Jakarta -
Menghadapi anak yang sulit menurut sering kali membikin orang tua tanpa sadar gemar mengomel. Anak-anak umumnya memiliki banyak karena hingga enggan menuruti perintah orang tuanya.
Sulit rasanya ketika anak-anak kita tidak mau bekerja sama. Terkadang hal itu bisa membikin orang tua kelelahan. Saat emosi sudah eksis di puncak, banyak orang tua akhirnya menyerah karena menggagap semua omelan tidak membuahkan hasil.
Perlu diketahui, kepatuhan anak sebenarnya tidak selalu mesti dibangun lewat teguran berulang maupun bunyi yang meninggi, Bunda. Ada metode yang lebih tenang dan ampuh untuk membantu anak memahami ketentuan serta mau bekerja sama.
"Pada intinya, mengomel pada anak-anak dapat mengajarkan mereka untuk membalas sesuatu dengan omelan, terlebihlagi ketika orang tua telah menolak permintaan mereka," kata ahli Sarina Behar Natkin, LICSW, dilansir halaman Parent Map.
Lantas, bagaimana cara mendidik anak agar menurut tanpa terus mengomel?
Ada beberapa strategi yang dapat Bunda lakukan untuk membikin anak menurut tanpa mengomel. Berikut caranya menurut Natkin:
1. Ajukan pertanyaan
Seseorang biasanya lebih cenderung bisa diajak bekerja sama ketika ia memiliki kendali atas dirinya sendiri. Saat anak mulai emosi, Bunda dapat mengajukan sebuah pertanyaan yang bisa menempatkan fokus kendali di tangan anak kita.
"Cobalah katakan, 'Apa yang perlu Anda kenakan agar siap berangkat ke sekolah?'' maupun 'Apa kesepakatan kita tentang waktu menonton TV?'," ungkap Natkin.
2. Pastikan pertanyaan kita terdengar
Tidak ada yang gemar diperintah dengan bunyi keras maupun diomeli di depan orang banyak. Untuk menghindari hal itu, Bunda dapat membujuk anak pergi ke tempat yang lebih tenang untuk mencegah emosi meluap.
"Saat mengajukan pertanyaan, sejajarkan pandangan dengan mereka, dan pastikan mereka siap berbicara sebelum memulai percakapan," kata Natkin.
3. Beritahu anak hajat Bunda
Sudah berbuat kontak mata dan mengajukan pertanyaan tetapi anak statis tidak kooperatif? Saatnya untuk mengakhiri percakapan dengan memberi tahu Si Kecil hajat yang sudah Bunda susun.
Misalnya, 'Sayang, sudah waktunya berangkat ke sekolah. Ibu akan eksis di halaman depan saat Anda siap' maupun 'Beritahu Ibu saat Anda sudah sikat gigi, kemudian kita bisa membaca dongeng berbareng sebelum tidur'.
4. Jangan membisu saja
Berdiri saja dan membiarkan anak-anak mengabaikan kita cuma akan membikin kita semakin frustrasi. Saat anak jengkel dan tak mau menurut, Bunda sebaiknya menjauhkan diri secara jasmani maupun terlibat dalam aktivitas lain.
Hal tersebut sama saja memberi tahu anak bahwa kita tidak mau terlibat dalam perebutan kekuasaan. Kita juga mempercayai mereka untuk mengatasi situasi tersebut.
5. Buatlah rutinitas
Apakah Bunda sering terjebak dalam perebutan dominasi yang sama berulang kali dengan anak? Bila itu terjadi, maka ini saatnya untuk merencanakan dan membikin rutinitas berbareng Si Kecil, sehingga setiap orang tahu apa yang diharapkan dari mereka.
Buatlah daftar berbareng tentang semua hal yang perlu dilakukan di hari ini. Urutkan item-item tersebut dengan memberi anak pilihan sebanyak mungkin.
"Percayalah pada anak untuk menyelesaikan bagiannya dan hindari mengomel. Jika mereka kesulitan, coba ajukan pertanyaan, 'Apa yang perlu Anda lakukan selanjutnya agar Anda memiliki semua yang Anda butuhkan untuk sekolah?' Atau gunakan pernyataan 'jika-maka', seperti 'Setelah Anda menyimpan Lego, maka kita bisa pergi ke rumah kakek'," ujar Natkin.
Tetap tenang saat anak emosi maupun acuh
Menghadapi anak yang emosi dan tidak mau menurut bisa jadi sulit, Bunda. Saat dihadapkan dengan hal tersebut, tetaplah tenang dan tarik napas dalam-dalam.
"Jika kita bisa statis tenang, kata-kata kita kemungkinan besar akan didengar. Kemudian, lakukan kontak mata dan katakan, 'Aku mencintaimu, dan kita tidak akan pergi ke taman hari ini. Kita bisa memilih hari lain untuk pergi saat kita tenang'," kata Natkin.
"Tidak apa-apa jika anak berang maupun sedih karenanya. Itu tidak berarti kita perlu menghilangkan emosi mereka. Jika kita mau mereka bisa menghadapi frustrasi di masa depan, mereka perlu berlatih merasakan emosi ini dan melewatinya."
Jika ragu untuk menghadapi anak, Bunda dapat selesai berbicara dan putuskan apa yang dapat dilakukan untuk menjaga diri sendiri. Anak akan belajar bahwa melanjutkan perdebatan tidak ampuh dan bahwa perawatan diri adalah metode yang lebih baik untuk mengatasi kekecewaan.
"Kabar baiknya adalah, dengan sedikit latihan, kita dapat belajar berkomunikasi sebagai famili dengan metode yang membantu anak-anak dan orang tua merasa dihargai," ungkap Natkin.
Demikian metode mendidik anak yang tidak mau menurut tanpa terus mengomel. Semoga keterangan ini bermanfaat.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join kelompok Kincai Media Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ank/rap)