Bentuk Wajah Bisa Menggambarkan Kepribadian hingga Kesehatan Seseorang? Ini Kata Sains

Portal Kesehatan Ibu dan Anak oleh Waktu baca 4 menit 159x dilihat
Bentuk Wajah Bisa Menggambarkan Kepribadian hingga Kesehatan Seseorang? Ini Kata Sains

Bagikan Postingan

Jakarta -

Bentuk wajah seseorang bisa menjadi ciri khas jasmani yang membedakan satu individu dengan lainnya. Sejak dulu, bentuk wajah juga kerap dikaitkan dengan kepribadian seseorang. Tak cuma itu, sains terlebihlagi mengaitkannya dengan kesehatan, Bunda.

Mulai dari bentuk dahi, mata, hidung, hingga rahang, setiap bagiankecil wajah dipercaya dapat memberikan deskripsi tertentu tentang diri seseorang. Namun, benarkah bentuk wajah bisa mengungkap kepribadian sekaligus kesehatan?

Filsuf Aristoteles dan para pengikutnya, pernah menyusun sebuah buku tentang sepertiapa penampilan dapat mencerminkan diri seseorang. Dalam buku ini, mereka menulis bahwa rambut halus dapat menandakan rasa takut dan rambut kasar menandakan keberanian. Sementara itu, mata yang terang dan bijak dengan kelopak mata merah yang berat, sedangkan hidung yang lebar merupakan tanda kemalasan.


Meski gagasan tersebut sudah tak lagi dijadikan acuan untuk menilai kepribadian seseorang. Namun, para psikolog menemukan bahwa wajah dapat menawarkan jendela ke rahasia terdalam kita. Bahkan jika kita memasang wajah datar tanpa ekspresi, fitur wajah dapat mengungkapkan detail tentang kepribadian, kesehatan, dan kecerdasan.

"Idenya adalah bahwa biologi kita, seperti gen dan kadar hormon, dapat memengaruhi pertumbuhan, dan mekanisme yang sama juga akan membentuk karakter kita," kata Carmen Lefevre dari Northumbria University, dilansir BBC.

Bentuk wajah dikaitkan kepribadian dan kesehatan

Berikut beberapa fitur maupun bentuk wajah yang bisa menilai kepribadian hingga kesehatan seseorang menurut sains:

1. Wajah dengan pipi tembem

Jumlah lemak di wajah dapat memberikan gejala kebugaran yang lebih kuat daripada ukuran standar lainnya, seperti indeks massa tubuh (IMT). Mereka yang memiliki wajah lebih tipis cenderung lebih jarang terkena infeksi, dan jika terkena pun, penyakitnya tidak terlalu parah.

Mereka juga juga cenderung memiliki tingkat depresi dan kecemasan yang lebih rendah, mungkin karena kesehatan mental sering kali berhubungan erat dengan kebugaran tubuh secara umum. Benedict Jones dari University of Glasgow beranggapan bahwa pemahaman baru tentang peran lemak dalam tubuh dapat membantu menjelaskannya.

"Kesehatan kita tidak begitu bersandar pada seberapa banyak lemak yang dimiliki, tetapi di mana lemak itu berada," ungkap Jones.

Misalnya, orang dengan bentuk tubuh seperti buah pir, dengan lebih banyak bermutu badan di sekitar bokong dan pantat tetapi tubuh bagiankecil atas lebih ramping, cenderung lebih sehat daripada orang dengan bentuk tubuh seperti buah apel, yang memiliki lemak berlebih di sekitar perut. Itu karena jaringan adiposa di sekitar dada dianggap melepaskan molekul inflamasi yang dapat merusak organ inti.

"Mungkin wajah tembem dapat mencerminkan timbunan lemak di area yang lebih rapuh maupun bisa jadi lemak wajah itu sendiri rapuh karena sebab tertentu," ujar Jones.

2. Rona warna di wajah

Perbedaan warna kulit yang sangat halus juga dapat mengungkapkan rahasia kesehatan seseorang, Bunda. Jones dan Lefevre menekankan bahwa ini tidak ada hubungannya dengan warna kulit yang mengenai dengan etnis, tetapi lebih pada rona yang hampir tidak terlihat, yang mungkin mencerminkan perbedaan corak hidup. Misalnya, Bunda tampak lebih sehat jika kulit memiliki warna kekuningan keemasan.

Pigmen yang dimaksud disebut karotenoid, yang dapat ditemukan dalam buah dan sayuran berwarna oranye dan merah. Karotenoid membantu membangun mekanisme kekebalan tubuh yang sehat.

"Tetapi ketika kita makan cukup banyak, pigmen tersebut menumpuk di kulit dan membuatnya jadi warna kuning. Kita memperlihatkannya karena kita tidak menggunakannya untuk melawan penyakit," kata Lefevre.

Sementara itu, rona merah muda yang samar seharusnya menandakan sirkulasi darah yang baik yang didapatkan dari corak hidup aktif, dan mungkin juga merupakan tanda kesuburan seorang perempuan. Jones menemukan bahwa perempuan cenderung memiliki rona yang sedikit lebih merah pada puncak siklus menstruasi, mungkin karena estradiol, yaitu hormon seks yang menyebabkan pembuluh darah di pipi sedikit melebar.

3. Bentuk wajah baby face dan penuaan

Para ilmuwan menemukan bahwa lelaki berparas bayi cenderung kurang dominan di masa muda mereka. Namun, mereka menjadi lebih tegas seiring berjalannya waktu mungkin karena belajar untuk mengimbangi ekspektasi yang ditimbulkan oleh penampilan mereka yang kekanak-kanakan.

Pakar juga menemukan bukti adanya 'efek Dorian Gray' di mana wajah yang menua mulai mencerminkan aspek-aspek kepribadian tertentu yang tidak kelihatan jelas ketika orang tersebut statis muda. Sebagai contoh, perempuan yang memiliki kepribadian lebih menarik dan ramah sejak masa remaja hingga usia 30-an, perlahan mulai meningkat daya tarik fisiknya, sehingga di usia 50-an mereka dianggap lebih cantik daripada mereka yang kurang ramah tetapi secara alami lebih cantik.

Salah satu kemungkinan penyebabnya adalah mereka tahu sepertiapa memaksimalkan penampilan dan kepercayaan diri batin itu tercermin dalam perbedaan ekspresi yang halus.

Demikian klarifikasi sains tentang bentuk wajah yang disebut bisa mencerminkan kepribadian seseorang. Semoga keterangan ini berguna ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

Artikel Lainnya Portal Kesehatan Ibu dan Anak
↑
Close Right Ads
Close Left Ads