Jakarta -
Banyak ibu penasaran, apakah ada firasat alias tanda unik dalam Islam yang menunjukkan kehamilan anak laki-laki. Pertanyaan ini sering dikaitkan dengan beragam mitos yang berkembang di masyarakat. Namun, adakah firasat dan ciri-ciri mengandung anak laki-laki menurut pandangan Islam? ?
Sebenarnya ya Bunda, tidak ada satu pun dalil shahih dalam Al-Qur’an maupun hadits yang menyebut ciri-ciri bentuk ibu mengandung yang mengandung anak laki-laki, seperti corak perut tertentu, jenis ngidam dan perubahan wajah ibu
Semua perihal tersebut termasuk ke dalam kepercayaan budaya, bukan aliran Islam. Rasulullah salallahu alaihiwasallam juga mengajarkan untuk tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ciri mengandung anak laki-laki secara umum
Walaupun tidak ada penjelasan unik dalam Islam mengenai tanda kehamilan anak laki-laki, di masyarakat beredar beragam dugaan yang sudah lama dipercaya.
Namun, krusial untuk dipahami bahwa tanda-tanda ini tidak berkarakter ilmiah dan tidak dapat dijadikan referensi pasti. Sejumlah penelitian dalam bagian kebidanan dan teknologi kesehatan menunjukkan bahwa parameter seperti debar jantung janin, corak perut, hingga perubahan bentuk ibu lebih berangkaian dengan kondisi fisiologis, bukan jenis kelamin bayi.
Berikut beberapa karakter yang sering dikaitkan dengan kehamilan anak laki-laki:
1. Perut tampak lebih menonjol
Ada dugaan bahwa corak perut yang lebih condong ke depan menandakan bayi laki-laki. Padahal secara medis, corak perut dipengaruhi oleh posisi janin, jumlah kehamilan sebelumnya, serta kekuatan otot perut. Hal ini juga dibahas dalam publikasi di Journal of Obstetrics and Gynaecology yang menekankan bahwa ragam corak perut bukan parameter jenis kelamin.
2. Lebih sering mengidam makanan asin alias gurih
Keinginan mengonsumsi makanan tertentu sering dikaitkan dengan jenis kelamin bayi. Namun, penelitian dalam Appetite Journal menjelaskan bahwa ngidam pada ibu mengandung lebih berangkaian dengan perubahan hormon, kebutuhan nutrisi, dan aspek psikologis, bukan jenis kelamin janin.
3. Detak jantung janin lebih rendah
Sebagian orang percaya bahwa debar jantung janin di bawah 140 degub per menit menunjukkan bayi laki-laki.
Faktanya, penelitian yang dipublikasikan dalam Fetal Diagnosis and Therapy menemukan bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara debar jantung janin laki-laki dan wanita pada trimester awal kehamilan. Selain itu, American Journal of Obstetrics and Gynecology juga menegaskan bahwa debar jantung janin digunakan untuk memantau kesehatan janin, bukan untuk menentukan jenis kelamin.
4. Kondisi kulit wajah condong stabil
Ada pula mitos bahwa wajah ibu yang tetap 'bersih' menandakan bayi laki-laki.
Padahal, perubahan kulit selama kehamilan telah banyak diteliti dalam Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology yang menyebut bahwa kondisi kulit ibu sangat dipengaruhi oleh perubahan hormon seperti estrogen dan progesteron.
5. Morning sickness tidak terlalu parah
Ibu mengandung yang tidak mengalami mual muntah berlebihan sering diasosiasikan dengan bayi laki-laki. Namun, studi dalam The Lancet serta BMJ (British Medical Journal) menunjukkan bahwa tingkat keparahan mual muntah (morning sickness) lebih berangkaian dengan hormon kehamilan seperti hCG, bukan jenis kelamin janin.
Viral Cek Jenis Kelamin Bayi dengan Baking Soda: Simak Faktanya Menurut Dokter/ Foto: HaiBunda/Dwi Rachmi
Pemeriksaan jenis kelamin bayi
Meski belum ada penjelasan jeli mengenai firasat dan ciri-ciri mengandung anak laki-laki menurut Islam, jenis kelamin bayi sebenarnya dapat diketahui melalui metode medis yang lebih akurat. Pemeriksaan ini umumnya dilakukan oleh tenaga kesehatan menggunakan teknologi tertentu.
1. USG (ultrasonografi)
Metode yang paling umum digunakan adalah USG. Pemeriksaan ini biasanya dapat mulai menunjukkan jenis kelamin bayi sejak usia kehamilan sekitar 16–20 minggu, tergantung posisi janin.
USG bekerja dengan gelombang bunyi untuk menampilkan gambaran janin di dalam rahim, dan hingga saat ini menjadi metode paling sering digunakan lantaran kondusif dan non-invasif. Hal ini juga dibahas dalam publikasi Ultrasound in Obstetrics & Gynecology sebagai standar pemeriksaan prenatal.
2. NIPT (non-invasive prenatal testing)
Metode lain yang lebih canggih adalah NIPT, ialah tes darah ibu untuk mendeteksi DNA janin. Melalui pemeriksaan ini, jenis kelamin bayi apalagi bisa diketahui sejak usia kehamilan 10 minggu. Selain itu, NIPT juga digunakan untuk mendeteksi kelainan kromosom.
3. Amniosentesis
Amniosentesis adalah prosedur pemeriksaan dengan mengambil sampel cairan ketuban. Tes ini dapat memberikan hasil yang sangat jeli mengenai jenis kelamin bayi lantaran menganalisis kromosom secara langsung. Namun, prosedur ini berkarakter invasif dan biasanya hanya dilakukan jika ada indikasi medis tertentu. Studi mengenai prosedur ini dipublikasikan dalam American Journal of Obstetrics and Gynecology.
Demikian Bunda, penjelasan mengenai adakah firasat dan ciri-ciri mengandung anak laki-laki menurut pandangan Islam. Semoga informasinya membantu ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join organisasi Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·