Alasan Sinyorita Esperanza Setop Jalani Bayi Tabung Usai Alami Keguguran

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 337x dilihat
Alasan Sinyorita Esperanza Setop Jalani Bayi Tabung Usai Alami Keguguran

Bagikan Postingan

Jakarta -

Presenter dan pelawak Sinyorita Esperanza belum durasi ini mengumumkan berita duka yang dialaminya. Sinyorita mengalami keguguran calon anak kedua di usia kehamilan 6 minggu.

Sinyorita mendapatkan kehamilan keduanya ini melalui program bayi tabung maupun in vitro fertilization (IVF). Setelah mempertimbangkan usia dan konsekuensi medis, perempuan 44 tahun ini pun memutuskan untuk tidak lagi menjalani program bayi tabung usai keguguran.

Cerita Sinyorita alami keguguran calon anak kedua

Sinyorita mengaku sempat kaget saat janin di dalam kandungannya dinyatakan telah meninggal. Namun, ia dan sang suami Robby mengaku ikhlas dengan takdir yang telah dituliskan Sang Pencipta.


"Masih bertanya-tanya, kok bisa secepat itu ya? Tapi suami bilang, ya sudah memang rezekinya dikasih hamil calon anak kedua ini ya sampai usia 6 mau ke-7 minggu itu," katanya, dilansir YouTube InsertLive.

Sebelum mengetahui keguguran, Sinyorita sempat mengalami flek. Tak lama, ia mengeluhkan perut sakit hingga mengeluarkan gumpalan dari tubuhnya.

"Pas keguguran itu fleknya dikit, enggak ada yang gimana-gimana, yang sampai tiba-tiba. Dari kontrol Sabtu, kemudian Senin aku demam, pas Selasa malam, tiba-tiba perut sakit amat sudah kayak orang mau melahirkan. Sudah aku zikir saja, pas mau buang air kecil ditemani suami, itu kayak haid hari terakhir, keluar gumpalan darah kayak bentuk jaringan. Aku langsung istighfar," katanya.

"Pas besok datang ke dokter, lagi USG, tabib bilang di rahimnya sudah enggak ada kantong kehamilan. Itu kayak kesamber petir."

Sinyorita mengaku sempat sedih karena kehilangan calon anak keduanya. Namun di satu sisi, ia telah ikhlas dengan semua yang sudah digariskan oleh Tuhan.

"Ya Allah aku cuma meminta segala kesedihan yang lagi aku alami, aku dikasih keikhlasan dan ketabahan saja," ungkap Bunda satu anak ini.

Putuskan untuk tidak lagi jalani program bayi tabung

Setelah mengalami keguguran, Sinyorita dan suami akhirnya memutuskan untuk tak lagi menjalani program bayi tabung. Salah satu pertimbangannya adalah aspek usia dan konsekuensi yang bisa didapatkan.

"Satu dan lain hal memang kita enggak mau program lagi, karena kan sebenarnya juga sudah usia ya. Untuk kehamilan ini juga sebenarnya high risk-lah pastinya," kata Sinyorita saat ditemui di Studio Brownis Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, dilansir detikcom.

"Sudah tinggal yang kayak, ya sudah, kini sudah enggak ikhtiar buat program lagi. Balik lagi ya tinggal pasrahin sama Allah saja," sambungnya.

Sinyorita tidak mau terlalu memaksakan keinginan untuk balik menambah momongan. Ia kini lebih memilih untuk menjalani hayat berbareng dengan famili kecil yang sudah dimiliki.

"Mungkin jika buat Allah kan enggak ada yang enggak mungkin, tapi kita enggak yang ngoyo, 'Ya Allah, aku meminta hamil lagi' enggak. Maksudnya kita sudah berupaya sabar ngejalanin saja bertiga ya sama suami, sama anak," ujarnya.

"Kalau misal Allah kasih amanah, ya itu mah sepertiapa yang punya hidup kita saja," sambungnya.

Sinyorita dan suami rupanya sudah dua kali menjalani program bayi tabung, Bunda. Pada tahun 2021, ia pernah menjalani IVF dengan metode transfer embrio langsung.

"Jadi jika waktu itu bedanya bayi tabungnya kan embryo transfer-nya langsung. Kalau ini pakai yang metode freezing dulu, jadi embrionya di-freezing dulu," ungkapnya.

Penyebab bayi tabung gagal

Dalam perjalanannya, program bayi tabung memang bisa mengalami kegagalan, Bunda. Melansir dari laman Very Well Health, ada beberapa aspek yang dapat memengaruhi tingkat keberhasilan program bayi tabung, termasuk pada proses transfer embrio. Berikut faktor-faktor yang dimaksud:

  • Kesehatan embrio: Penyebab paling lazim kegagalan transfer embrio adalah kelainan kromosom pada embrio
  • Reseptivitas rahim: Kondisi ini menggambarkan seberapa siap lapisan rahim untuk menerima implantasi.
  • Usia orang tua dan histori reproduksi: Risiko kelainan kromosom pada embrio meningkat seiring bertambahnya usia orang tua.

Demikian berita terbaru dari presenter Sinyorita Esperanza yang memutuskan untuk tidak lagi jalani perogram bayi tabung usai alami keguguran.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads