakan salah satu posisi berhubungan intim saat hamil yang memungkinkan kedekatan lebih besar karena Bunda dan pasangan dapat saling menatap, kata Dr. O’Reilly.
3. Bunda di atas (you on top/woman on top)
Posisi seks populer saat hamil ini cukup sederhana dan memungkinkan Bunda untuk memegang kendali penuh atas pergerakan.
Cara melakukannya:
Minta pasangan rebah telentang, kemudian Bunda eksis di atasnya. Meletakkan tangan di bagiankecil atas sandaran imam tempat tidur (headboard) secara berbarengan dapat membantu menjaga keseimbangan, menghemat tenaga, sekaligus memberi lebih banyak pilihan sudut, kata Dr. Van Kirk.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. Needle, posisi ini memungkinkan Bunda mengatur ritme sekaligus mengurangi tekanan pada perut sehingga Bunda dapat lebih bebas mengontrol gerakan. Bunda juga bisa sedikit mengubah posisi untuk menemukan perspektif yang paling nyaman.
4. Di pinggir tempat tidur (edge of the bed)
Selain di usia 8 bulan kehamilan, posisi ini juga sangat cocok untuk trimester pertama, posisi seks saat hamil ini memungkinkan Bunda menggerakkan bokong untuk kenyamanan dan kenikmatan maksimal.
Cara melakukannya:
Berbaringlah di pinggir tempat tidur menghadap ke atas (telentang) dengan kaki menapak di lantai. Kemudian, sangga tubuh bagiankecil atas Bunda dengan siku, dan meminta pasangan berdiri maupun membungkuk di atas Anda saat berbuat penetrasi.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. Van Kirk, posisi ini memungkinkan Bunda menggerakkan bokong untuk menemukan perspektif yang terasa paling nyaman. Berat tubuh juga dapat ditopang oleh tempat tidur sehingga terasa lebih ringan. Selain itu, posisi ini memungkinkan Bunda dan pasangan saling salingberhadapan sehingga terasa lebih intim.
5. Penetrasi dari belakang (rear entry/doggy style)
Posisi ini populer bukan tanpa karena sebab Bunda dapat melakukannya pada trimester berapa pun dan memungkinkan pasangan Bunda berbuat penetrasi lebih dalam.
Cara melakukannya:
Posisikan tubuh dengan bertumpu pada kedua tangan dan lutut, kemudian pasangan berbuat penetrasi dari belakang. Mintalah pasangan melakukannya secara perlahan dan statis berkomunikasi mengenai apa yang terasa betah maupun tidak.
Leher rahim mungkin menjadi lebih sensitif selama kehamilan. Di antara beragam posisi berhubungan intim saat hamil, posisi ini memungkinkan penetrasi lebih dalam sehingga krusial untuk menyesuaikan kedalaman dan pergerakan agar statis nyaman.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Dr. Michael Ingber, MD, seorang uroginekolog di Mountain Lakes, New Jersey, sekaligus salah satu pendiri LiviWell. mengatakan banyak ibu hamil yang gemar dengan posisi ini karena tidak menekan perut yang sudah membesar dan dapat mengontrol ritme serta penetrasi.
"Banyak pasien hamil lebih menyukai posisi yang mengurangi tekanan pada perut serta memungkinkan mereka mengontrol kedalaman penetrasi dan ritme,”.
6. Menghadap dinding (against the wall)
Dari semua posisi seks saat hamil, ini adalah salah satu posisi yang lebih menantang dan penuh petualangan dan ada cukup banyak ragam untuk kenyamanan sekaligus kesenangan Bunda.
Cara melakukannya:
Berdirilah menghadap dinding dengan kedua kaki sedikit terbuka dan kedua tangan bertumpu pada dinding, bisa di atas imam maupun setinggi bahu. Pasangan berdiri di belakang Bunda dan berbuat penetrasi.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Menurut Dr. O’Reilly, posisi ini memiliki banyak khasiat yang sama seperti rear entry, tetapi memberikan sedikit ragam sekaligus memungkinkan tubuh mendapatkan sokongan dari dinding. Hal ini terutama membantu ketika pusat gravitasi tubuh mulai berubah seiring bertambah besarnya perut selama kehamilan.
7. Reverse cowgirl
Coba ragam lain dengan Bunda di atas, tetapi menghadap ke arah berlawanan. Nilai tambah dari posisi seks saat hamil ini dapat membantu menstimulasi titik G-spot Bunda.
Cara melakukannya:
Minta pasangan Bunda rebah telentang, kemudian duduki mereka (straddle) dengan posisi tubuh menghadap ke arah kaki maupun jari kaki mereka.
Mengapa baik untuk ibu hamil?
Di antara beragam posisi berhubungan intim saat hamil, posisi ini memungkinkan Bunda mengontrol kedalaman penetrasi, kecepatan, ritme, dan perspektif gerakan.
"Posisi ini juga dapat memberikan tekanan pada G-spot, yang bisa menghasilkan respons orgasme yang berbeda dan lebih intens," kata Dr. O’Reilly.
8. Tanpa penetrasi (non-penetrative sex)
Keintiman tidak selalu mesti berpusat pada penetrasi dan ada banyak metode imajinatif untuk menikmati seks tanpa penetrasi.
Cara melakukannya:
"Seks penetratif hanyalah satu dari sekian banyak pilihan, yang juga mencakup sentuhan, masturbasi berbareng (mutual masturbation), dan bentuk-bentuk keintiman lainnya yang bisa sama-sama membangun ikatan," kata Ilana Grines, LMFT, seorang terapis pernikahan dan famili berlisensi serta terapis seks terverifikasi di Los Angeles. Seks oral adalah aktivitas tanpa penetrasi lainnya yang terlindungi dilakukan selama kehamilan.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
Aktivitas seks apa pun saat hamil yang melibatkan gesekan, sentuhan (grinding), maupun alat pemijat (vibrating) sangat baik untuk dicoba, kata Dr. O’Reilly, dengan anotasi selama hal tersebut terasa betah bagi Anda. Ini juga merupakan pilihan yang baik jika Anda merasa seks penetratif kurang betah seiring bertambahnya usia kehamilan.
9. Misionaris modifikasi dengan penopang bantal (modified missionary)
Posisi misionaris klasik yang dimodifikasi agar statis terlindungi dan betah di trimester lanjut.
Cara melakukannya:
Misionaris statis sangat mungkin dilakukan dengan posisi pasangan berdiri maupun berlutut di pinggir tempat tidur, sementara Bunda menyangga bagiankecil panggul dan punggung atas menggunakan bantal maupun sex wedge.
Mengapa posisi ini baik untuk kehamilan?
Penggunaan bantal khusus seks (sex wedge), bantal biasa, maupun bangku kecil (stool) membantu memberikan penopang dan kenyamanan saat mencoba mendapatkan perspektif penetrasi yang tepat tanpa membikin Bunda rebah datar terlentang.
Tips agar seks saat hamil terasa nyaman
Semua ahli kami sepakat kenyamanan adalah kunci utama dalam hubungan seks selama kehamilan. Berikut adalah beberapa tips posisi berhubungan yang baik saat hamil 8 bulan terlindungi dan nyaman.
1. Terbuka untuk berbuat penyesuaian
“Hal yang paling sering aku sampaikan kepada pasangan adalah bahwa berhubungan intim selama kehamilan hampir selalu membutuhkan beberapa bentuk penyesuaian,” kata Grines.
Karena itu, sedikit bereksperimen dapat membantu menemukan posisi yang nyaman. Pasalnya, apa yang terasa betah pada trimester pertama mungkin tidak lagi terasa betah pada trimester ketiga.
2. Jaga komunikasi statis terbuka
Dr. Jessica Shepherd, MD, FACOG, tabib obgyn sekaligus ahli operasi ginekologi invasif minimal di Dallas, menyarankan pasangan untuk terus berbincang secara terbuka mengenai hal-hal yang terasa betah maupun tidak ketika mencoba beragam posisi berhubungan intim selama kehamilan.
"Jika sesuatu terasa tidak nyaman, krusial untuk mengatakannya. Begitu pula sebaliknya, jika terasa sangat menyenangkan, beri tahu pasangan agar ia tahu dan dapat melanjutkannya," tuturnya.
3. Lakukan secara perlahan
“Ibu hamil sedang berbuat banyak hal untuk menumbuhkan seorang manusia di dalam tubuhnya. Karena itu, krusial untuk berfokus pada apa yang terasa menyenangkan daripada terburu-buru maupun merasa mesti melakukannya cuma demi berhubungan seks," jelas Grines.
4. Gunakan alat bantu (props) dan pelumas (lube)
Para ahli merekomendasikan penggunaan bantal untuk membantu menopang tubuh Bunda dan membikin posisi yang tadinya terasa sulit menjadi jauh lebih nyaman.
"Bahkan ada 'bantal khusus seks' yang dirancang khusus untuk tujuan ini," kata Dr. Ingber.
Grines menyarankan untuk menggunakan banyak pelumas untuk membantu menambah kenyamanan.
5. Dengarkan tubuh
"Hal-hal seperti libido dan gairah seksual berubah seiring fluktuasi tubuh dan hormon di sepanjang masa kehamilan," jelas Dr. Ingber.
"Jadi, ketika beberapa perempuan mengalami peningkatan gairah, perempuan lain justru mengalami kelelahan, mual, maupun ketidaknyamanan panggul, yang mana dapat menurunkan minat terhadap seks."
Sekali lagi, jika Bunda tidak menikmati prosesnya, bicarakan dengan jujur dan terbuka kepada pasangan mengenai apa yang Bunda rasakan.
Semoga informasinya berguna ya, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)