Kincai Media ,JAKARTA -- Keagungan adab dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW telah menjadi salah satu bukti kuat atas kebenaran kenabian beliau. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa Allah SWT juga menguatkan risalah Rasulullah SAW dengan beragam mukjizat yang disaksikan banyak orang.
Sifat, adab dan etika Nabi Muhammad SAW, serta perbuatan, kebiasaan, pengaturan dan kebijaksanaan Nabi Muhammad SAW, termasuk perilaku Nabi Muhammad SAW terhadap kelompok-kelompok manusia yang berbeda, petunjuknya yang lurus dan kepemimpinannya, ditambah jawaban Nabi Muhammad SAW yang menakjubkan terhadap beragam persoalan yang susah dan subtil, usahanya yang tidak kenal capek untuk kebaikan dan kepentingan manusia, tuntunan kebenarannya berkenaan dengan norma lahiriah syariat.
Semua perihal yang ada pada Nabi Muhammad SAW menuntun seseorang menyimpulkan bahwa ini berada di luar keahlian seorang manusia tanpa support dan pertolongan dari tangan yang tidak nampak (yakni Allah SWT). Semua tanda keluhuran adab Nabi Muhammad SAW mustahil dimiliki oleh seorang kafir, demikian dijelaskan Imam Al Ghazali bergelar Hujjatul Islam Zainuddin al-Thusi dalam kitab Ihya Ulumuddin.
Dalam kitabnya, Imam Al Ghazali menerangkan, untuk melengkapi kebenarannya sebagai Nabi, beliau diberi oleh Allah SWT dengan beragam mukjizat. Selanjutnya Imam Al-Ghazali menjelaskan secara singkat beberapa mukjizat Nabi Muhammad SAW.
Pertama, pada saat Rasulullah SAW diminta oleh suku Quraisy Makkah untuk membelah bulan menjadi dua, maka Rasulullah SAW memohon kepada Allah SWT. Kemudian Allah SWT membagi bulan menjadi dua dan orang banyak menyaksikan kejadian itu dengan mata kepala sendiri.
Kedua, pada waktu pengepungan Madinah oleh tentara sekutu kafir selama lebih dari sebulan, Rasulullah SAW memasok perbekalan bagi masyarakat Madinah.
Ketiga, pada kesempatan lainnya, Rasulullah SAW memberikan makanan secara memuaskan kepada 80 orang hanya dengan empat mud tepung gandum dan satu ekor anak kambing.
Keempat, pada suatu ketika, anak wanita Basyir memberi sedikit kurma kering kepada Rasulullah SAW, tetapi rupanya dapat memberi makan seluruh prajurit Muslim secara memuaskan dan itu pun tetap tersisa.
Kelima, suatu kali, air memancar dari sela-sela jari Rasulullah SAW begitu banyak. Sehingga para prajurit perang yang sangat kehausan itu dapat minum dengan puas, dan mereka pun dapat berwudhu dengan air tersebut.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·