SIDS pada Bayi: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobati

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 6 menit 484x dilihat
SIDS pada Bayi: Gejala, Penyebab, Cara Mencegah, dan Mengobati

Bagikan Postingan

Orang tua baru berbuat segala upaya untuk menjaga kesehatan bayi mereka. Namun, terkadang bayi yang tampak sehat-sehat saja wafat bumi tanpa karena yang jelas. Ini bisa terjadi karena bayi alami Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) maupun sindrom kematian bayi mendadak.

SIDS adalah istilah lazim yang digunakan untuk menggambarkan kematian mendadak dan tidak dapat dijelaskan pada bayi. Umumnya, SIDS dialami bayi berumur di bawah satu tahun yang tidak memiliki penyebab kematian yang diketahui.

Tidak ada gejala maupun pertanda sebelumnya, tiba-tiba bayi wafat secara mendadak dalam kondisi tidur. Karena SIDS sering terjadi saat bayi sedang tidur, kondisi ini juga dikenal dengan istilah crib death maupun cot death (kematian saat tidur di ranjang bayi).


Para peneliti telah menemukan beberapa aspek yang dapat menaikkan konsekuensi SIDS pada bayi. Mereka juga menemukan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk membantu melindungi anak dari SIDS.

Mengenal SIDS pada bayi

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kematian mendadak dan tidak dapat dijelaskan pada bayi berumur antara satu bulan hingga satu tahun, terlebihlagi setelah dilakukan penyelidikan menyeluruh.

Dilansir Cleveland Clinic, penyelidikan oleh tim medis mencakup pelaksanaan autopsi, pengecekan tempat insiden perkara, dan peninjauan histori medis bayi. Jika pemeriksa medis tidak dapat menemukan penyebab kematian dan bayi tersebut berumur di bawah satu tahun, maka kematian tersebut dikategorikan sebagai SIDS.

Penyebab SIDS pada bayi

Berdasarkan definisinya, Sudden Infant Death Syndrome merupakan kematian yang tidak dapat dijelaskan, sehingga penyebab pastinya tidak diketahui. Namun, para peneliti telah mempelajari potensi penyebab SIDS untuk lebih memahami sepertiapa kondisi ini terjadi

Teori yang paling banyak disepakati adalah bahwa bayi yang wafat akibat SIDS memiliki kerentanan mendasar, seperti pola genetik maupun kelainan otak. Kemudian, ketika mereka terpapar pemicu tertentu selama masa mula evolusi otak maupun mekanisme kekebalan tubuh, kerentanan tersebut dapat menyebabkan kematian mendadak. Mengutip KidsHealth, aspek konsekuensi SIDS ini meliputi:

  • Paparan asap rokok selama maupun setelah kehamilan
  • Perawatan prenatal yang terlambat maupun tidak ada sama sekali
  • Posisi maupun lingkungan tidur yang tidak aman
  • Kehamilan pada usia remaja
  • Kelahiran prematur maupun bermutu badan lahir rendah
  • Kepanasan (suhu tubuh terlalu tinggi)
  • Paparan alkohol selama kehamilan
  • Jenis gender laki-laki
  • Memiliki kerabat kandung yang juga menjadi korban SIDS
  • Kelahiran kembar
  • Riwayat apnea maupun henti napas

Gejala SIDS pada bayi

Hampir semua kematian akibat SIDS terjadi tanpa adanya tanda-tanda peringatan maupun gejala awal, Bunda. Jadi semuanya terjadi secara tiba-tiba tanpa ada gejala satu pun.

Mengapa SIDS lebih sering menyerang bayi berumur di bawah 6 bulan

Sebagian besar bayi yang wafat akibat SIDS berumur antara 2- 4 bulan, dan 90 persen di antaranya berumur kurang dari enam bulan. Kebanyakan bayi ini wafat saat tidur, biasanya antara tengah malam hingga pukul enam pagi. Inilah sebabnya kenapa SIDS juga dikenal dengan istilah crib death maupun "cot death" (kematian di ranjang bayi).

Ranjang bayi memang tidak menyebabkan SIDS, tapi lingkungan tempat bayi tidur dapat memengaruhi aspek konsekuensi kematian yang berhubungan dengan tidur. Selain itu, konsekuensi ini muncul karena otak dan mekanisme refleks bayi belum matang sepenuhnya sehingga tidak dapat merespons ancaman pernapasan dengan baik saat tidur.

Cara mengatasi SIDS pada bayi

Ketidakpastian mengenai penyebabnya adalah salah satu hal yang membikin SIDS begitu menakutkan, Bunda. SIDS merupakan penyebab utama kematian pada bayi berumur satu bulan hingga satu tahun, dan kondisinya statis sulit diprediksi meskipun telah dilakukan riset selama bertahun-tahun.

Tidak ada pengobatan medis maupun pengobatan khusus untuk SIDS itu sendiri, namun Bunda dapat menurunkan risikonya secara signifikan dengan mengikuti strategi pencegahan yang telah terbukti efektif.

Hal yang paling krusial adalah bayi berumur di bawah satu tahun mesti ditidurkan dengan posisi telentang, jangan pernah ditidurkan dengan posisi tengkurap maupun menyamping. Tidur dengan posisi tengkurap maupun menyamping menaikkan konsekuensi SIDS. Lebih lengkapnya, simak klarifikasi berikut ini ya, Bunda.

Cara mencegah SIDS pada bayi

Meskipun penyebab SIDS belum diketahui secara pasti, ada langkah-langkah yang dapat  lakukan untuk mengurangi risikonya. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Membaringkan bayi dengan posisi telentang saat tidur, termasuk saat tidur siang singkat. Tummy time (waktu tengkurap) dilakukan saat bayi sedang bangun dan dalam pengawasan seseorang.
  • Membiarkan bayi tidur satu bilik setidaknya selama enam bulan pertama. Bayi sebaiknya tidur di dekat, namun di permukaan terpisah yang dirancang khusus untuk bayi, seperti ranjang bayi (crib) maupun keranjang tidur bayi (bassinet).
  • Menggunakan permukaan tidur yang kokoh, seperti kasur ranjang bayi yang dilapisi seprai yang pas ukurannya.
  • Menjauhkan benda-benda lunak dan perlengkapan tidur yang renggang dari area tidur bayi.
  • Memberikan ASI kepada bayi.
  • Memastikan bayi tidak kepanasan. Jaga suhu ruangan agar statis betah bagi orang dewasa.
  • Tidak merokok selama kehamilan ataupun membiarkan orang lain merokok di dekat bayi .

Contoh kasus kematian bayi mendadak

Ada beberapa contoh kasus kematian bayi mendadak beberapa di antaranya seperti dikutip dari halaman Aaron Matthew SIDS Research Guild at Seattle Children’s, berikut contohnya"

Tanpa gejala

Pada mula tahun 2003, Heather dan John Kahan dari Seattle, Amerika Serikat sangat ceria mengetahui bahwa mereka akan dikaruniai seorang bayi laki-laki. Saat itu, mereka sedang dalam proses pindah lintas negara bagiankecil ke daerah Seattle untuk memulai babak baru hayat berbareng keluargaya yang kian bertambah.

Pada tanggal 6 Oktober 2003, bayi lelaki mereka, Aaron Matthew, lahir. Berdasarkan semua tes dan pengecekan bayi baru lahir, kondisinya sehat. Dia menangis, menyusu, buang air besar, dan tidur. Dia sempat berfoto berbareng kakak-kakak perempuan serta kakek-neneknya. Setelah semua orang sempat menemuinya pada hari pertama itu dan kemudian pulang, Aaron tertidur. Dia tidak pernah bangun lagi.

"Kami cuma sempat memiliki Aaron dalam hidup kami selama enam jam, kemudian dia tiada. Tanpa peringatan, tanpa penjelasan," ungkap Heather dan John.

Setelah hasil autopsi tidak memberikan kesimpulan pasti, penyebab kematiannya dinyatakan sebagai SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak).

Tidur tengkurap

Lazarus Mychael Lang, seorang bayi lahir pada 2016 lalu. Di usianya tujuh bulan, ia berpulang karena SIDS. Hari itu dimulai sebagai hari yang biasa, Lazarus berhasil berdiri sendiri untuk pertama kalinya.

"Dia mengejar-ngejar kucing kami dan mencoba memasukkan imam kucing-kucing itu ke dalam mulutnya (haha). Saya membaringkannya untuk tidur siang sekitar pukul enam sore. Kemudian aku ikut tertidur; aku bangun sekitar pukul 10 malam untuk menidurkan kakaknya, karena mereka berbagi kamar," ungkap Amber Young, bunda Lazarus.

Lazarus tidur dalam posisi tengkurap, jadi sang bunda meletakkan tangan di punggungnya untuk merasakan napasnya, namun ia tidak merasakan apa-apa. Sang bunda memanggil namanya berulang kali, tetapi tidak ada tanggapan. "Saya membalikkan tubuhnya dan mendapati bayi kecil aku yang berumur tujuh bulan itu sudah berwarna keunguan," tuturnya.

Kasus di Indonesia

Di Indonesia, kematian bayi karena SIDS terbilang jarang karena kurangnya laporan maupun keterangan mengenai hal tersebut, Bunda. Namun, pada tahun 2019, influencer kebugaran Yulia Baltschun kehilangan bayinya yang baru berumur enam bulan karena SIDS. Dalam kasusnya, bayinya yang disebut Kaola itu cuma ditinggal sebentar beberapa menit kemudian ditemukan dalam kondisi tak bernapas.

"Kata dokter, kemungkinan besar anakku wafat karena SIDS, sindrom wafat mendadak pada bayi. Kalian bisa baca lebih detail. Sindrom wafat mendadak bayi itu statis kemungkinan, ada kemungkinan lain," tuturnya.

Demikian klarifikasi mengenai SIDS atau sindrom kematian mendadak pada bayi di bawah satu tahun, dan beberapa cerita orang tua yang kehilangan anak karena kasus yang sama. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads