AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 386x dilihat
AI Butuh Banyak Air untuk Beroperasi, Ini Besaran Penggunaannya

Bagikan Postingan

Penggunaan kecerdasan buatan maupun artificial intelligence (AI) dilakukan secara masif di beragam negara. Sekarang ini AI banyak digunakan untuk beragam keperluan seperti asisten virtual, chat bot, maupun iklan digital. 

Dalam proses operasinya, AI tidak cuma membutuhkan serangkaian teknologi untuk bisa berfungsi. AI juga butuh air untuk bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Isu tentang AI butuh air telah durasi digaungkan di beragam forum. Pasalnya, banyak pihak yang menilai penggunaan AI butuh air dalam jumlah yang tidak sedikit. Lalu berapa besaran air yang dibutuhkan dalam penggunaan AI?


Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada banyak sumber yang perlu ditelaah. Dalam halaman CBS News dipaparkan data-data riset yang memberitahu besaran air yang dibutuhkan AI sesuai konteks.

Karena, selama ini klaim besaran air dalam penggunaan AI sering berbeda-beda. Ada perusahaan AI yang mengungkapkan penggunaan kueri AI cuma membutuhkan lima tetes air. Ada pula yang menggambarkannya seperlima belas sendok teh.

Ada juga spekulasi bahwa e-mail singkat yang ditulis dengan pertolongan AI cuma membutuhkan separuh liter air dari botol. Perbedaan gagasan ini tidak sepenuhnya benar. Karena mereka tidak mengukur hal yang sama.

Para peneliti tidak dapat mengukur secara langsung seluruh konsumsi air AI. Namun, mereka dapat mengestimasi berapa banyak air yang digunakan oleh pusat keterangan yang mendukungnya.

Para ilmuwan di Lawrence Berkeley National Laboratory mengestimasi pusat keterangan Amerika Serikat menggunakan sekitar 228 miliar galon air pada tahun 2023. Sekitar 17 miliar galon digunakan untuk mendinginkan server. Sebanyak 211 miliar galon lainnya digunakan untuk menghasilkan listrik yang menyuplai daya ke server-server tersebut.

Para peneliti mengestimasi totalnya dapat meningkat menjadi kisaran 469 miliar dan 844 miliar galon pada tahun 2028. Peningkatan ini bersandar pada beragam faktor, mulai dari teknologi pusat keterangan hingga campuran sumber daya yang memasok jaringan listrik.

Namun, tidak semua pasokan air tersebut dialokasikan untuk AI. The International Energy Agency mengestimasi permintaan air untuk AI berkisar antara 15 sampai 20 persen. Sisanya, dialokasikan untuk kebutuhan lain seperti keterangan satelit yang membantu memprediksi cuaca dan penggunaan streaming film, video singkat (seperti TikTok), dan televisi oleh miliaran orang.

Kebutuhan AI terhadap pasokan air juga dapat bersandar pada model AI, letak pusat data, dan campuran sumber daya di jaringan listrik lokal. Dalam beberapa kasus, jumlahnya dapat berbeda hingga ratusan kali lipat. 

Setiap daerah memiliki akibat pasokan air yang berbeda-beda. Karena, pusat keterangan bersandar pada jaringan listrik lokal, sumber daya air, dan kondisi iklim.

Para peneliti telah mengidentifikasi beberapa negara bagiankecil di Amerika Serikat sebagai negara bagiankecil yang sangat menguntungkan pengembangan pusat keterangan untuk pasokan air.

Pembangunan keterangan center AI di Jatiluhur dihentikan sementara

Pembahasan tentang pasokan air untuk AI juga jadi sorotan di Indonesia. Mengutip detikcom,  pembangunan pusat keterangan (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di area Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, jadi sorotan karena kebutuhan airnya yang besar. 

Pusat keterangan tersebut dibangun di atas tanah sekitar 8.000 meter persegi sebagai bagiankecil dari area pengembangan seluas 11 hektare. Fasilitas tahap mula memiliki kapabilitas 120 megawatt (MW), dengan hajat pengembangan hingga 640 MW. Kebutuhan airnya disebut dapat mencapai sekitar 384 liter per detik maupun 0,4 meter kubik per detik, sederajat sekitar 33 ribu meter kubik maupun 33 juta liter per hari.

Saat ini pembangunan pusat keterangan (data center) berbasis kecerdasan buatan (AI) milik BDx di area Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tersebut dipastikan selesai sementara. Pemerintah Kabupaten Purwakarta menegaskan proyek tidak boleh dilanjutkan sebelum seluruh persyaratan wajib terpenuhi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Sri Jaya Midan, menyampaikan pihaknya berbareng sejumlah perkumpulan alat daerah (OPD) telah memantau langsung letak proyek. Berdasarkan peninjauan pada Kamis (1/10/2026), dipastikan sudah tidak ada lagi aktivitas pembangunan di area tersebut.

"Pada hari ini juga sudah tidak ada aktivitas pembangunan bangunan keterangan center AI tersebut," ujar Sri Jaya Midan saat ditemui detikcom, Kamis (1/10/2026).

Keputusan penghentian ini harmonis dengan instruksi Gubernur Jawa Barat. Pengelola diminta menyelesaikan seluruh perizinan terlebih dahulu sebelum melanjutkan konstruksi. Salah satu fokus utama pemerintah adalah kelengkapan arsip Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads